Halaman

    Social Items

Ads 728x90

Perang Dunia 2

Sejarah Perang Dunia II


Perang Dunia 2 adalah peperangan yang terjadi antara tahun 1939-1945 yang di awali dengan penyerbuan Jerman terhadap Polandia dan melibatkan hampir seluruh negara-negara di dunia. Secara umum, perkembangan Eropa menjelang pecah Perang Dunia 2 ditandai dengan adanya dua bentuk pemerintahan yang saling berlawanan. Kedua bentuk pemerintahan yang saling bertentangan itu adalah pemerintahan Demokrasi dan pemerintahan Otoriter. Bentuk pemerintahan demokrasi mendukung kebebasan, sedangkan bentuk pemerintahan otoriter (diktator) adalah pemerintah yang menindas segala bentuk kebebasan.

Negara-negara yang mendukung sistem pemerintahan Demokrasi antara lain Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Negara-negara yang mendukung bentuk pemerintahan otoriter antara lain Jerman, Italia, dan Rusia. Jerman pada waktu itu dipimpin Adolf Hitler dengan Nasional-Sosialisme (Nazi). Italia yang pada waktu itu dipimpin oleh Benito Mussolini dengan paham Fasisme. Rusia yang dipimpin Stalin, pada waktu itu dengan paham komunisme.

Ketiga pemerintahan itu (Nasional-Sosialisme, Fasisme, dan Komunisme) secara prinsip memiliki perbedaan. Akan tetapi, secara umum ketiganya memiliki persamaan, yakni sama-sama menindas dan mengancam negara lain.

A. Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II


Jerman yang bersaing dengan negara Inggris dalam bidang industri menyebabkan timbulnya persekutuan militer (aliansi).  Pada saat itu, terdapat dua persekutuan, yaitu Triple Alliantie yang kemudian dikenal dengan sebutan Blok Sentral yang terdiri atas Jerman, Italia, dan Austria. Sedangkan persekutuan yang kedua adalah Triple Entente yang kemudian disebut dengan Blok Sekutu yang terdiri atas Inggris, Prancis, Rusia, dan lain-lain.

Pada tanggal 1 Agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada Rusia dan disusul Prancis mengumumkan perang kepada Jerman pada 3 Agustus 1914. Kemudian pada 4 Agustus Inggris menyatakan parang kepada Jerman. Selanjutnya, berkecamuklah perang yang hampir melibatkan seluruh dunia dan dikenal dengan Perang Dunia I.

Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan Jerman yang menyerah pada 11 November 1918. Akhirnya, diadakan Perjanjian Versailles pada tahun 1919 yang membuat Jerman harus membayar ganti rugi kepada Sekutu karena sebagai pihak yang kalah. Kekalahan Jerman dengan telak memberi kesempatan Adlof Hitler membangkitkan bangsanya untuk melakukan balas dendam kepada Prancis. Ia mengembangkan Fasisme dan kemudian memulai Perang Dunia II dengan menyerang Polandia pada 1 September 1939.

Sebab Perang Dunia 2


Perang Dunia 2 berlangsung pada tahun 1939 hingga 1945. Perang Dunia 2 tentu tidak muncul begitu saja. Ada sebab-sebab umum dan sebab-sebab khusus yang mendorong terjadinya Perang Dunia II. Mari kita pelajari faktor penyebab terjadinya Perang Dunia 2.

1. Sebab Umum Perang Dunia II

Secara umum, ada beberapa penyebab terjadinya Perang Dunia II antara lain
  • Kegagalan Liga Bangsa Bangsa (LBB) yang tidak mampu mencegah pertikaian antar negara yang terjadi khususnya di wilayah Eropa.
  • Negara-negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataan.
  • Terbentuknya kembali persekutuan-persekutuan politik (aliansi).
  • Adanya pertentangan paham demokrasi, fasisme, dan komunisme.
  • Timbulnya Imperialisme baru dalam bidang Politik Ekonomi.
  • Munculnya semangat balas dendam negara Jerman kepada Prancis.

Karena kekhawatiran akan adanya perang besar, maka negara-negara mencari kawan dan munculah dua blok besar yakni Blok Sekutu dan Blok Fasis (Blok Sentral). Blok Sekutu terdiri atas; Blok Demokrasi (Inggris, Amerika Serikat, Prancis, dan Belanda) dan Blok Komunis (Rusia, Polandia, Bulgaira, Rumaina, Hongaria, dan Cekoslovakia). Sedangkan Blok Fasis terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang.

2. Sebab Khusus Perang Dunia 2

Di Eropa, sebab khusus terjadinya Perang Dunia 2 adalah serbuan Jerman kepada Kota Danzig, Polandia pada 1 September 1939. Polandia merupakan negara di bawah pengawasan Liga Bangsa Bangsa (LBB). Adolf Hitler menuntut kota Danzig karena penduduknya adalah bangsa Jerman, tetapi Polandia menolak tuntutan itu. Pada 3 September 1939 negara pendukung LBB terutama Inggris dan Prancis mengumumkan perang kepada Jerman, kemudian diikuti sekutu-sekutunya.

Di sisi lain, Perang Dunia II di wilayah Pasifik disebabkan oleh serbuan Jepang terhadap Pangkalan Armada Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Dengan serangan dadakan Jepang terhadap Amerika Serikat inilah membuat Amerika baru terlibat Perang Dunia II

B. Jalanya Perang Dunia II di Berbagai Wilayah


Jalanya Perang Dunia ke 2 terbagi menjadi tiga medan pertempuran yaitu medan Eropa, medan Afrika Utara, dan medan Asia Pasifik. Adapun jalanya peperangan dalam Perang Dunia II antara lain sebagai berikut;

1. Perang Dunia 2 di Eropa


Perang Dunia 2 di awali dengan  serangan Jerman ke Polandia pada 1 September 1939. Karena Polandia merupakan salah satu anggota Sekutu, maka Inggris dan Prancis pada 3 September 1939 menyatakan perang kepada Jerman. Namun dalam waktu 4 minggu saja Jerman berhasil menguasai Polandia. Inilah awal mula jalanya Perang Dunia 2 karena Jerman menyerang Polandia.

Setelah Polandia berhasil dikuasai, pada tanggal 9 April 1940 Jerman melakukan serangan ke Utara yakni ke negara Norwegia. Norwegia yang dibantu oleh Inggris sempat memberikan perlawanan sengit, namun pada 30 April 1940, Norwegia terpaksa menyerah kepada Jerman. Sementara itu, pada waktu yang sama, pasukan Jerman juga menyerbu Denmark dan dengan mudah menguasainya.

Sebelumnya sudah diceritakan bahwa salah satu penyebab Perang Dunia 2 adalah persaingan industri yang memanas. Karena negara industri memerlukan bahan mentah seperti bahan tambang untuk dijadikan sebuah produk, maka Jerman menyerang Denmark dan Norwegia untuk mencari bahan tambang.

Pada 10 Mei 1940 Jerman melancarkan serangan kilat ke Belanda, Belgia, dan Luxemburg. Serangan tersebut membuat Ratu Wilhelmina dari Belanda mengungsi ke Inggris. Kemudian pada awal Juni, Jerman yang telah menduduki Luxemburg bersiap-siap menyerang Prancis melalui kota Sedan dan berhasil mendudukinya. Selanjutnya, pada 10 Juni 1940 Italia mengumumkan perang kepada Prancis dan Inggris, dan dilanjutkan menyerbu Prancis. Tentara Prancis di bawah pimpinan Charles de Gaulle akhirnya mengungsi ke Inggris.

Kekuatan dua negara fasis Jerman dan Italia semakin mantap. Angkatan Udara dan Angkatan Laut Jerman sejak pertengahan Agustus 1940 membombardir kota-kota Inggris, sehingga pusat-pusat industri menjadi banyak yang hancur. Namun, pada tanggal 2 September 1940, Amerika Serikat menandatangani kerja sama dengan Inggris, sehingga Amerika mengirim bantuan alat perang ke Inggris.

Batuan alat perang dan dan kebutuhan bahan mentah dari Amerika Serikat termasuk Rusia membuat Inggris menjadi mampu bertahan terhadap serangan Jerman. Pada tanggal 27 September 1940 Jerman, Italia, dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara.

Pada tanggal 22 Juni 1941 dengan bantuan Finlandia dan Rumania, Jerman menyerbu Rusia. Padahal pada tanggal 21 Agustus 1939, Jerman dan Rusia telah mengadakan Perjanjian Nonagresi untuk tidak saling menyerang. Kemungkinan, alasan Jerman menyerang Rusia adalah karena Rusia memberi bantuan kepada Inggris dalam pertempuran Jerman melawan Inggris.

Pada tanggal 1 Oktober 1941, Rusia, Inggris dan Amerika Serikat menandatangani Protokol Moskow agar Inggris dan Amerika memberi bantuan kepada Rusia. Pada tahun 1942, pasukan Jerman dan aliansi maju lebih dalam ke wilayah Rusia. Namun, dengan bantuan Sekutu pada tahun 1943, Rusia mulai mengadakan serangan balasan secara besar-besaran.

Sebenarnya, Rusia sudah melakukan serangan balasan kepada Jerman, namun belum berdampak besar. Baru pada awal tahun 1943, Rusia melancarkan serangan balasan secara serempak. Serangan itu, Rusia berhasil memukul mundur pasukan Jerman di bagian selatan dan utara. Dengan bantuan Amerika dan Inggris, Rusia segera melancarkan serangan lebih jauh lagi dan berhasil memukul mundur pasukan Jerman hingga memasuki wilayah Jerman dan menggempur kota Berlin dari arah Timur.

2. Perang Dunia 2 di Afrika


Jalanya Peran Dunia II di Afrika terjadi antara tahun 1940-1943. Perang di Afrika dan Laut Tengah pecah sejak Italia menyatakan perang terhadap Prancis dan Inggris pada tanggal 10 Juni 1940. Italia tidak hanya menyerang Prancis bagian selatan, namun juga menyerang pasukan Prancis dan Inggris di Afrika Utara dan Afrika Timur.

Akan tetapi, pada 5 Januari 1941 pasukan Italia berhasil dipukul mundur oleh pasukan Inggris dan Prancis yang dipimpin oleh Jenderal De Gaulle dan jenderal Montgomery. Melihat pasukan Italia tidak berdaya, Jenderal Erwin Rommel dari Jerman segara turun tangan memimpin pasukan menyerbu Libya. Jenderal Erwin dengan mudah mengalahkan pasukan Inggris di Bardia dan Sollum. Jenderal Montgomery terpaksa mundur sampai ke perbatasan Mesir pada 20 April 1941.

Mulai bulan November 1942, Sekutu memutar haluan mengatur strategi baru karena mengalami kekalahan. Pada tanggal 7 sampai 11 November 1942, pasukan Amerika mendarat di Maroko dan Aljazair. Inggris di bawah pimpinan Montgomery kemudian menyerbu pertahanan Jerman di El Amien. Serbuan mendadak dari arah belakang pasukan Jerman berhasil menghancurkan Jerman.

Kemenangan di El Amien membawa semangat baru terhadap pasukan Sekutu. Gerakan bersama pasukan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis berhasil mengalahkan Jerman. Pada tanggal 8 dan 12 Mei 1943, Jerman menyerah di Tunisia dan Bezerte. Dengan kemengan itu, selesailah Perang Dunia II di Afrika.

Kekalahan Jerman membuat kesempatan Sekutu untuk menyerang Italia. Di bawah komando Jenderal Dwight D. Eisenhower, pasukan gabungan Amerika, Inggris, dan Kanada mendarat di Pulau Sicilia wilayah Italia. Pengeboman pesawat Sekutu secara terus menerus di kota-kota penting Italia membuat Sicilia dalam tempo cepat jatuh ke tangan Sekutu pada akhir Juli 1943.

Italia tidak menyerah begitu saja. Perlawanan terus diberikan kepada Sekutu. Barulah pada tanggal 8 September 1943 pasukan Sekutu berhasil mendarat di Italia dan memaksanya untuk menyerah tanpa syarat.

3. Pertempuran di Wilayah Jerman


Walaupun pasukan Jerman memberikan perlawanan sampai akhir tahun 1944, perlawanan itu tidak berdampak besar. Pada awal 1945, tidak ada lagi yang percaya bahwa Jerman akan memenangkan perang. Akhirnya, pasukan Sekutu berhasil merebut sebagian besar wilayah Jerman.

Pada tanggal 30 April 1945 Adolf Hitler pemimpin Nazi Jerman putus asa dan melakukan bunuh diri. Sehingga pada tanggal 7 Mei 1945 kota Berlin berhasil dikuasai Sekutu. Hal tersebut ditandai dengan menyerahnya Laksamana Doenitz menyerah tanpa Syarat. Dengan meyerahnya pasukan Jerman ini, Perang Dunia II di Eropa telah Berakhir.

4. Perang Dunia 2 di Asia Pasifik


Perang Dunia ke 2 di  Pasifik diawali dengan penyerbuan Jepang terhadap pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Peral Harbour pada 7 Desember 1941. Perang Dunia II medan Pasifik disebut juga dengan Perang Asia Timur Raya, karena Jepang selalu mempropagandakan bahwa perang yang dilakukan bertujuan untuk mewujudkan kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya.

Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember menewaskan kurang lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil serta menghancurkan peralatan perang Amerika. Jepang menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dan Sekutunya. Serbuan Jepang dilanjutkan ke negara-negara di Asia Tenggara dengan menduduki Muangthai, Birma (Myanmar), Malaysia, dan Hindia Belanda (nama Indonesia pada saat itu).

Untuk membalas serangan-serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau ke pulau lain atau disebut juga dengan taktik katak loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jenderal Dauglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway dihancurkan oleh Sekutu pada 7 Mei 1942. Inilah titik balik pertama, karena peperangan sebelumnya Jepang selalu menang.

Dalam pertempuran-pertempuran berikutnya, Amerika Serikat dapat merebut Filipina pada 22 Oktober 1944, Iwo Jima pada 17 Mei 1945, Okinawa pada 21 Juni 1945. Kemudian Inggris di bawah Lord Louis Mauntbatten menyerbu Birma (Myanmar) dengan menghancurkan pasukan Jepang pada 30 April 1945. Dari Saipan dan Okinawa Angkatan Udara Amerika Serikat menyerang kota-kota penting Jepang.

Pada awalnya Jepang masih memberikan perlawanan kepada Sekutu dan belum menyerah. Hingga pada akhirnya pada 6 Agustus 1945 kota Hiroshima dijatuhi bom atom dan pada 9 Agustus kota Nagasaki juga di bom atom oleh Sekutu. Akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 namun secara resmi Jepang menyerah kepada Sekutu pada 2 September 1945 di atas kapal Missouri di Teluk Tokyo.

Dengan demikian berakhirlah Perang Dunia II karena Jepang menyerah tanpa syarat beserta negara-negara pendukungnya. Setelah Perang Dunia 2 berakhir, maka diadakan perjanjian-perjanjian damai antara yang kalah dan sang pemenang.

C. Perjanjian-Perjanjian Setelah Perang Dunia II


Perjanjian-perjanjian penting yang diadakan setelah Perang Dunia II bertujuan untuk membereskan masalah-masalah yang timbul setelah Perang Dunia 2. Perjanjian tersebut antara pihak yang kalah dalam perang dan pihak yang keluar sebagai pemenang.

1. Perjanjian Potsdam (17 Juli - 2 Agustus 1945)


Perjanjian Postdam dilaksanakan antara Sekutu dan Jerman. Tokoh-tokoh dari pihak Sekutu yang terlibat dalam perjanjian antara lain Presiden Harry S. Truman (Amerika Serikat), PM Clement Attlee (Inggris), dan Yoseph Stalin (Uni Soviet).

Isi perjanjian Postdam adalah sebagai berikut
  • Wilayah Jerman dibagi menjadi 4 daerah pendudukan. Amerika menduduki bagian Barat Daya. Uni Soviet menduduki bagian timur. Prancis menduduki bagian Barat, dan Inggris menduduki bagian barat laut.
  • Kota Berlin juga dibagi menjadi 2 bagian yaitu; pertama Berlin timur dikuasai oleh Uni Soviet, yang kedua Berlin barat diduduki oleh Amerika, Prancis, dan Inggris.
  • Danzig daerah Jerman sebelah timur sungai Order dan Niesse de berikan kepada Polandia.
  • Angkatan Perang Jerman harus dikurangi jumlah terntaranya dan peralatan militer (demiliterisasi).
  • Pejabat perang, yakni tokoh-tokoh Nazi harus dihukum di bawah pengawasan Internasional.
  • Jerman harsu membayar kerugian perang kepada Sekutu.

2. Perjanjian San Fransisco (8 September 1951)


Perjanjian San Fransisco di adakan antara Sekutu dan Jepang dan dilaksanakan di Jepang pula. Pada awalnya perjanjian ini bersifat sementara, namun kemudian di sahkan pada 8 September 1951. Peristiwa ini Rusia tidak ikut menandatangani, sehingga Rusia tidak mengakuinya.

Isi Perjanjian San Fransisco adalah sebagai berikut;
  • Kepulauan Jepang berada di bawah pengawasan Amerika Serikat.
  • Kepulauan Kurile dan Sakhalin Selatan diberika kepada Rusia, sedangkan Mantsyuria dan Taiwan diberikan kepada Tiongkok.
  • Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
  • Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.

3. Konferensi Paris (29 Juli - 15 Oktober 1946)


Konferensi Paris dilaksanakan antara pihak Sekutu dengan Italia, Rumania, Bulgaira, Hongaria, dan Austria pada 29 Juli sampai 15 Oktober 1946. Secara garis besar, keputusan yang dihasilkan dalam konferensi paris antara lain
  • Masing-masing negara yang kalah membayar ganti rugi akibat perang.
  • Penyerahan sisa-sisa perlengkapan perang kepada Sekutu.
  • Demiliterisasi diberlakukan kepada negara-negara yang kalah.
  • Penetapan perbatasan-perbatasan baru bagi negara-negara tersebut
  • Adanya jaminan integrasi bagi negara-negara tersebut.
  • Negara-negara jajahan Italia di Afrika diambil alih Inggris.
  • Abessynia dan Albania dimerdekakan kembali.

Walaupun pelaksanaan perjanjian tersebut di atas dari 29 Juli - 15 Oktober 1946, namun Konferensi Paris ditandatangani pada 10 Februari 1947.
  .

D. Akibat Perang Dunia II


Setelah Perang Dunia II usai tentu dampak yang ditimbulkan sangatlah besar bagi dunia. Berikut adalah dampak Perang Dunia 2 di berbagai bidang

1. Akibat Peran Dunia 2 di Bidang Politik

  • Amerika Serikat dan Uni Soviet keluar sebagai pemenang dan menyebabkan keduanya menjadi negara raksasa (super power).
  • Terjadinya persaingan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet.
  • Politik memecah belah. Kedua negara super power tersebut menjalankan politik memecah belah bangsa lain demi kepentingan mereka.
  • Timbulnya negara-negara nasional. Negara-negara imperialis barat, seperti Inggris, Perancis, Belanda, Portugis, Spanyol tidak mampu lagi menghalangi semangat perjuangan bangsa-bangsa yang mereka jajah.
  • Timbul persekutuan-persekutuan lagi. Sebagai balance of power policy, negara-negara raksasa berusaha mengadakan persekutuan baru demi keamanan bersama. Misalnya
  • Amerika serikat dan sekutunya membentuk NATO dan Uni Soviet bersama sekutunya membentuk Pakta Warsawa.

2. Akibat Perang Dunia 2 di Bidang Ekonomi

  • Perekonomian dunia menjadi kacau.
  • Jepang dan Jerman muncul sebagai negara industri lagi.

3. Bidang Sosial

  • Golongan cerdik pandai menjadi kuat kedudukannya.
  • Banyak badan-badan sosial yang bermunculan

4. Bidang Rohani

Didirikan United Nation Organization (UNO) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai penyempurnaan dari Liga Bangsa-Bangsa (LBB) pada tanggal 24 Oktober 1945.

Itulah pembahasan mengenai sejarah Perang Dunia 2 yang telah berkecamuk pada 1939-1945. Di berbagai wilayah Eropa, Afrika, dan Asia Pasifik dan berbagai negara-negara yang terlibat dalam peperangan. Semoga dapat membantu para pembaca untuk memperoleh pengetahuan.

Perang Dunia II: Sebab Terjadinya, Jalanya Perang dan Akibat Yang Ditimbulkan

Perang Dunia II berakhir ditandai dengan kekalahan Jerman dalam perang di El Amien oleh pasukan Sekutu yang dipimpin Jenderal Montgomery pada 12 Oktober 1942. Pada saat itu, pertahanan pasukan Jerman diserang secara mendadak dari belakang, sehingga pasukan dari Jerman tidak siap untuk menyambut serangan tersebut. Bukan hanya itu, Jepang pada pertempuran Laut Karang juga mengalami kekalahan pada 4 Mei 1942.

Setelah beberapa kali pihak Sentral (Jerman, Jepang, dkk) memenangkan pertempuran akhirnya pada tahun 1943-1945 berbaik menjadi pihak yang bertahan dan beberapa kali mengalami kekalahan. Akhirnya, Jepang menyerah kepada Sekutu setelah kota Hitosima dan kota Nagasaki dibom atom oleh Sekutu. Jerman pun menyerah kepada sekutu setelah kota-kota penting di wilayah Jerman dikuasai oleh Sekutu. Setelah Perang Dunia 2 dimenangkan oleh Sekutu, perjanjian damai setelah Perang Dunia 2 dilaksanakan.

Lalu apa akibat Perang Dunia ke 2 setelah usai? Perang Dunia II yang berakhir dengan korban dan kerugian yang jauh lebih besar dari pada Perang Dunia I. Perang Dunia 2 juga membawa dampak yang luas dalam berbagai bidang, baik bidang ekonomi, sosial, maupun bidang organisasi internasional.

Akibat Perang Dunia 2

Akibat Perang Dunia II
Akibat Perang Dunia II

1.  Di Bidang Ekonomi


Akibat Perang Dunia 2 di bidang ekonomi sangat berpengaruh terhadap keadaan ekonomi dunia. Dampak Perang Dunia II dalam bidang ekonomi antara lain sebagai berikut:
  • Perekonomian dunia menjadi hancur, kecuali Amerika Serikat. Dengan demikian Amerika tampil sebagai negara kreditur utama bagi negara-negara seluruh dunia.
  • Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri setelah memperoleh bantuan modal dari Amerika Serikat.

Sebagai negara kreditur (yang meminjamkan modal) kepada negara lain Amerika Serikat membuat beberapa program untuk menyalurkan bantuan berupa kredit, seperti: Marshall Plan, Truman Doctrine, Point Four Truman, dan Colombo Plan.

Marshall Plan dibentuk untuk memberikan bantuan ekonomi dan militer untuk membangun kembali Eropa.Truman Doctrine bertujuan memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada Yunani dan Turki. Point Four Truman bertujuan memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada negara-negara yang masih terbelakang. Colombo Plan merupakan program kerja sama pembangunan ekonomi dan kebudayaan di Asia Pasifik yang dibentuk di Inggris.

2. Di Bidang Politik


Setelah Perang Dunia II, tampak terjadi perubahan dalam bidang politik dunia. Akibat Perang Dunia 2 di bidang politik antara lain sebagai berikut;
  • Terjadi persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk menjadi negara yang paling berpengaruh dan berkuasa di dunia.
  • Amerika dan Uni Soviet tidak hanya keluar sebagai pemenang perang, tetapi muncul sebagai negara yang paling berpengaruh dan adikuasa di dunia.
  • Timbul negara-negara baru karena bangkitnya nasionalisme bangsa-bangsa bekas jajahan di Asia Afrika (termasuk Indonesia).
  • Terjadi politik memecah belah oleh kedua negara adikuasa tersebut terhadap negara-negara lain, seperti Jerman, korea, dan Indo-Cina.
  • Terbentuknya persekutuan politik baru.

Adanya keseimbangan kekuatan mengakibatkan negara-negara besar berusaha kembali membentuk persekutuan-persekutuan baru yang didasarkan atas kepentingan keamanan bersama, seperti NATO (North Atlantic Treaty Organization), MEDO (Middle Eastern Defence Organization), SEATO (South East Asia Treaty Organization), dan Pakta Warsawa (sekarang sudah bubar).

3. Di Bidang Sosial


Perang Dunia II juga berpengaruh besar di bidang sosial. Dampak Perang Dunia II dalam bidang sosial antara lain sebagai berikut;
  • Munculnya badan-badan sosila untuk menolong umat manusia yang menjadi korban perang, misalnya UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administrations) yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa.
  • Kedudukan golongan cerdik, pandai, dan berilmu (para ilmuan) semakin kuat.

4. Di Bidang Organisasi Internasional


Karena manusia semakin menyadari kekejaman akibat Perang Dunia 2, maka semakin mendambakan perdamaian. Untuk itu didirikan PBB pada tahun 1945. Selain itu lahir pula gerakan KTT non Blok pada 1961.

Jalanya Perang Dunia 2 selain mengakibatkan dampak-dampak tersebut di atas, tentu telah banyak korban jiwa dalam pertempuran-pertempuran perang dunia 2. Negara-negara di dunia yang terkena dampak perang harus menata kembali segala sesuatunya demi menyetabilkan berbagai bidang, seperti bidang ekonomi, politik dan lain-lain. Membangun berbagai fasilitas penting untuk menunjang kemakmuran rakyatnya bagi negara-negara yang hancur akibat perang.

Akibat Yang Ditimbulkan Setelah Perang Dunia II

Setelah Perang Dunia II berakhir, maka diadakan perjanjian-perjanjian perdamaian antara pihak yang menang dan pihak yang telah mengalami kekalahan. Dalam Perang Dunia 2 memang banyak negara-negara yang terlibat, namun dalam peperangan tersebut terdapat negara-negara yang beraliansi atau bekerja sama. Oleh sebab itu, dalam perjanjian perdamaian pada Perang Dunia II terdapat 3 perjanjian penting. Perjanjian-perjanjian penting yang diadakan untuk membereskan masalah-masalah yang timbul setelah Perang Dunia II antara lain; Perjanjian Potsdam, Perjanjian San Fransisco, dan Konferensi Paris.

Perjanjian Setelah Perang Dunia 2

Perjanjian setelah perang dunia ii

1. Perjanjian Potsdam (17 Juli - 2 Agustus 1945)


Salah satu perjanjian yang mengakhiri Perang Dunia II adalah Perjanjian Potsdam. Perjanjian ini dilaksanakan antara pihak Sekutu sebagai pemenang dan Jerman sebagai pihak yang kalah perang. Adapun tokoh-tokoh dari pihak Sekutu yang terlibat dalam perjanjian di Potsdam adalah Presiden Harry S. Truman (Amerika Serikat), PM Clement Attle (Inggris), dan Yoseph Stalin (Uni Soviet).

Isi Perjanjian Potsdam antara lain sebagai berikut
  • Jerman dibagi menjadi 4 daerah pendudukan yakni, Uni Soviet menduduki wilayah timur, Prancis menduduki wilayah barat, Inggris menduduki wilayah barat laut, dan Amerika Serikat menduduki wilayah barat daya.
  • Kota Berlin yang berada di tengah-tengah Jerman dibagi menjadi 2 bagian yaitu, Berlin Timur dikuasai oleh Uni Soviet, sedangkan Berlin Barat dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
  • Kota Danzig  dan daerah Jerman sebelah timus Sungai Oder dan Niesse diberikan kepada Polandia.
  • Angkatan Perang Jerman harus dikurangi jumlah tentara dan peralatan militernya (didemiliterisasi).
  • Pejabat perang, yakni tokoh Nazi Jerman harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
  • Jerman harus membayar kerugian yang diakibatkan oleh perang kepada Sekutu.
Perlu diingat bahwa perjanjian ini disebut dengan Perjanjian Potsdam karena saat perjanjian ini terjadi diadakan Kota Potsdam ibu kota Bundesland Brandenburg, Jerman.

2. Perjanjian San Fransico (8 September 1951)


Perjanjian ini diadakan di Jepang yaitu antara Sekutu dengan Jepang pada tahun 1945. Pada mulanya perjanjian ini hanya bersifat sementara, namun kemudian Perjanjian San Fransico disahkan pada 8 September 1951.

Isi Perjanjian San Fransisco antara lain sebagai berikut:
  • Jepang (untuk sementara) di bawah pengawasan pendudukan Amerika Serikat.
  • Pejabat-pejabat perang harus dihukum
  • Jepang harus membayar ganti kerugian perang (khusus untuk Indonesia sebesar 700 Dolar Amerika Serikat).
  • Daerah-daerah hasil ekspansi Jepang dikembalikan kepada yang berhak. Kepulauan Kuril dan Sakalin  Selatan diserahkan kepada Rusia, Manchuaria dan Taiwan diserahkan kepada Cina, serta kepulauan Jepang di Pasifik diserahkan kepada Amerika Serikat. Korea dibagi menjadi 2 dengan batas Garis 38 derajat Lintang Utara di bagian utara diduduki Uni Soviet dan bagian Selatan diduduki oleh Amerika Serikat.

Dalam perjanjian tersebut Rusia tidak ikut menandatangani, sehingga tidak mengakuinya.

3. Konferensi Paris (29 Juli - 15 Oktober 1946)


Konferensi Paris dilaksanakan antara pihak Sekutu dengan Italia, Rumania, Bulgaria, Hongaria, dan Austria. Hasil Konferensi Paris ini baru ditandatangani pada tanggal 10 Februari 1947.

Secara garis besar, isi Perjanjian dalam Konferensi Paris sebagai berikut.
  • Masing-masing negara yang kalah perang harus membayar kerugian yang diakibatkan perang.
  • Demiliterisasi diberlakukan terhadap negara-negara yang kalah perang.
  • Penyerahan sisa-sisa perlengkapan perang kepada Sekutu.
  • Adanya jaminan integrasi bagi negara-negara tersebut.
  • Penetapan perbatasan-perbatasan bagi negara-negara tersebut.
  • Abessynia dan Albania dimerdekakan kembali.
  • Negara-negara jajahan Italia di Afrika diambil alih Inggris.

Itulah beberapa perjanjian-perjanjian yang terjadi setelah Perang Dunia II.Untuk sebagai catatan saja bahwa pihak yang kalah dalam peperangan pasti harus membayar atas kerugian yang ditimbulkan oleh peperangan kepada pihak yang menang. Sebenarnya, peperangan tidak akan menyelesaikan masalah, namun malah akan menambah masalah.

Jalanya Perang Dunia 2 terjadi dengan melibatkan seluruh dunia, sehingga akibat yang ditimbulkan perang dunia 2 sangat luar biasa. Untuk itu mari kita ambil hikmahnya, seperti mempelajari apa saja penyebab Perang Dunia 2, sehingga kita tidak mengulangi kesalahan pendahulu kita.

Perjanjian Perjanjian Setelah Perang Dunia II

Pecah Perang Dunia 2 di awali dengan, Jerman menyerang Polandia pada 1 September 1939. Selanjutnya Inggris dan Prancis sebagai negara yang menjadi sekutu Polandia tidak tinggal diam. Pada tanggal 3 September 1939, Inggris dan Prancis menyatakan perang kepada Jerman. Peperangan antara Jerman dan Italia dengan pihak Sekutu pun terjadi di berbagai kawasan Afrika dan Eropa.

Di tengah-tengah Perang Dunia II antara tahun 1939-1945 di Afrika dan Eropa, terdapat peperangan yang juga sangat luar biasa. Peperangan tersebut adalah pertempuran di wilayah Asia Pasifik. Perang Pasifik atau disebut juga dengan perang asia timur raya.

Sebelumnya, memang terdapat pertempuran di beberapa tempat yaitu, Jerman menyerang Polandia, Rusia menyerang Finlandia, Jerman menyerbu Norwegia dan Denmark, serta peperangan antara Jerman dengan Belgia, Belanda, dan Prancis, dan lain-lain.

Jalanya Perang Dunia 2 di wilayah Asia Pasifik di awali dengan penyerangan Jepang terhadap Armada Angkatan Laut Amerika Serikat. Penyerangan tersebut sekaligus menjadi sebab terjadinya perang dunia 2.
Peperangan asia timur raya
Ilustrasi Perang Pasifik

Perang di Asia Pasifik


Awal mula peperangan di Asia Pasifik adalah Jepang yang berhasil merebut Vietnam (Indo-Cina) dari pemerintahan Prancis. Vietnam pun akhirnya dijadikan pangkalan armada utama Jepang untuk melancarkan serangan ke Asia Tenggara.

Jepang membuka Perang Pasifik dengan melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour, Pangkalan Armada Amerika Serikat di Pasifik pada tanggal 7 September 1941. Serangan tersebut menyebabkan Amerika Serikat tidak lagi bisa mempertahankan sikap netral dalam Perang Dunia II. Beberapa jam setelah itu, pada tanggal 8 Desember 1941, Amerika Serikat menyatakan perang kepada Jepang. Itulah salah satu sebab Perang Dunia 2 terjadi.

Kemenangan Jepang  Dalam Peran Asia Timur Raya


Perang Dunia II di medan Asia Pasifik sering disebut dengan Perang Asia Timur Raya, karena Jepang selalu mempropagandakan bahwa peperangan yang dilakukan bertujuan untuk kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya. Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember 1941 menewaskan kurang lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil, serta menghancurkan peralatan perang Amerika Serikat. 

Setelah Jepang melumpuhkan armada Amerika Serikat di Asia Pasifik, dari pangkalan utamanya Vietnam, Jepang segera melancarkan serangan ke Asia Tenggara. Pasukan Jepang dalam penyerangan itu dipimpin oleh Jenderal Yamashita. Serangan Jepang yang menuju Asia Tenggara berhasil menduduki negara-negara Muangthai, Burma (Myanmar), Malaysia, dan Hindia Belanda (nama Negara Indonesia pada saat itu) dan berhasil memporak-porandakan pertahanan Sekutu di Asia Tenggara.

Dalam penyerbuan ke Malaya, pada tanggal 10 Desember 1941, Jepang berhasil menenggelamkan dua kapal induk milik Inggris. Dua kapal induk tersebut adalah HMS Princes of Wales dan HMS Repulse. Tenggelamnya kapal induk tersebut di susul dengan menyerahnya Jenderal Percival kepada Jenderal Yamashita pada 14 Februari 1942.

Pada tanggal 27 Februari 1942 terjadi pertempuran yang disebut The Battle of Java Sea (Pertempuran di Laut Jawa). Dalam serangan itu, Pulau Jawa jatuh ke tangan Jepang, kemudian disusul dengan menyerahnya Belanda kepada Jepang pada 9 Maret 1942.

Serbuan Jepang ke Burma (Myanmar) menyebabkan jatuhnya Burna ke tangan Jepang pada 2 Mei 1942. Demikian pula, Filipina berhasil dikuasai Jepang pada 6 Mei 1942. Jenderal Douglas Mac Arthur mundur ke Australia untuk menyusun strategi dan taktik baru. Dengan demikian, dalam tempo kurang lebih 5 bulan, Jepang sudah menguasai seluruh Asia Tenggara.

Untuk membalas serangan-serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau ke pulau atau disebut dengan taktik Katak Loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jenderal Doulgas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Dengan taktik tersebut, tentara Jepang pada 7 Mei 1942, di Laut Karang dan Midway dihancurkan oleh Sekutu. Oleh sebab itu, kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik di awali dengan hancurnya armada Jepang di Laut Karang pada 7 Mei.

Mulai tahun 1943, pertempuran di Asia pasifik memasuki titik balik setelah pertempuran di Laut Karang yang dimulai pada 4 Mei 1942, dan di Guadalancanal (7 Agustus 1942 sampai 9 Februari 1943). Dalam pertempuran di Laut Kanal dan Guadalancanal, Jepang mengalai kekalahan besar. Laksamana Jepang Yamamoto gugur. Tentara Amerika Serikat dapat merebut kepulauan di sebelah timur Irian.

Kekalahan Jepang Dalam Perang Asia Pasifik


Dalam pertempuran-pertempuran berikutnya, Amerika Serikat berhasil merebut Filipina pada 22 Oktober 1944, Iwo Jima (17 Maret 1945), Okinawa (21 Juni 1945). Dari Filipina yang telah direbut kembali, Sekutu merencanakan untuk menyerbu Jepang. Sementara itu, dari Hawaii, armada Amerika Serikat di bawah Laksaman Chester Nimits juga berusaha menyerbu Jepang setelah mengalahkan armada Jepang. Pasukan korps komando Amerika berhasil mendekati kepulauan Jepang.

Pada tanggal 17 Maret 1945, Iwojima direbut. Menyusul kemudian, tanggal 21 Juni 1945, Okinawa direbut pasukan Amerika.

Walaupun angkatan Udara Amerika Serikat berhasil telah mengebom kota-kota di Jepang, tetapi Jepang tetap tidak menyerah. Oleh karena itu, pada tanggal 6 Agustus 1945 kota Hiroshima dibom atom oleh Sekutu. Karena Jepang belum juga menyerah, maka pada tanggal 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat.

Akhirnya, melalui pidato radio pada tanggal 14 Agustus 1945, Kaisar Jepang Hirohito menyatakan kesediaan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Akan tetapi, secara resmi, upacara penyerahan Jepang baru diadakan pada 2 September 1945 di atas kapal perang Missouri di Teluk Tokyo. Dengan demikian, Perang Pasifik yang merupakan bagian dari Perang Dunia II di anggap berakhir dan Sekutu kembali keluar sebagai pemenang.

Setelah Perang Dunia II berakhir maka diadakan perjanjian-perjanjian perdamaian antara pihak pemenang dan pihak yang kalah. Perjanjian-perjanjian itu akan dibahas dalam artikel yang berjudul "Perjanjian Perdamaian Setelah Perang Dunia II"

Perang Dunia II di Asia Pasifik

Penyerbuan Jerman terhadap Polandia pada 1 September 1939 menandai mulainya Perang Dunia II. Hal tersebut disebabkan oleh tuntutan Jerman yang tidak di dipenuhi oleh Polandia yang tidak mau menyerahkan Kota Danzig. Karena kota Danzig penduduknya berkebangsaan Jerman, maka Jerman kemudian menyerang Polandia.

Tidak lama kemudian, negara-negara Liga Bangsa Bangsa (LBB) terutama Inggris dan Prancis mengumumkan perang terhadap Jerman pada 3 September 1939. Karena Polandia merupakan salah satu negara anggota LBB dan Polandia juga mengadakan perjanjian untuk saling menjamin kemerdekaan masing-masing negara dengan Inggris dan Prancis. Jerman pun tidak tinggal diam, seorang pemimpin Nazi Jerman bernama Adolf Hitler juga mengadakan perjanjian dengan Rusia untuk tidak saling menyerang.

Sebelum penyerbuan Jerman atas Polandia, situasi politik sangat memanas dan menegang. Hingga akhirnya terbentuklah kembali aliansi pada masa Perang Dunia I. Saat itu terdapat 2 paham ideologi yang berkembang dan saling bermusuhan yaitu; Jerman dan Italia menganut paham ultranasionalisme (Nasional-Sosialis Jerman dan Fasisme Italia). Sedangkan Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis menganut paham Demokrasi.

Dengan adanya persaingan ideologi tersebut, maka timbul saling curiga dan tidak aman di berbagai negara, sehingga mereka mencari jalan untuk melindungi negara masing-masing. Jalan yang ditempuh untuk melindungi negaranya masing-masing adalah dengan memperkuat persenjataan dan militer, sehingga persaingan persenjataan dan militer antar negara pun terjadi. Selain itu, bergabung atau beraliansi dengan negara yang lebih kuat merupakan cara yang efektif untuk memperkuat negara dan menjaga negara dari serangan musuh.

Akhirnya, Jerman yang memiliki dendam terhadap Prancis karena kalah dalam Perang Dunia I tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, sehingga mulai menyerang Polandia untuk merebut kota Danzig dan kembali berperang dengan Prancis beserta sekutunya. Di sisi lain, pada tahun 1937 di Asia, Jepang menyerang Cina dan disusul dengan penyerangan Jepang terhadap Pangkalan Armada Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941.

Paling tidak, penjelasan di atas sudah cukup untuk menjadi latar belakang terjadinya Perang Dunia II. Selanjutnya, masuk pada pembahasan inti.
Jalanya Perang Dunia II
Ilustrasi Perang Dunia II

Jalannya Perang Dunia II


Dimulai dari penyerbuan Jerman terhadap Polandia pada 1 September 1939 yang memicu negara Inggris dan Prancis juga menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September 1939. Kemudian setelah Jepang melancarkan serangan mendadak pada 7 Desember 1941 di Pearl Harbour Pangkalan Armada Amerika Serikat, Jepang dan Italia yang menjadi sekutu Jerman segera menyatakan perang kepada Amerika Serikat. Sebenarnya, Amerika Serikat sudah menyatakan dan terlibat perang dengan Jepang terlebih dahulu pada 8 Agustus 1941, dan saat itu Amerika berada di pihak Sekutu.

Yang perlu diingat, bahwa Perang Dunia II melibatkan 3 kelompok besar yaitu, pihak Sekutu yang meliputi negara Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan lain-lain, kemudian Pihak Jerman yang beraliansi dengan Italia dan Jepang, dan yang terakhir adalah Uni Soviet (Rusia).

Pada awal peperangan, Jerman merasa bahwa Rusia tidak akan menyerang Jerman karena telah diadakan perjanjian untuk tidak saling menyerang. Karena perjanjian tersebut, Rusia dianggap Blok Sentral oleh pihak Sekutu. Namun apa yang terjadi, Jerman malah menyerang Rusia terlebih dahulu pada bulan Juni 1941. Hal tersebut membuat negara-negara Sekutu membantu Rusia untuk menghancurkan Jerman di Frort Timur.

Jika ditinjau dari waktu berlangsungnya perang yaitu dari tahun 1939-1945, maka jalannya Perang Dunia 2 dapat dibedakan dalam tiga tahap yaitu:

1. Tahap Permulaan ( 1939-1942)


Pada tahap ini, negara-negara Sentral umumnya selalu menang di berbagai medan pertempuran. Sebaliknya, negara-negara Sekutu hanya bertahan dan kalah.

2. Tahap Titik Balik (1942)


Tahap titik balik ditandai dengan beberapa kekalahan Blok Sentral yaitu; Kalahnya Jepang dalam pertempuran di Laut Karang pada 4 Mei 1942. Jerman dipukul Mundur dalam pertempuran di El Alamien oleh Jendral Montgomery pada 12 Oktober 1942. Jerman kalah dengan tentara Rusia yang dipimpin oleh Jendral Gregory Zhukov dalam pertempuran Stalingrad pada 19 November 1942.

3. Tahap Akhir (1943-1945)


Pada tahap ini negara-negara Sekutu mulai melakukan serangan yang menentukan bagi kekalahan Blok Sentral.

Medan Pertempuran Terjadinya Perang Dunia II


Jika ditinjau dari berbagai medan pertempuran yang telah terjadi, maka jalannya Perang Dunia II dapat terlihat dari dinamika perang sebagai berikut.

1. Penyerangan Terhadap Polandia dan Finlandia


Pada tanggal 1 September 1939, Adolf Hitler pemimpin Nazi Jerman memulai Perang Dunia II dengan mengerahkan 1,7 juta pasukan yang dibekali dengan ratusan pesawat tempur dan persenjataan berat serba modern. Polandia merupakan negara sasaran Jerman pada saat ini. Dalam tempo yang singkat, sebagian besar daerah Polandia berhasil dikuasai. Rusia merasa tidak aman lagi. Oleh karena itu, pada tanggal 17 September 1939 Rusia juga menyerbu Polandia Timur dan berhasil dikuasai pada 27 September 1939.

Inggris dan Prancis yang menjamin kemerdekaan Polandia tidak mungkin lagi untuk menolong Polandia dari kekalahan yang begitu cepat.

Setelah Polandia menyerah, Rusia kemudian mengarah ke Finlandia. Tepat pada tanggal 30 November 1939, Rusia menyerang Finlandia dan berhasil memaksa negara tersebut untuk mengadakan perjanjian yang disodorkan Rusia pada 12 Maret 1940. Dalam perjanjian itu, Finlandia terpaksa menyerahkan kota Karelian Isthmus, Viborg, Pangkalan AL Hangoe, dan sejumlah kepulauan miliknya kepada Rusia.

Penyerangan yang pertama ini merupakan awal dari Jalanya Perang Dunia II dan menjadi salah satu sebab terjadinya Perang Dunia 2, yaitu Jerman menyerang Polandia pada 1 September 1939.

2. Penyerbuan Jerman ke Norwegia dan Denmark


Pada tanggal 9 April 1940, Jerman kembali melancarkan serangan baik laut dan udara ke wilayar Norwegia. Dalam waktu yang singkat, pasukan Jerman berhasil menduduki kota Oslo, Bergen, Trondheim, Stavagar, dan Narvik.

Sebenarnya, pasukan Norwegia yang dibantu oleh Inggri dan Prancis sempat memberikan perlawanan yang sengit. Akan tetapi pada tanggal 30 April 1940, Norwegia terpaksa menyerah kepada Jerman.

Pejabat kepemerintahan Norwegia kemudian melarikan diri ke London (Inggris) untuk melanjutkan perlawanan dari pengasingan. Sementara itu dalam waktu yang sama, pasukan Jerman juga menyerbu Denmark dan dengan mudah mengalahkannya.

3. Kekalahan Belanda, Belgia dan Prancis


Tanpa pemberitahuan apa pun, pasukan Jerman melancarkan serang kilat ke Belanda, Belgia, dan Luxemberg pada 10 Mei 1940. Ratu Wilhelmina dari Belanda melarikan diri ke London. Sedangkan Raja Leopold III memerintahkan Belgia untuk menyerah kepada Jerman pada 26 Mei 1940. Sementara itu pasukan Inggris yang dikirim untuk membantu Belgia terkepung di Pelabuhan Dunkirk. Namun sejumlah pasukan Inggris berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke Inggris.

Melalui Kota Sedan, pada awal Juni 1940 pasukan Jerman yang telah berhasil menduduki Luxemburg bersiap-siap untuk menyerang Prancis. Pertempuran sengit yang terjadi pada 15 Juni 1949 di Kota Verdum membuat kemerdekaan Prancis tidak dapat diselamatkan. Lebih dari setengah wilayah Prancis telah direbut oleh pasukan Jerman dalam waktu yang singkat.

Akhirnya, pada tanggal 22 Juni, melalui Jenderal Petain, menandatangani penyerahan Prancis kepada Jerman. Kemudian Jenderal Petain di kota Vichy membentuk pemerintahan Prancis yang tunduk kepada Jerman. Pasukan Perancis yang tetap setia kepada Perancis, di bawah pimpinan Jenderal Charles de Gaulle, melakukan perlawanan dengan mendirikan pemerintahan pengasingan di Kota London.

4. Pertempuran Sengit Antara Jerman Dan Inggris


Kekalahan Prancis membuat perhatian Jerman di Front Barat dialihkan ke Inggris. Dengan mengerahkan angkatan laut dan udara, Jerman berusaha mematahkan perlawanan Inggris. Pertengahan Agustus 1940, Jerman mengerahkan seribu pesawat tempur setiap hari untuk menggempur kota-kota yang ada di wilayah Inggris, baik siang dan malam. Sebagai akibatnya, banyak pusat industri yang hancur dan ribuan penduduk kota London terbunuh dan luka.

Inggris mengalami kualahan atas serangan yang dilancarkan oleh Jerman, sehingga meminta bantuan kepada Amerika Serikat pada 2 September 1940. Dengan bantuan Amerika Serikat, pasukan Inggris kembali bangkit dan dapat mengimbangi kekuatan tempur Jerman. Bahkan pertahanan Inggris yang dapat membendung serangan-serangan Jerman membuat frustasi angkatan udara Jerman.

Akibatnya, kerja sama yang melibatkan poros Roma, Berlin, dan Tokyo dipererat dengan ditandatanganinya kerja sama militer antara Jerman, Italia, dan Jepang pada 27 September 1940. Namun, dengan mengalirnya uang, senjata, dan bahan makanan, bahkan kesepakatan untuk menstandarkan persenjataan mereka, Inggris dapat bertahan dari serangan Jerman.

5. Pertempuran Sengit Antara Jerman dan Rusia


Jalanya Perang Dunia II kembali berkobar antara Jerman dan Rusia pada Juni 1941 sampai dengan Desember 1944. Tanpa menghiraukan perjanjian nonagresi, Jerman menyerbu Rusia pada 22 Juni 1941. Dalam serangan kilat ini, Jerman berhasil memukul mundur tentara Rusia ke arah Timur. Antara Juni hingga November 1941, garis pertempuran Front Timur ini membentang dari utara kota Riga di Latvia sampai selatan kota Sevastopol di Semenanjung Krim.

Rusia yang mundur ke Timur meminta bantuan Inggris dan Amerika Serikat. Pada tanggal 1 Oktober 1941, Inggris, Amerika Serikat, dan Rusia menandatangani protokol Moskow. Isi perjanjian itu adalah bahwa Inggris dan Amerika akan memberi bantuan kebutuhan-kebutuhan pokok kepada Rusia selama 9 bulan. Selain itu Amerika juga memberikan pinjaman uang sebesar 1 Miliar US Dolar.

Pasukan Jerman dan aliansi maju lebih jauh ke pedalaman Rusia pada 1942. Dengan demikian, daerah yang dikuasai Jerman membentang dari utara kota Leningra, Stalingrad sampai ke selatan di wilayah pegunungan Kaukasus.

Kendati demikian, Rusia belum menyerah. Pada 26 Mei 1943, Rusia mengadakan pakta milier dengan Inggris untuk jangka waktu 20 Tahun. Dengan bantuan Inggris dan Amerika, serta menggunakan taktik bumi hangus, Rusia berhasil menahan laju pasukan Jerman.

Akhirnya, Rusia mengadakan serangan besar-besaran pada tahun 1943. Serangan tersebut di bagian selatan dan utara secara serempak dan berhasil memukul mundur sebanyak 22 divisi pasukan Jerman di bagian Selatan. Kemenangan ini membangkitkan semangat juang Rusia. Mereka semakin bersemangat ketika Inggris dan Amerika Serikat mengirim bantuan 4.100 pesawat tempur dan 138.000 motor dari berbagai jenis. Sehingga gerak laju pasukan Rusia ke Barat seperti tidak mungkin dibendung.

Rusia melancarkan serangan yang lebih jauh lagi. Dengan dukungan sebanyak 275 divisi pasukan, Rusia terus memukul mundur Jerman. Pada akhir 1943, pasukan Rusia berhasil maju sampai ke sepenjang Sungai Dnieper dan dapat kembali menguasai kota Kiev.

Pada tahun 1944, langkah maju pasukan Rusia semakin tak dapat dibendung lagi. Kota demi kota dapat direbut kembali. Bahkan, pada tanggal 24 Agustus 1944, Rumania menyerah kepada Rusia. Bulgaria menyerah kepada Rusia pada tanggal 20 Oktober 1944. Sesudah itu, Rusia terus melancarkan serangan sampai memasuki wilayah Jerman dan menggempur kota Berlin dari arah timur.

6. Perang di Afrika


Peperangan antara Jerman dan Rusia telah dimenangkan oleh pihak Rusia. Sementara itu pada tahun 1940 hingga 1943, di Afrika juga terdapat peperangan antara Italia dengan Prancis dan Inggris. Dalam peperangan ini, ternyata Jerman juga ikut membantu Italia sebagai alaiansianya.  Jadi jalanya Perang Dunia II di kawasan Afrika ada dua aliansi yaitu, pihak Italia dan Jerman melawan Prancis dan Inggris.

Peperangan di Afrika dan Laut Tengah pecah sejak Italia menyatakan perang terhadap Prancis dan Inggris pada 10 Juni 1940. Italia tidak hanya menyerang Prancis Selatan, namun juga menyerang pasukan Inggris dan Prancis di Afrika Utara dan Timur. Akan tetapi pasukan Italia dapat dipukul mundur oleh pasukan Prancis dan Inggris yang dipimpin oleh Jenderal Montgomey pada 5 Januari 1941.

Jerman pun tidak tinggal diam atas kekalahan Italia sebagai aliansinya. Jenderal Erwin Rommel dari Jerman segera turun tangan memimpin pasukannya menyerbu Libya. Jenderal Rommel dengan mudah mengalahkan pasukan Inggris di Bardia dan Sollum. Montgomery terpaksa mundur sampai ke perbatasan Mesir di kota Tobruk p ada t anggal 2 0 April 1 941. B ahkan pada bulan Juni 1941, pasukan Rommel telah merebut kota El Alamein yang terletak 70 mil jauhnya dari Alexandria. Dengan demikian, medan perang Afrika Utara sepenuhnya telah dikuasai oleh Jerman dan Italia.

Mulai bulan November 1942, Sekutu (Prancis, Inggris, dll) memutar haluan untuk mengatur strategi baru karena baru mengalami kekalahan. Jenderal Montgomery  memancing pasukan Jerman untuk terus maju ke Kairo, Mesir dan bermaksud untuk memukul pasukan Jerman dari Belakang lewat Tripoli.

Pada tanggal 7-11 November 1942, pasukan Amerika Serikat Mendarat di Maroko dan Aljazair. Inggris di bawah pimpinan Montgomery kemudian menyerbu pertahanan Jerman dari belakang di El Alamien. Serangan mendadak membokong ini ternyata berhasil menghancurkan pasukan Jerman.

Kemenangan di El Alamein kembali membangkitkan semangat tempur pasukan Sekutu di Afrika. Pada tanggal 24 Januari 1943, Tripoli sudah dapat direbut kembali oleh pasukan pimpinan Montgomery. Gerakan bersama pasukan Amerika, Inggris, dan Prancis berhasil mengalahkan pasukan Jerman.

Pada tanggal 8 dan 12 Mei 1943, Jerman menyerah di Tunisia dan Bezerte. Dengan kemenangan itu, selesailah Perang Dunia II di Afrika. Segera setelah itu, pasukan Sekutu tidak menyia-nyiakan waktu untuk menyerbu Italia dari arah selatan.

7. Serbuan Sekutu ke Italia


Pada tanggal 10 Juli 1943, pasukan gabungan Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada ,mendarat di Sicilia yang di pimpin oleh Jenderal Dwight D. Eisenhower. Pulau Sicilia diserbu oleh pasukan gabungan Inggris dan Kanada yang mendarat di pantai timur. Pesawat-pesawat Sekutu mengebom kota-kota yang penting di Italia. Pada akhir Juli 1943, pengeboman terus-menerus ini membuat Sicilia jatuh ke tangan Sekutu dalam waktu singkat.

Seorang diktator Perdana Menteri Italia, Benito Mussolini dipaksa untuk turun tahta yang kemudian digantikan oleh Marsekal Petrus Bodoglio pada 23 Juli 1943. Mussolini pun sempat dipenjarakan dan sempat berhasil dibebaskan oleh tentara Jerman, namun Musolini tertembak ketika melarikan diri ke Swiss pada 28 April 1944.

Pemerintah baru Italia tidak mau begitu saja menyerah. Perlawanan terus diberikan terhadap Sekutu. Ketika Sekutu mencoba menyeberangi Selat Messina pada tanggal 18 Agustus 1943, terjadilah pertempuran sengit. Dalam pertempuran ini, pihak Sekutu kehilangan pasukan. Barulah pada tanggal 8 September 1943 Sekutu dapat mendarat di Italia.

Pasukan Sekutu memaksa pemerintah baru Italia pimpinan Bodoglio menyerah tanpa syarat. Penyerahan itu terjadi setelah pertahanan Garis Gustav di Selatan Roma dan Garis Gothic di utara Roma jatuh ke tangan Sekutu. Sisa-sisa pasukan Jerman, Austria, dan Italia masih terus mengadakan perlawanan. Baru pada tanggal 12 Agustus 1944, semuanya dipukul habis di Florence.

8. Pembebasan Prancis dan Belgia


Kekalahan Jerman di Front Timur, Jatuhnya Italia ke tangan Sekutu, macetnya gempuran terhadap Inggris di Front Barat, dan ikutnya Amerika Serikat dalam perang telah membuat Jerman terpikul hebat. Keadaan menjadi berbalik. Jerman menjadi pihak yang bertahan, sedangkan Sekutu menjadi pihak yang menyerang.

Jatuhnya Jerman di Front Selatan telah memberi kesempatan kepada Sekutu untuk melancarkan serangan terbesar ke daratan Eropa. Serangan itu direncanakan pada D-Day yang jatuh pada 6 Juni 1944. Serangan dilaksanakan setelah dilakukan persiapan besar di Inggris dan pulau-pulau di Selat Kanal.

Dengan tulang punggung Amerika Serikat dan Inggris, Sekutu membentuk satuan ekspedisi khusus yang disebut Allied Expeditionary Forces yang dipimpin oleh Jenderal Eiseshower. Serangan ini didukung AD, AL, dan AU yang meliputi 10.000 pesawat tempur dan 4.000 kapal perang. Pasukan Sekutu diseberangkan dari Inggris ke Pantai Perancis melalui Semenanjung Normandia.

Pendaratan besarbesaran yang dilakukan pada malam hari dan dilakukan sampai dengan bulan Agustus 1944 ini berhasil mendaratkan sebanyak 2.200.000 tentara, 450.000 kendaraan perang, dan 4.000.000 ton perbekalan.

Dengan kekuatan sebesar itu, pasukan Sekutu selangkah demi selangkah merebut kota-kota di Perancis dan Belgia. Dengan serangan itu, rakyat di kedua negara itu tergugah untuk segera bangkit melawan Jerman. Akhirnya, pada tanggal 24 Agustus 1944, kota Paris dapat dibebaskan. Kemudian, pada tanggal 2 September 1944, Brussel dibebaskan.

Kemajuan pasukan Sekutu ini tidak membuat pasukan Jerman gentar. Komandan tertinggi pasukan Jerman di Front Barat, Jenderal Karl von Rundstedt, justru melancarkan serangan hebat pada bulan Desember 1944. Dalam pertempuran yang terjadi di Bulge, perbatasan Belgia dan Luxemburg pada tanggal 16 -25 Desember 1944, pasukan Sekutu terpukul dan terpaksa mundur sampai di lembah Sungai Meuse.

Dalam bulan Juli - Desember 1944 , angkatan udara Jerman menghujani London dengan bom paling modern saat itu, V1 dan V2. Bom ini adalah sejenis roket yang dikendalikan dari jarak jauh. Namun, tekanan Sekutu dari segala arah terhadap Jerman telah membuat V1 dan V2 tidak berdaya.

9. Pertempuran di Wilayah Jerman


Meskipun pasukan Jerman memberikan perlawanan sengit sampai akhir tahun 1944, perlawanan itu tidak lagi membawa dampak besar. Kejayaan Jerman telah pudar dan tinggal sisa-sisanya saja. Pada awal tahun 1945, tidak ada lagi yang percaya bahwa Jerman akan memenangkan perang. Sekutu telah mengepung seluruh perbatasan Jerman. Rakyat di Jerman sendiri putus asa, sehingga kehidupan industri, ekonomi, tentara, dan politiknya kacau balau.

Pasukan Jerman hancur di medan selatan, timur, dan barat pada awal tahun 1945. Di Front Timur, pasukan Rusia telah merebut Warsawa, Krakow, dan Lozt pada pertengahan Januari 1945. Kemudian, pada awal Februari 1945, di Front Barat, pasukan Inggris merebut Nijmegen. Pasukan Amerika merebut Trier, Cologne dan menyeberangi lembah Ruhr.

Pada bulan April 1945, pasukan Amerika dan Rusia telah bertemu di sepanjang Sungai Elbe. Tinggal kota Berlin yang masih tetap bertahan. Sementara itu, angkatan udara Sekutu terus menghujani kota-kota di Jerman untuk mendukung serangan pasukan infantri di darat.

Hitler yang putus asa melihat keadaan tersebut, pada tanggal 30 April 1945, melakukan bunuh diri. Tampuk kepemimpinan diserahkan kepada Laksamana Doenitz. Meninggalnya Hitler serta menyerahnya pasukan Jerman di Austria tidak membuat Laksamana Doenitz segera menyerah. Setelah seluruh Berlin diserbu oleh pasukan Sekutu, Jenderal Doenitz menyerah tanpa syarat pada tanggal 7 Mei 1945 kepada Sekutu. Dengan penyerahan pasukan Jerman ini, Perang Dunia II di Eropa berakhir.

Setelah Perang Dunia 2 berakhir maka diadakan perjanjian antara pihak yang menang dengan yang kalah. Perjanjian Setelah Perang Dunia 2 itu di antaranya Perjanjian Potsdam dan perjanjian San Fransisco. Akibat Perang Dunia 2 juga berdampak kepada seluruh dunia, baik di bidang politik, ekonomi, dan lain-lain.

Sebenarnya masih ada satu lagi pertempuran yang berada di wilayah Asia Pasifik yang disebut dengan Perang Pasifik. Namun karena artikel ini sudah sangat panjang, maka akan ditulis pada artikel berikutnya. Dan itulah jalanya Perang Dunia 2 yang sangat seru, namun sangat mengerikan jika kita berada dalam medan perang.

Jalanya Perang Dunia II dan Medan Pertempuran Peperangan

Awal mulai Perang Dunia II ditandai dengan penyerangan Jerman terhadap Polandia untuk merebut pelabuhan Dakzing pada 1 September 1939. Pelabuhan tersebut dianggap sebagai miliki Jerman sebelum terjadinya Perang Dunia I. Dua hari setelah penyerangan tersebut, Inggris dan Prancis mengumumkan perang terhadap Jerman. Selain itu, Jerman juga menyerang Austria dan daerah Cekoslokavia (Sudeten).

Agresi militer yang dilakukan oleh Jerman inilah yang dianggap sebagai sebab awal mula terjadinya Perang Dunia II di Eropa. Namun, sebelum agresi militer yang dilakukan Jerman dimulai, terdapat beberapa peristiwa penting yang menjadi sebab-sebab terjadinya Perang Dunia II. Mau tahu apa yang menjadi sebab terjadinya Perang Dunia 2? Berikut penjelasanya.
Sebab terjadinya perang dunia 2

Sebab Terjadinya Perang Dunia II


Terdapat dua jenis sebab terjadinya perang dunia 2, yaitu secara umum dan secara khusus.  Untuk itu akan kami jelaskan satu per satu dari sebab umum perang dunia dua, kemudian dilanjutkan dengan sebab khusus perang dunia 2.

Sebab Umum Perang Dunia II


Secara umum pecahnya Perang Dunia II disebabkan oleh kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB), terjadinya perlombaan senjata, terbentuknya kembali aliansi politik yang saling bermusuhan, timbulnya imperalisme baru, munculnya semangat balas dendam, dan lain-lain. Inilah Penjelasan Sebab umum terjadinya Perang Dunia II:

1. Kegagalan Liga Bangsa Bangasa

Liga Bangsa Bangsa atau LBB merupakan organisasi internasional yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian dunia. Ternyata LBB tidak mampu mencegah pertikaian-pertikaian antar negara yang terjadi, khususnya di wilayah Eropa. LBB dianggap gagal dalam menegakkan tujuannya sebagai organisasi dunia. Oleh sebab itu, negara-negara besar maupun negara kecil tidak lagi mempercayai LBB sebagai organisasi internasional.

Banyak negara-negara yang mencari jalanya masing-masing untuk membela dan menyelamatkan diri. Hal tersebut membuat negara-negara kecil lebih memilih untuk berlindung pada negara-negara yang lebih besar.

2. Terbentuknya Aliansi Politik

Karena dihantui perasaan saling curiga, maka setiap negara terus berusaha untuk memperkuat dirinya masing-masing dengan jalan mencari kawan sebanyak mungkin. Keadaan itu mendorong terbentuknya persekutuan antar negara atau aliansi politik yang saling bertentangan.

Menjelang Perang Dunia II, di Eropa terbentuk kembali dua aliansi yang saling bermusuhan. Kedua aliansi tersebut adalah blok Jerman  yang bergabung dengan Italia dengan paham Fasisme dan blok yang kedua adalah blok Prancis dan Inggris (Sekutu) dengan paham demokrasi. Selain itu, ada juga blok Rusia dengan paham komunis.

3. Terjadinya Perlombaan Senjata

Konferensi pelucutan senjata di Genewa dan Washington yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan antar negara akibat meningkatnya kekuatan tempur yang tak terkendali telah agal. Hal itu menyebabkan saling curiga antar negara satu dengan yang lainnya kembali berkobar. Oleh sebab itu, setiap negara berusaha memperkuat diri dengan jalan memproduksi senjata dan meningkatkan kemampuan tempur masing-masing negara. Sehingga terjadilah perlombaan senjata dan militer.

4. Timbul Imperalisme Baru (Politik Ekonomi)

Beberapa negara yang telah berhasil mengatasi krisis ekonominya dengan sistem ekonomi terpimpin, kemudian tumbuh menjadi negara ultranasional yang menjalankan imperalisme gaya baru. Negara-negara itu antara lain; Jerman dengan semboyan Lebensraum, Jepang dengan semboyan Hakko Ichi-U, dan Italia dengan semboyan Italia Irredenta. Negara-negara tersebut marasa berhak dan berkewajiban untuk memimpin dan menguasai bangsa lain. Dengan anggapan itulah mereka melaksanakan imperalisme gaya baru.

5. Munculnya Semangat Balas Dendam

Perjanjian Versailles membebani Jerman dengan berbagai kewajiban yang tidak mungkin dilaksanakan. Pihak Sekutu seenaknya menentukan nasib Jerman setelah kekalahannya di Perang Dunia I. Hal itu menyebabkan timbulnya rasa dendam di kalangan bangsa Jerman terutama pada Inggris dan Prancis. Oleh sebab itu, Adlof Hitles seorang pemimpin Nazi Jerman segera membangun kembali angkatan perang. Pada tahun 1935, Adolf Hitler mengadakan wajib militer dan pada tanggal 16 maret ia menyatakan bahwa Perjanjian Versailles tidak berlaku lagi.

6. Berkembangnya Paham Nasionalisme Yang Sempit

Untuk membangkitkan semangat nasionalisme yang tinggi dan mendorong bangsanya melakukan pembalasan serta membuktikan bahwa Jerman merupakan bangsa nomor satu di dunia, Adlof Hitler mengembangkan paham nasionalisme yang sempit. Menurut Hitler, bangsa jerman adalah bangsa superior yang ditakdirkan Tuhan untuk memimpin negara lain. Paham nasionalisme itu akhirnya mendorong Jerman untuk melancarkan politik ekspansi untuk menguasai negara-negara lain.

7. Terjadinya Penyerangan Penyerangan Negara Lain

Dalam strategi perang, menyerang lawan terlebih dahulu merupakan cara jitu untuk memukul lawan. Taktik ini diterapkan negara-negara blok Jerman untuk memulai Perang Dunia II. Peristiwa penyerangan tersebut antara lain:
  • Jepang menyerang Cina pada tahun 1937.
  • Jerman menyerang Polandia pada tanggal 1 September 1939. Hal tersebut membuat Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman, karena kedua negara itu merupakan Pelindung Kemerdekaan Polandia.
  • Serangan mendadak di pangkalan armada Amerika Serikat di Peral Harbour pada 7 Desember 1941. Peristiwa itu memicu terjadinya Perang Pasifik.
  • Adanya serangan-serangan atas negara lain, sehingga terjadi pernyataan perang negara aliansi. Hal ini menyebabkan perang semakin luas dan hingga disebut dengan Peran Dunia II.

Sebab Khusus Terjadinya Perang Dunia II


Sebab khusus terjadinya Perang Dunia II adalah serbuan Jerman ke wilayah kota Danzig di Polandia pada tanggal 1 september 1939. Polandia merupakan negara di bawah pengawasan Liga Bangsa Bangsa. Adolf Hitler menuntut untuk menguasai Kota Danzig karena penduduknya adalah Bangsa Jerman, tetapi Polandia menolak tuntutan tersebut. Pada tanggal 3 September 1939 negara-negara pendukung LBB terutama Inggris dan Prancis mengumumkan perang kepada Jerman, kemudian diikuti sekutu-sekutunya.

Sebelum penyerangan Jerman atas kota Danzig di Polandia, saat perang Dunia I Jerman mengalami kekalahan sehingga dengan terpaksa harus menandatangani Perjanjian Versailles. Salah satu isi Perjanjian Versailles menuntut agar Pruasia Timur (wilayah Jerman Timur) dipisahkan dari Jerman dengan Koridor Polandia Sebagai Pemisahnya.

Di tengah-tengah antara Jerman dan Polandia terdapat Kota Danzig yang berada di bawah kekuasaan Liga Bangsa Bangsa. Status Kota Danzig adalah merdeka. Hitler sebagai Pemimpin Nazi Jerman menuntut kota Danzig dimasukkan ke wilayah Jerman karena penduduknya berkebangsaan Jerman.

Namun Polandia menolak dan justru mengadakan perjanjian dengan Inggris, Prancis, Rumania, dan Yunani untuk saling menjamin kemerdekaan di antara mereka. Hitler pun tidak tinggal diam, ia mengadakan perjanjian dengan Rusia. Dalam perjanjian antara Jerman dan Rusia, berisi bahwa Rusia tidak akan menyerang Jerman.

Hingga pada akhirnya, tanggal 1 September 1939, Jerman menyerang Polandia. Disusul dengan Inggris dan Perancis mengumumkan perang terhadap Jerman. Bagi Bangsa Asia, penyebab langsung terjadinya Perang Dunia II disebabkan oleh Jepang yang menyerang Cina pada tahun 1937. Kemudian, Peperangan pada Perang Pasifik yang disebabkan oleh serbuan Jepang terhadap Pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941.

Kesimpulan

Jadi kesimpulan pada pembahasan ini adalah sebagai berikut:

Sebab umum terjadinya perang dunia 2 adalah

  1. Jerman yang kalah dalam Perang Dunia I merasa sangat dipermalukan dalam perjanjian Versailles, sehingga ingin membalas kekalahan terhadap musuh-musuhnya terutama Inggris dan Prancis.
  2. Italia ingin mendirikan Risorgimento yang berarti Italia Raya.
  3. Jepang ingin melaksanakan politik ekspansi atau perluasan wilayah.
  4. Timbul pertentangan ideologi Fasisme, Naziisme, dan Militerisme yang anti Demokrasi dengan paham-paham lainnya.
  5. Perkembangan industri, persenjataan, dan krisis ekonomi di dunia.
  6. Kegagalan Liga Bangsa Bangsa untuk menciptakan perdamaian dan menjauhkan peperangan. Bahkan kenyataannya LBB merupakan alat negara-negara besar dan kegiatannya lebih banyak di bidang politik.

Sebab khusus terjadinya Perang Dunia II adalah

  1. Di Eropa, pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia, sebuah negara di bawah pengawasan Liga Bangsa Bangsa. Sebaliknya, pada tanggal 3 September 1939, negara-negara pendukung LBB, terutama Inggris dan Prancis menyerang Jerman.
  2. Di Pasifik, pada tanggal 8 September 1941 Jepang menyerang Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour.
Untuk lebih memahami penyebab terjadinya Perang Dunia II direkomendasikan untuk membaca Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II. Pada pembahasan tersebut telah diceritakan alur perjalanan terjadinya Perang Dunia II dari awal mula hingga terjadinya peperangan dan mengapa Jerman menyerang Polandia.

Sebab Sebab Terjadinya Perang Dunia II Secara Umum dan Khusus

Keadaan politik internasional menjelang Perang Dunia II hampir sama dengan keadaan politik pada tahun 1900-1914 sebelum pecah Perang Dunia I. Ada yang menyatakan bahwa Perang Dunia 2 merupakan lanjutan dari Perang Dunia 1. Bisa dikatakan, bahwa Perang Dunia I merupakan balas dendam negara Prancis terhadap Jerman, karena perang pada tahun 1870-1871 Prancis dipermalukan Jerman dan harus menerima kekalahan dalam peperangan.

Selain itu, dalam masalah industri, Jerman juga bersaing dengan negara Inggris. Dalam persaingan tersebut, terbentuklah persekutuan militer (aliansi). Ada dua persekutuan, yaitu; Blok Sentral atau disebut juga dengan Triple Alliantie yang terdiri atas negara Jerman, Australia, dan Italia. Sedangkan persekutuan yang kedua disebut dengan Blok Sekutu atau disebut juga dengan Triple Entente yang terdiri atas Perancis, Rusia, Inggris, dan lain-lain.
latar belakang terjadinya perang dunia 2
Keadaan Perang Dunia II

Kekalahan Prancis Terhadap Jerman


Sebelum pecah Perang Dunia I, persaingan politik dan ekonomi terutama pada dua negara yaitu Jerman dan Inggris. Jerman yang pada saat itu tidak ingin tertinggal oleh inggris yang sangat maju di bidang industri. Bidang industri saat itu sangat berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi negara Eropa, terutama yang industrinya maju.

Perlahan, persaingan ekonomi antara Jerman dan Inggris melebar menjadi persaingan politik. Selain itu, persaingan ekonomi industri yang membutuhkan bahan-bahan mentah untuk pengolahan industri membuat negara-negara imperalis ingin menguasai negara-negara lain untuk mendapatkan bahan-bahan mentah. Menjajah adalah satu-satunya jalan agar negara imperalis dapat menguasai dan mendapatkan bahan-bahan mentah untuk keperluan industri.

Prancis saat itu dianggap negara yang kuat di Eropa, sedangkan Jerman masih di bawah negara-negara lainya. Sadar bahwa Jerman tidak memiliki negara jajahan, Jerman perlahan memprovokasi Prancis dengan mengklaim wilayah Prancis, Sungai Rhein, sebagai miliknya. Akhirnya, peperangan tidak terhindarkan, perang pun terjadi antara Jerman dan Prancis yang kemudian dimenangkan oleh Jerman pada tahun 1871.

Setelah perang pada tahun 1870-1871 usai, yang dimenangkan oleh Jerman, dilakukanlah perjanjian damai. Jerman menghendaki Prancis agar menyerahkan Elzas–Lotharigen dan harus mengganti rugi biaya perang.

Setelah perang usai dan perjanjian damai disepakati, ternyata Jerman masih saja menekan pihak Prancis dengan memblokade transportasi negara-negara yang ingin memproduksi barang di Perancis. Jerman membeli barang-barang mereka dengan harga yang lebih tinggi dibanding Prancis. Hal tersebut membuat Prancis semakin berang, sehingga melupakan sejenak masalahnya dengan Inggris dan  mengajak kerja sama untuk melawan Jerman.

Kekalahan Jerman Dalam Perang Dunia I


Akhirnya peperangan pun tidak bisa dihindari. Pada tangga 1 Agustus 1914, Jerman mengumumkan perang kepada Rusia, kemudian disusul oleh Prancis yang mengumumkan perang kepada Jerman pada tanggal 3 Agustus 1914. Pada tanggal 4 Agustus 1914, Inggris juga ikut mengumumkan perang kepada Jerman. Selanjutnya, terjadilah perang yang hampir melibatkan seluruh dunia, kemudian dikenal dengan Perang Dunia I.

Perang ini berakhir dengan kekalahan Jerman yang menyerah pada tanggal 11 November 1918. Sebagai pihak yang kalah, Jerman harus membayar ganti rugi kepada Sekutu. Melalui perjanjian Versailles pada tahun 1919 itulah Jerman harus mengganti rugi atas perang yang telah terjadi. Perjanjian Versailles adalah suatu perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri Perang Dunia I antara Sekutu dan Kekaisaran Jerman.

Terjadinya Perang Dunia II


Kekalahan Jerman dengan telak ini memberi kesempatan kepada Adolf Hitler untuk membangkitkan bangsanya untuk melakukan balas dendam kepada Prancis. Adolf Hitler mengembangkan paham fasisme, lalu memulai Perang Dunia II dengan menyerbu Polandia pada tanggal 1 Septebner 1939. Peristiwa itulah yang menjadi latar belakang terjadinya Perang Dunia 2. Adolf Hitler adalah pemimpin Nazi Jerman pada tahun 1934 hingga 1945 yang memulai kebijakan fasisme sehingga memicu Perang Dunia II.

Dalam wikipedia bahasa indonesia, fasisme adalah ideologi yang berdasarkan pada prinsip kepemimpinan dengan otoritas absolut di mana perintah pemimpin dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian. Pasukan dengan otoritas (atau militer) menjadi sangat penting dalam ideologi fasis, karena ideologi ini selalu membayangkan adanya musuh, sehingga pemimpin dan militer harus kuat menjaga negara. Gerakan ini memiliki satu tujuan: menghancurkan musuh, dimana musuh dikonstruksikan dalam kerangka konspirasi atau ideologi lain.

Sebelum terjadinya Perang Dunia II dan setelah selesainya Perang Dunia I, pada tanggal 10 Januari 1920 dibentuklah organisasi internasional Liga Bangsa Bangsa (LBB). Tujuan dari LBB adalah menciptakan perdamaian dunia. Agar perang antar negara tidak terjadi lagi dan menciptakan perdamaian di seluruh dunia maka dibentuklah organisasi LBB.

Namun LBB saat itu tidak memiliki peran supranasional untuk memimpin dan mengatur negara-negara anggota. Hal tersebut dapat dilihat dari serangan Italia yang menyerang Etopia pada tahun 1935. Serangan tersebut tidak bisa dibendung lantaran LBB tidak memiliki peran supranasional, sehingga terlihatlah bahwa LBB tidak dapat mengatur, menghukum, dan memberi perintah kepada negara anggota untuk bagaimana seharusnya negara anggota bertindak.

Hal tersebut membuat LBB tidak dipercayai lagi sebagai badan yang mampu menciptakan perdamaian dunia. Akhirnya aliansi hasil dari Perang Dunia Pertama mencurigai oposisinya yaitu Uni Soviet yang mengsung paham komunis. Hal ini disebabkan paham politik yang dipercayai oleh masing-masing aliansi Perang Dunia Pertama. Jerman dan Italia menganut paham ultranasionalisme (Nasional-Sosialis Jerman dan Fasisme Italia). Sedangkan Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis menganut paham Demokrasi.

Akhirnya persaingan di bidang militer pun terjadi. Persaingan tersebut menghasilkan berbagai persenjataan baru dari berbagai negara. Senjata-senjata modern dari transportasi laut, udara, darat hingga senjata pemusnah massal sudah dimiliki oleh masing-masing negara.

Dalam keadaan dunia yang semakin memanas, terdapat politik balas dendam oleh pihak Jerman yang kalah dalam Perang Dunia I. Karena Jerman merasa terhina dengan adanya perjanjian Versailles yang membuatnya harus tunduk dan patuh terhadap Prancis dan Sekutu.

Pada tanggal 1 September 1939, Perang Dunia II dimulai dengan ditandai serangan Jerman terhadap Polandia. Penyerangan tersebut merupakan salah satu sebab terjadinya Perang Dunia 2. Pada tanggal 3 September 1939, Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman. Ikut campurnya Inggris dan Prancis dalam menyerang Jerman tidak membuat Italia sebagai sekutu setia Jerman tinggal diam. Bulan Juni 1940, Italia menyatakan perang terhadap Inggris dan Prancis.

Jadi latar belakang Perang Dunia II disebabkan adanya persaingan ekonomi yang melebar menjadi persaingan politik. Perlahan namun pasti persaingan tersebut menjadi persaingan antar militer di berbagai negara. Yang memulai pertama kali Perang Dunia Dua adalah Jerman yang menyerang Polandia, dan kemudian Jerman menyerang Uni Soviet. Pemimpin Nazi Jerman adalah Adolf Hitler.

Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia 2

Subscribe Our Newsletter