Halaman

    Social Items

Ads 728x90

Tenaga Eksogen

Tenaga Eksogen

Adalah tenaga yang berasal dari luar bumi seperti angin, air, sinar matahari, organisme dan gletser. Tenaga eksogen bersifat merusak permukaan bumi yang telah dibentuk oleh tenaga endogen. Akibat adanya air, angin, sinar matahari, organisme, dan gletser, material/benda akan mengalami proses erosi, pelapukan, dan sedimentasi.

Gambar di atas merupakan contoh-contoh akibat tenaga eksogen. Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai proses pelapukan, erosi, dan sedimentasi (pengendapan) akibat tenaga eksogen. Contohnya batu yang lapuk akibat perubahan suhu ekstrim secara terus-menerus, sehingga lama-lama akan hancur dengan sendirinya.

Pengertian Tenaga Eksogen

Pengertian Tenaga Eksogen

Tenaga eksogen adalah kekuatan berasal dari luar bumi yang bersifat merusak permukaan bumi yang telah dibentuk oleh tenaga endogen. Prosesnya seperti ini, tenaga endogen yang telah membentuk permukaan bumi menjadi sedemikian rupa, kemudian dirusak/dirubah bentuknya oleh tenaga eksogen sehingga menjadi bentuk yang berbeda.

Contoh sederhananya yaitu, tebing yang telah dibentuk oleh tenaga endogen kemudian terkikis oleh angin, sehingga secara perlahan tebing akan berubah bentuknya. Batu-batu yang ada di pantai akan mengalami erosi akibat ombak air laut. Perubahan yang sangat terlihat adalah lubang-lubang batu pantai.

Sumber tenaga eksogen pada umumnya berasal dari atmosfer, air, dan organisme. Atmosfer yaitu perubahan suhu dari panas ke dingin atau sebaliknya, sedangkan air dalam bentuk air mengalir, hempasan ombak atau hujan, gletser, dan sebagainya.

Organisme yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik, juga ikut andil dalam merusak permukaan bumi. Contoh yang nyata adalah penggalian sumber daya alam seperti emas, pasir, dan minyak akan merubah bentuk permukaan bumi.

Jenis Tenaga Eksogen

Jenis Tenaga Eksogen

Proses yang disebabkan oleh tenaga eksogen ada tiga macam yaitu pelapukan, erosi, dan sedimentasi. Semua proses tersebut terjadi akibat dari tenaga eksogen yang berasal dari luar bumi. Adapun jenis-jenis tenaga eksogen sebagai berikut:

Pelapukan

Pelapukan berasal dari kata lapuk yang artinya hancur secara perlahan dari bentuk gumpalan menjadi butiran kecil bahkan hancur dan larut dalam air. Atau bisa dikatakan bahwa, pelapukan adalah proses hancurnya material/batu dari berbentuk gumpalan sampai menjadi butiran kecil bahkan larut dalam air.

Berdasarkan proses terjadinya, pelapukan dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu:

  1. Pelapukan Mekanik atau Fisik: Ialah proses pelapukan atau penghancuran bongkahan batu menjadi lebih kecil karena beberapa faktor, namun tidak merubah unsur kimianya. Proses ini disebabkan oleh perubahan suhu mendadak, pembekuan dan pengkristalan air yang masuk melalui celah batu. Contohnya batu yang hancur karena perubahan suhu secara terus-menerus.
  2. Pelapukan Kimiawi: Yaitu pelapukan batuan yang terjadi karena unsur kimia. Contohnya batu yang lapuk karena zat kimia yang terdapat pada akar tumbuhan seperti lumut. Memang akar lumut tidak kuat seperti pohon kayu, tetapi karena terdapat unsur kimia pada tumbuhan lumut maka terjadilah pelapukan.
  3. Pelapukan Organis atau Biologis: Adalah pelapukan yang terjadi karena campur tangan mahluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan yang menyebabkan hancurnya material. Akar pohon yang tumbuh di atas batu, akarnya bisa menembus dan membuat retakan pada batu tersebut. Contohnya pohon-pohon yang hidup di atas gua.

Pelapukan biologis mencakup pelapukan secara fisik maupun mekanik. Pelapukan fisik biasanya terjadi karena organisme besar seperti manusia, hewan, dan pohon, sedangkan secara kimia biasanya terjadi karena organisme kecil seperti bakteri dan lumut.

Erosi (Pengikisan)

Erosi merupakan proses pengikisan benda padat seperti tanah, batu, dan sedimen secara alami. Batu yang berada di jalur air mengalir lama-lama akan terkikis oleh air. Ada beberapa sebab terjadinya erosi, di antaranya air mengalir, tiupan angin, dan gletser.

Proses pengikisan material padat disebut erosi. Berdasarkan penyebabnya erosi dibagi menjadi beberapa jenis.

1. Erosi Air
Pengikisan material yang disebabkan oleh air mengalir disebut alasi. Air yang mengalir secara terus-menerus akan membuat batu-batu yang terletak di jalur air menjadi terkikis. Alasi juga berdampak pada tanah yang dialiri air. Semakin cepat dan besar aliran air, maka akan semakin cepat pula proses erosi. Contoh erosi air banyak terjadi di daerah sungai.

Erosi air juga dapat disebabkan oleh gelombang lautan. Biasanya batu-batuan yang ada di tepi pantai banyak yang berlubang karena terpaan ombak. Erosi akibat terpaan gelombang laut disebut abrasi. Gesekan dan terpaan air itulah penyebab dari erosi.

2. Erosi Angin
Erosi yang disebabkan oleh tiupan angin kencang disebut deflasi. Biasanya proses ini terjadi di daerah yang tiupan anginya kencang, seperti di wilayah tebing pegunungan. Tiupan angin secara terus-menerus yang menghempas dinding tebing akan mengakibatkan terkikinya batu yang berada di dinding tebing.

Angin yang bertiup kencang dapat membawa material (seperti pasir), kemudian pasir-pasir tersebut menghempas batuan di sekitarnya. Batuan yang dihantam oleh pasir yang terbang, menimbulkan gesekan sehingga lambat laun batu menjadi terkikis. Erosi angin jenis ini disebut korasi dan biasa terjadi di daerah gurun.

3. Erosi Gletser (Eksarasi)
Merupakan erosi yang diakibatkan oleh es yang turun dari atas menuruni lereng gunung hingga sampai di bawah. Eksarasi terjadi di daerah yang memiliki iklim dingin seperti kutub utara.

Sampai saat ini sudah banyak kejadian es di kutub utara mencair sehingga gumpalan es menjadi longsor. Batu-batu yang berada pada jalur longsoran es akan terkikis karena gesekan yang terjadi antara gumpalan es dan batu.

Sedimentasi (Pengendapan)

Batu yang terkena erosi dan terkikis akan menjadi butiran-butiran yang kecil. Butiran-butiran batu tersebut hanyut terbawa oleh air mengalir hingga mengendap di satu titik tempat. Pengendapan butiran-butiran batu yang terkikis itulah disebut dengan sedimentasi.

Tenaga eksogen merupakan tenaga yang bersifat merusak bentuk muka bumi yang telah dibentuk oleh tenaga endogen. Permukaan bumi yang telah dirubah oleh tenaga endogen kemudian dirubah lagi oleh tenaga eksogen, sehingga menjadi bentuk yang berbeda. Demikian pembahasan mengenai tenaga eksogen yang dapat kami sampaikan.

Tenaga Eksogen: Pengertian, Jenis dan Contohnya

Endogen adalah  tenaga dari dalam bumi yang membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata, seperti adanya gunung, bukit, danau, dataran tinggi dan rendah, jurang dan lain sebagainya. Jenis tenaga endogen sendiri terdiri atas tiga macam, yaitu tektonik, vulkanik, dan seisme (gempa bumi). Mari kita pelajari bersama tentang tenaga endogen baik pengertiannya, jenis-jenisnya, dan contoh bentuk muka bumi akibat tenaga endogen ini.

pengertian tenaga endogen
Image by: pixabay.com

Pengertian Tenaga Endogen

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata atau datar. Jika kita memperhatikan bentuk muka bumi, maka tidaklah rata seperti pada peta. Karena terdapat banyak pegunungan, bukit, dataran tinggi, dataran rendah, danau, sungai, jurang, lembah, dan sebagainya.

Di dasar laut pun tidak luput dari pengaruh tenaga endogen, sebab dasar laut merupakan daratan yang tertutup oleh air. Jadi, dasar laut juga tidak rata karena terdapat pegunungan, jurang laut (palung laut), lubuk laut, dan lain-lain. Nah, jadi penting untuk diingat bahwa tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam adalah endogen, atau jika dibalik tenaga endogen adalah tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam bumi.

Bentuk muka bumi yang tidak rata dan bervariasi tersebut, merupakan hasil tenaga endogen yang bekerja dari dalam bumi, sehingga permukaan bumi menjadi bervariasi. Jadi, pengertian tenaga endogen adalah kekuatan yang berasal dari dalam bumi yang membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata, sehingga menghasilkan bentuk-bentuk seperti gunung, bukit-bukit, danau, sungai, dataran tinggi dan rendah. Ada juga yang berpendapat bahwa, tenaga endogen adalah perubahan letak atau kedudukan lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal.

Tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam adalah tenaga endogen.

Jenis Tenaga Endogen

Apabila teman-teman ditanya "ada berapa jenis tenaga endogen?", maka jawablah! "Tenaga endogen ada tiga jenis, 3 macam tenaga endogen yaitu, tektonik, vulkanik, dan seisme atau gempa bumi". Lalu, apa yang dimaksud dengan tektonik, vulkanik, dan seisme? Mari kita pelajari bersama-sama tentang ketiga jenis tenaga endogen tersebut.

Secara geologis, tenaga endogen terdiri atas tektonisme atau diastropisme, vulkanisme, dan seisme atau gempa bumi.

1. Tektonik

Tektonik atau tektonisme adalah perubahan letak atau kedudukan lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal. Proses tektonisme bisa disamakan dengan dislokasi yang berarti disertai dengan perubahan atau pergeseran lapisan kulit bumi dari kedudukan semula. Tektonisme berpengaruh pada wilayah yang sangat luas seperti benua dan wilayah yang lebih sempit tergantung besar kecilnya lempengan bumi yang bergerak.

Berdasarkan kecepatan gerak dan luas wilayah yang dipengaruhi, tektonik ada dua jenis, yaitu:

  • Gerak Epirogenesa; yaitu gerak yang mempengaruhi lempeng bumi dalam jangka waktu yang lama dan mencakup wilayah yang sangat luas seperti benua. Gerak ini berlangsung sangat pelan, sehingga manusia jarang yang merasakan.. Epirogenesa atau epirogenesis dibedakan menjadi dua jenis, yaitu epirogenesa positif dan negatif.
  • Gerak orogenesa; yaitu kebalikan dari epirogenesa. Jika epirogenesa mempengaruhi wilayah yang luas dan dalam jangka waktu yang lama, maka orogenesa adalah pergerakan lempeng bumi yang relatif lebih sempit dan dalam jangka waktu yang lebih singkat.


Berdasarkan bentuknya, jenis tektonik ada dua macam, yaitu lipatan dan patahan.

  • Lipatan; terjadi akibat tenaga endogen yang mendatar yang bersifat elastis sehingga permukaan bumi mengalami pengerutan atau melipat-lipat. Pergeseran lempeng kulit bumi yang elastis secara mendatar akan membuat lapisan kulit bumi menjadi mengkerut atau terlipat. Contohnya seperti gambar di bawah.
  • Patahan; terjadi akibat tenaga endogen yang relatif cepat, baik secara horizontal maupun vertikal dan terjadi pada lempeng kulit bumi yang keras, sehingga lempeng bumi menjadi patah. Jenis patahan yaitu, horst (tanah naik) dan slenk (tanah turun), sesar, dan blok mountain.

2. Vulkanik

Vulkanik atau vulkanisme adalah proses keluarnya magma dari dalam bumi ke luar menuju permukaan bumi. Jika magma yang berusaha keluar tidak mencapai permukaan bumi, maka disebut intrusi magma. Jika magma sampai di permukaan bumi, maka proses ini disebut ekstrusi magma. Proses vulkanisme atau proses keluarnya magma ke permukaan bumi umumnya melalui patahan, retakan batuan bumi, dan pipa kepundan pada gunung api.

Ada juga yang berpendapat bahwa, pengertian vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfera yang bergerak ke lapisan yang lebih atas atau hingga keluar ke permukaan bumi.

Berdasarkan penjelasan di atas, jenis-jenis vulkanisme ada dua macam:
Intrusi Magma, adalah peristiwa menyusupnya magma ke permukaan bumi, namun belum mencapai permukaan. Intrusi magma dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya:

  • Intrusi datar, (sill atau lempeng intrusi) yaitu magma menyusup di antara dua lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut.
  • Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas.
  • Gang atau korok, yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela-sela lipatan.
  • Diatermis, yaitu lubang (pipa) di antara dapur magma dan kepundan gunung berapi.


Ekstrusi Magma adalah peristiwa keluarnya magma hingga mencapai permukaan bumi (keluar di permukaan bumi) dan membentuk gunung api. Hal ini terjadi apabila tekanan gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit bumi sehingga menghasilkan letusan yang dahsyat. Macam-macam gunung api banyak sekali jenisnya. Ada gunug yang puncaknya sangat tinggi sehingga selalu diselimuti salju, ada pula gunung api yang puncaknya di bawah permukaan laut. Hal ini menyebabkan banyaknya tipe-tipe gunung api.

Menurut bentuknya, ekstrusi magma dibedakan menjadi tiga;

  • Ekstrusi sentral, yaitu magma keluar melalui sebuah saluran pipa kawah dan membentuk gunung-gunung dan letaknya tersendiri.
  • Ekstrusi linier, yaitu magma keluar melalui retakan atau celah yang memanjang sehingga mengakibatkan terbentuknya deretan gunung api yang yang kecil-kecil di sepanjang retakan.
  • Ekstrusi areal, yaitu magma keluar melalui lubang yang besar, karena magma terletak sangat dekat dengan permukaan bumi sehingga magma  menghancurkan dapur magma yang menyebabkan magma meleleh keluar ke permukaan bumi.

3. Gempa Bumi/Seisme

Adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat tenaga yang bersumber dari dalam bumi seperti pergesegan lempeng bumi atau letusan gunung merapi. Alat pengukur gempa disebut Seismograf. Secara umum penyebab gempa bumi dapat dikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu tektonik, vulkanik, dan runtuhan.

Jenis-Jenis Gempa/Seisme

  • Gempa tektonik, yaitu gempa yang terjadi akibat pergeseran lempeng tektonik yang berupa lapisan kulit bumi.
  • Gempa vulkanik, yaitu gempa yang terjadi karena adanya aktivitas magma seperti letusan gunung berapi.
  • Gempa runtuhan, yaitu gempa yang terjadi akibat adanya runtuhan.

Selain itu, menurut jaraknya gempa terdiri dari tiga jenis, yaitu Gempa Sangat Jauh (jaraknya lebih dari 10.000 km), Gempa Jauh (jaraknya sekitar 10.000 km), dan Gempa Lokal (jaraknya kurang dari 10.000 km.

Kesimpulan

Tenaga endogen adalah tenaga dari dalam bumi yang membentuk permukaannya menjadi tidak rata seperti adanya gunung, lembah, jurang, perbukitan, danau, dan lain-lain. Jenis-Jenis tenaga endogen ada tiga macam, yaitu tektonik, vukanik, dan seisme.

Akibat dari tenaga endogen adalah bentuk muka bumi yang kita tempati menjadi tidak rata, alias ada benjolan yang berupa pegunungan dan perbukitan, cekungan yang berupa danau, jurang dan lembah. Sehingga dengan adanya tenaga endogen permukaan bumi menjadi bervariasi.

Tektonik terbagi menjadi dua jenis yaitu, gerak orogenesa dan gerak epirogenesa. Vulkanisme terdiri dari dua jenis yaitu, intrusi magma dan ekstrusi magma. Sedangkan seisme terdiri dari tiga jenis yaitu, gempa tektonik, gempa vulkanik, dan gempa runtuhan.

Pengertian Tenaga Endogen, Jenis dan Contohnya

Gempa bumi atau juga dapat disebut seisme, merupakan getaran yang ditimbulkan oleh gejala pergerakan lapisan kulit bumi karena berbagai faktor. Di Indonesia sendiri pada umumnya tenaga tektonik dan vulkanik yang menyebabkan gempa atau seisme. Pada 27 Mei 2006, telah terjadi gempa di Yogyakarta yang amat besar. Gempa tersebut akibat tenaga tektonik yang amat kuat dan menyebabkan 6.234 orang meninggal dunia.

seisme atau gempa bumi
Image by: pixabay.com

Seisme (Gempa Bumi)

Seisme atau gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung api (vulkanisme) disebut dengan gempa vulkanik, sedangkan gempa bumi akibat gerakan lempeng tektonik pada lapisan kulit bumi disebut gempa tektonik. Dari beberapa faktor penyebab seisme tersebut, yang sering terjadi di Indonesia adalah gempa tektonik. Seperti gempa yang telah terjadi di Jogja.

Seisme juga merupakan salah satu tenaga endogen yang mempengaruhi bentuk muka bumi. Memang seisme tidak banyak merubah permukaan bumi, namun efeknya sangat berpengaruh terhadap mahluk hidup di area gempa. 

Pengertian Seisme

Pengertian seisme atau gempa adalah getaran keras akibat peristiwa bergesernya lapisan bumi yang disebabkan oleh adanya pergerakan lapisan kulit bumi atau lempeng bumi. Secara sederhana, seisme adalah guncangan kuat akibat pergerakan lempeng kulit bumi yang terjadi secara tiba-tiba karena berbagai faktor. Penyebab dari seisme (gempa bumi) adalah tenaga tektonik, vulkanik, dan lain-lain. Semakin besar tenaga yang menyebabkan gempa, maka akan samakin dahsyat pula getaran yang ditimbulkan.

Macam-Macam Seisme

Ada sebab pasti ada akibat, begitu pula dengan peristiwa terjadinya gempa atau seisme. Gempa di Yogyakarta pada tahun 2006 disebabkan oleh tektonik, dan pada tahun 2010, Gunung Merapi meletus juga mengakibatkan gempa akibat proses vulkanisme. Oleh sebab itu, berdasarkan faktor penyebabnya, gempa bumi (seisme) dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut jenis-jenis seisme atau gempa bumi.

1. Gempa Tektonik
Gempa tektonik merupakan gempa yang terjadi akibat pergeseran lempeng tektonik yang berupa lapisan kulit bumi. Lempeng tektonik merupakan bagian dari litosfer yang padat dan terapung di atas lapisan selubung bergerak satu sama lain. Gempa ini terjadi karena pelepasan tenaga yang dihasilkan oleh pergeseran lempeng tektonik.

Jika dua lempeng bertemu pada suatu patahan, kadang dapat bergerak saling menjauhi, mendekati, atau saling bergeser. Selanjutnya, terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tidak mampu menahannya. Akibatnya, terjadi pelepasan secara tiba-tiba hingga dapat menggetarkan kulit bumi dengan kekuatan yang besar yang kita kenal sebagai gempa bumi tektonik.

Gempa tektonik yaitu gempa yang terjadi karena pergeseran lempeng tektonik yang berupa lapisan kulit bumi. Sebagian besar gempa yang terjadi di bumi merupakan gempa tektonik dan termasuk yang paling berbahaya. Contoh seisme tektonik yang pernah terjadi di Indonesia adalah gempa di Yogyakarta pada tahun 2006, Aceh, dan di Pangandaran.

Gempa bumi tektonik yang berada di dasar laut berpotensi menyebabkan tsunami. Tsunami pernah terjadi di Aceh yang berlangsung kurang lebih setengah jam setelah terjadinya gempa bumi.

2. Gempa Vulkanik
Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh proses vulkanisme seperti letusan gunung berapi. Aktivitas gunung api menimbulkan getaran pada wilayah sekitarnya. Getaran tersebut biasanya tidak seluas gempa yang ditimbulkan oleh gempa tektonik. Karena gempa ini terjadi pada saat adanya aktivitas gunung api, maka peristiwa gempa vulkanik tidak sesering gempa tektonik.

Gempa yang mengguncang bumi juga dapat ditimbulkan oleh gejala vulkanik atau gunung api. Letusan itu terjadi akibat aliran magma dari dalam bumi yang menerobos ke atas lapisan kerak bumi. Letusan gunung api yang keras menyebabkan getaran kulit bumi, terutama di daerah sekitar gunung tersebut. Akibat yang ditimbulkan oleh gempa vulkanik tidak seluas gempa tektonik.

Gempa vulkanik juga dapa diartikan sebagai getaran kuat di sekitar gunung berapi yang diakibatkan oleh aktivitas magma yang keluar ke permukaan bumi yang tersumbat di dalam batuan beku dalam. Apabila magma tersumbat oleh batuan beku dalam pada salurannya, maka terjadilah getaran kuat di sekitar gunung berapi. Getaran itulan yang disebut gempa vulkanik. Jagi, gempa vulkanik terjadi karena aktivitas gunung berapi yang akan mengeluarkan magma tersumbat.

Contoh gempa vulkanik yang pernah terjadi di Indonesia akibat aktivitas gunung api adalah gempa di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2010, yaitu meletusnya gunung berapi yang mengeluarkan awan panas.

3. Gempa Runtuhan
Gempa terban, gempa lonsoran, atau dapat disebut gempa runtuhan merupakan getaran kulit bumi akibat adanya runtuhnya tanah dari atas dan ambles ke bawah. Kekuatan getaran yang mengakibatkan gempa tergantung banyaknya tahan yang longsor dan seberapa jauh tanah turun ke bawah. Namun, biasanya gempa runtuhan ini getaranya tidak sebesar gempa tektonik dan vulkanik.

Benar, gempa runtuhan tidak begitu berbahaya, namun tanah yang longsor cukup berbahaya bagi penduduk di sekitarnya. Bahkan rumah dapat tertimbun karenanya dan bisa saja menelan korban jiwa.

Gempa runtuhan biasanya terjadi di daerah yang terdapat banyak rongga-rongga di bawah tanah. Seperti kegiatan penambangan bawah tanah yang menyisakan rongga-rongga di bawah tanah berupa gua-gua. Karena tidak kuat menahan atap rongga maka terjadi runtuhan yang mengakibatkan gempa.

alat pengukur gempa
Seismograf

Alat pengukur kekuatan gempa disebut seismograf. Hasil pengukuran pada alat tersebut tercatat pada sebuah kertas seperti gambar di atas. Kekuatan gempa dapat ditentukan dengan menggunakan Skala Richter. Skala tersebut menggambarkan kekuatan gempa berdasarkan tinggi dan panjang gelombang yang tercatat pada kertas seismograf.

Berdasarkan Kekuatan Gempa, seisme terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
  • Gempa kurang dari 2 skala lichter : Gempa lemah dan manusia sering tidak merasakannya.
  • Gempa berkekuatan 3,5 - 4,2 skala licther : dirasakan sedikit orang.
  • Gempa berkekuatan 4,9 - 5,4 skala licther : dirasakan banyak orang.
  • Gempa berkekuatan 5,5 - 61 skala licther : kerusakan ringan pada bangunan.
  • Gempa berkekuatan 6,2 - 6,9 skala licther : kerusakan bangunan agak besar.
  • Gempa berkekuatan 7,0 - 7,3 skala ticther : kerusakan serius dan bisa menyebabkan rel bengkok, jalan pecah.
  • Gempa berkekuatan lebih dari 7,4 skala licther : dapat berakibat fatal.

Berdasarkan hiposentrum (kedalaman pusat gempa) dapat dibedakan sebagai berikut:
  • Gempa dangkal, yaitu pusat gempa berada pada kedalaman kurang dari 60 km.
  • Gempa menengah, yaitu pusat gempa berada pada kedalaman antara 60 km hingga 300 km.
  • Gempa dalam, yaitu pusat gempa berada pada kedalaman lebih dari 300 km.

Berdasarkan bentuk episentrum, ada dua jenis gempa:
  • Gempa sentral, yaitu episentrumnya berbentuk titik.
  • Gempa linier, yaitu episentrumnya berbetuk garis.

Menurut jaraknya, ada tiga jenis gempa:
  • Gempa sangat jauh, jarak episentrum lebih dari 10.000 km.
  • Gempa jauh, episentrum sekitar 10.000 km.
  • Gempa lokal, yaitu jarak episentrum kurang dari 10.000 km.

Menurut lokasi gempa ada dua jenis gempa:
  • Gempa daratan, yaitu gempa yang berada di daratan.
  • Gempa lautan, yaitu episentrumnya di dasar laut.

Penutup

Itulah pengertian dan jenis-jenis seisme yang lumayan banyak juga ternyata. Diawali dengan pengertian seisme yang merupakan getaran kuat akibat dari berbagai faktor penyebabnya, yaitu kekuatan tektonik, vulkanik, dan runtuhan.

Berdasarkan penyebabnya inilah seisme atau gempa bumi dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik, dan gempa runtuhan. Dari masing-masing gempa tersebut yang paling berbahaya adalah gempa tektonik, diikuti oleh gempa vulkanik, dan yang terakhir adalah gempa runtuhan.

Jenis-jenis seisme ternyata bukan hanya itu saja. Masih ada beberapa jenis gempa berdasarkan lokasi gempa, berdasarkan jarak terjadinya gempa, berdasarkan episentrum, dan lain-lain masih dibagi menjadi beberapa jenis gempa, seperti uraian di atas.

Pengertian Seisme, Jenis-Jenis dan Contohnya

Proses keluarnya magma dari dalam bumi menuju permukaan bumi disebut vulkanisme. Keluarnya magma ke permukaan bumi umumnya melalui retakan batuan, patahan, dan pipa kepundan pada gunung api. Di dalam kulit bumi, di bawah gunung api terdapat rongga besar dengan dinding tak beraturan disebut dapur magma. Dapur ini berisi benda cair liat sangat panas, yang disebut magma.

Lapisan yang ada di dalam bumi dapat retak, patah, bahkan bisa membentuk pipa akibat pergeseran lapisan kulit bumi. Lapisan bumi yang retak, patah dan membentuk pipa tersebut dapat diisi oleh magma akibat dorongan dari dalam bumi. Itulah mengapa magma dapat naik ke atas bahkan dapat mencapai permukaan bumi. Nah, naiknya magma ke atas lapisan bumi inilah yang disebut proses vulkanisme.
Pengertian Vulkanisme
Image by: pixaby.com

Pengertian Vulkanisme

Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfer menyusup ke lapisan yang lebih atas atau sampai ke luar permukaan bumi. Lebih jelasnya, vulkanisme merupakan proses keluarnya magma ke permukaan bumi yang umumnya melalui retakan batuan, patahan, dan pipa kepundan pada gunung api. Vulkanisme sangat erat kaitannya dengan magma.

Apabila magma yang berusaha keluar tidak mencapai permukaan bumi, maka proses ini disebut intrusi magma. Jika magma sampai di permukaan bumi, proses ini disebut ekstrusi magma. Dan magma yang sudah keluar ke permukaan bumi disebut lava. Ingat, bahwa aktivitas vulkanisme dapat menghasilkan bentukan kerucut atau kubah yang berdiri sendiri seperti gunung api.

Jadi pengertian vulkanisme adalah peristiwa naiknya magma dari dalam bumi menuju ke atas lapisan kulit bumi, bahkan bisa saja naik ke permukaan bumi. Apabila magma naik dan mencapai permukaan bumi disebut intrusi magma, dan apabila magma naik namun belum mencapai permukaan bumi disebut ekstrusi magma.

Intrusi dan Ekstrusi Magma

Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya. Adanya aktivitas ini dapat menyebabkan retakan-retakan dan pergeseran kulit bumi. Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke dalam litosfer (kulit bumi). Nah, penyusupan magma ke dalam litosfer dapat dibedakan sebagai berikut.
Jenis intrusi magma
Jenis Intrusi Magma

1. Intrusi Magma

Adalah aktivitas naiknya magma yang ada di dalam perut bumi namun tidak sampai ke permukaan bumi. Di katakan juga bahwa, intrusi magma atau plutonisme adalah aktivitas magma di dalam lapisan litosfera, memotong atau menyusup kulit bumi dan tidak mencapai permukaan bumi.

Bentuk-Bentuk Intrusi Magma
  • Batholit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari dapur magma, terjadi karena penurunan suhu yang lambat.
  • lakolit, Yaitu magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menadi cembung, sedangkan alasnya rata.
  • Sill, adalah lapisan magma tipis yang menyusup di antara lapisan batuan di atas, datar dibagian atasnya.
  • Gang, yaitu batuan dari intrusi magma yang memotong lapisan batuan yang membentuk pipih atau lempeng.
  • Apofisa, yaotu cabang dari irupso korok (gang)
  • Diatrema, yaitu batuan yang mengisi pipa letusan.

Ekstrusi magma
Jenis Ektrusi Magma

2. Ekstrusi Magma

Pengertian ekstrusi magma adalah kegiatan magma yang telah mencapai permukaan bumi. Proses ektrusi merpakan kelanjutan ari intrusi magma. Setelah terjadinya penyusupan magma ke bagian atas kulit bumi, magma tersebut suatu saat akan keluar ke permukaan bumi. Nah, ketika magma mencapai permukaan bumi inilah disebut dengan ekstrusi magma.

Menurut bentuknya, ektrusi magma dibedakan menjadi tiga jenis
  • Ekstrusi sentral, yaitu magma keluar melalui sebuah saluran magma (pipa kawah) dan membentuk gunung-gunung dan letaknya tersendiri. Ektrusi melahirkan tipe letusan gunung api.
  • Ekstrusi linier, yaitu magma keluar melaui retakan atau celah yang memanjang, sehingga mengakibatkan terbentuknya deretan gunung api yang kecil-kecil di sepanjang retakan.
  • Ekstrusi areal, yaitu magma keluar melalui lubang yang besar, karena magma terletak sangat dekat dengan permukaan bumi. 

Berdasarkan letusan yang ditimbulkan, ekstrusi magma dibedakan menjadi dua jenis
  • Ekstrusi Eksposif, yaitu letusan erupsi gunung api yang amat dahsyat akibat tekanan gas yang sangat kuat. Akibatnya dapat terjadi gempa yang dahsyat.
  • Eksrusi Epusi, yaitu letusan erupsi gunung api yang terjadi akibat tekanan gas magmatik yang tidak terlalu kuat dan biasanya ditandai dengan gempa yang tidak kuat.


Jenis-Jenis Vulkanisme

Berdasarkan tempatnya, jenis vulkanisme terdiri dari 3 macam, yaitu zona divergen, konvergen, dan zona tengah. Perbedaan ini terjadi karena adanya pergerakan lempengan bumi yang bervariasi.

1. Zona Divergen

Vulkanisme zona devergen adalah proses naiknya magma akibat lempeng tektonik yang bergerak saling berjauhan antara lempeng satu dengan lempeng lainnya. Karena lempeng bumi bergerak saling berjauhan, maka erupsi gunung api mengeluarkan lava yang cair dan kental, namun tidak disertai letusan yang dahsyat.

2. Zona Konvergen

Vulkanisme zona konvergen adalah keluarnya magma ke permukaan bumi melalui lempeng yang saling mendekati. Lempeng bumi yang saling mendekati akan membuat jalan magma menjadi menyempit, sehingga pada saat magma keluar ke permukaan bumi akan terjadi letusan gunung api yang dahsyat.

3. Zona Tengah

Vulkanisme zona tengah merupakan munculnya magma ke permukaan bumi melalui lempeng kerak bumi tanpa retakan. Artinya, magma yang suhunya sangat tinggi menyebabkan kerak bumi menjadi tipis, dan lama-lama akan ditembus oleh magma. Aktivitas ini tidak menyebabkan letusan yang dahsyat ketika magma keluar ke permukaan bumi.

Proses vulkanisme akan membentuk berbagai macam tipe gunung api, karena identik dengan magma yang ada di dalam gunung tersebut. Beberapa tipe gunung api juga memiliki dampak yang berbeda terhadap bentuk permukaan bumi. Reaksi magma yang berbeda pula dapat menimbulkan dampak yang berbeda terhadap mahluk hidup di sekitarnya.

Pengertian Vulkanisme dan Klasifikasinya

Bentuk muka bumi yang sangat bervariasi dipengaruhi oleh dua tenaga yang amat dahsyat yaitu, tenaga endogen dan eksogen. Tenaga endogen merupakan kekuatan yang berasal dari dalam bumi, sedangkan tenaga yang berasal dari luar bumi disebut tenaga eksogen. Nah, yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah salah satu jenis tenaga endogen yang disebut dengan tektonik atau tektonisme.

Tenaga endogen terdiri dari tiga jenis yaitu tektonik, vulkanik, dan seisme. Proses tektonisme bisa disamakan dengan dislokasi atau perubahan posisi, yang berarti desertai dengan perubahan letak lapisan kulit bumi dari kedudukan semula. Perubahan ini bisa secara vertikal maupun horizontal. Tektonisme dapat berpengaruh pada wilayah yang sangat luas seperti, benua dan samudra.

pengertian dan jenis jenis tektonik

Pengertian Tektonik

Tektonik, tektonisme, atau diastropisme adalah tenaga yang bekerja dari dalam bumi yang mengakibatkan pergeseran dan perubahan posisi lapisan kulit bumi baik secara datar (vertikal) maupun secara tegak (horizontal) sehingga merubah bentuk permukaan bumi. Gerakan pergeseran lapisan kulit bumi mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang menghasilkan pola baru disebut struktur diastropik.

Jenis-Jenis Tenaga Tektonik

Macam-macam tektonik didasarkan pada dua jenis yaitu, berdasarkan kecepatan dan luas wilayah, serta berdasarkan bentuknya. Mari, langsung saja kita bahas mengenai pembagian dari tenaga tektonik ini.

Berdasarkan kecepatan dan luas wilayah, tektonisme dibagi menjadi dua jenis yaitu Epirogenesa dan Orogenesa.

Gerak Epirogenesa dan Orogenesa

Epirogenesa atau orogenesis adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara vertikal maupun horizontal akibat pengankatan dan penurunan permukaan bumi yang terjadi sangat lambat serta meliputi wilayah yang sangat luas. Sedangkan orogenesa atau orogenesis adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal akibat pengankatan dan penurunan permukaan bumi yang terjadi sangat cepat dan serta meliputi wilayah yang sempit.

Perbedaan antara episogenesa dan oronenesa adalah pada kecepatan waktu dan luas wilayah permukaan yang dipengaruhi. Gerak epirogenesa terjadi pada wilayah yang sangat luas dan dalam jangka waktu yang lama, sedangkan gerak orogenesa terjadi pada wilayah yang relatif sempit dan dalam jangka waktu yang lebih cepat.

Epirogenesa dibagi menjadi dua jenis
  • Epirogenesa positif, yaitu gerak turunya permukaan bumi sehingga air laut seolah-oleh mengalami kenaikan.
  • Epirogenesa negatif, yaitu gerak naiknya permukaan bumi sehingga air laut seolah-olah mengalami penurunan.
gerak epirogenesa
Jenis-jenis Gerak Epitogenesa

Perhatikan gambar di atas...!

Jika daratan di pantai mengalami penurunan, maka seolah-olah air laut mengalami peningkatan. Inilah yang disebut dengan epirogenesa positif. Sedangkan, jika daratan di pantai mengalami kenaikan atau naik, maka seolah-olah air laut mengalami penurunan. Dan ini yang disebut dengan epirogenesa negatif.

Berdasarkan bentuknya, tektonisme dibagi menjadi dua jenis juga, yaitu lipatan dan patahan.

Lipatan dan Patahan

Lipatan adalah bentuk menyerupai ombak atau gelombang pada suatu lapisan batuan kulit bumi. Lipatan terjadi karena dua lempeng kerak bumi yang saling berhadapan bertabrakan akibat dari tenaga endogen yang mendatar dan bersifat elastis sehingga permukaan bumi mengalami pengerutan atau melipat-lipat. Bagian yang terlipat ke atas disebut punggung lipatan (antiklinal), sedangkan yang melipat ke bawah disebut lembah lipatan (sinklinal).

Jenis-jenis lipatan
  • Lipatan tegak (symmetrical folds), terjadi karena pengaruh tenaga horizontal sama atau tenaga radial sama dengan tenaga tangensial.
  • Lipatan miring (asymmetrical folds), terjadi karena arah tenaga horizontal tidak sama.
  • Lipatan menutup (recumbent folds), terjadi karena tenaga tangensial saja yang bekerja.
  • Lipatan rebah (overturned folds), terjadi karena arah tenaga horizontal dari satu arah.
  • Sesar sungkup (overthrust), terjadi karena adanya pergerakan pada sepanjang kerak bumi.
jenis jenis lipatan
Gambar Jenis-Jenis Lipatan

Patahan atau sesar adalah retakan pada kerak bumi akibat pergeseran pada batuan. Tekanan dalam bumi menyebabkan patahan jika bekerja pada lapisan batuan yang tidak elastis atau keras. Patahan terjadi akibat tenaga endogen yang relatif cepat, baik secara vertikal maupun horizontal.

Jenis-jenis patahan
  • Tanah naik (horst), terjadi akibat gerak tektogenesa horizonal memusat, yaitu tekanan dari dua arah atau lebih yang menimbulkan kerak bumi terdorong naik.
  • Tana turun (graben/slenk), terjadi karena tarikan dari dua arah yang mengakibatkan kerak bumi menurun.
  • Sesar, yaitu patahan yang diakibatkan oleh gerak yang tidak frontal dan hanya sebagian saja yang bergeser.
  • Blok mountain, terjadi akibat tenaga endogen yang berbentuk retakan-retakan di suatu daerah ada yang naik dan ada yang turun dan ada pula yang berbentuk miring, sehingga terbentuk pegunungan patahan yang terdiri dari balok-balok litosfera.
jenis jenis patahan
Gambar Jenis-Jenis Patahan

Penting...!
Terdapat perbedaan pendapat mengenai jenis-jenis tenaga tektonik ini. Pertama, lipatan dan patahan merupakan bagian dari gerak orogenesa, karena gerakan tersebut memang dapat membentuk patahan dan lipatan. Disebutkan bahwa, gerak orogenesa merupakan gerakan pembentuk pegunungan lipatan maupun patahan yang terjadi relatif singkat dan di daerah yang lebih sempit.
Pendapat kedua menyebutkan bahwa pembagian teknonisme berdasarkan dua karakteristik yaitu, berdasarkan luas wilayah dan waktu terjadinya, serta berdasarkan bentuknya, sehingga patahan dan lipatan disajikan bukan dari bagian orogenesa.

Secara singkat, bentuk muka bumi akibat patahan dan lipatan adalah sebagai berikut:
  • Pegunungan, merupakan kumpulan dari beberapa gunung yang membentuk muka bumi seolah-olah bergelombang.
  • Dataran tinggi, yaitu daerah datar yang berada pada ketinggian di atas 700 meter dari permukaan laut.
  • Plato, yaitu dataran tinggi dengan bagian atasnya relatif datar.
  • Depresi, yaitu bagian permukaan bumi yang mengalami penurunan.
  • Palung laut, disebut juga sebagai jurang laut karena memiliki kedalaman lebih dari 5000 meter.
  • Lubuk laut, sama halnya dengan palung laut, namun memiliki kedalaman kurang dari 5.000 meter.
  • Punggung laut, mirip dengan bukit di dasar laut.
  • Ambang laut, pembatas yang berada di dasar laut antara dua laut dalam.
  • Shelf, merupakan bagian laut yang dalam kurang dari 200 meter.


Skema Macam-Macam Tektonik

  1. Epirogenesa
  2. Orogenesa
  • Lipatan
  • Patahan

Ada juga yang menyajikan secara terpisah, yaitu sebagai berikut:

Skema Macam-Macam Tektonik

Berdasarkan kecepatan dan luas wilayah
  1. Epirogenesa
  2. Orogenesa
Berdasarkan bentuknya
  1. Lipatan
  2. Patahan

Dari kedua perbedaan itu sama-sama benar, namun hanya cara penyajiannya saja yang berbeda. Silahkan dari teman-teman mau pilih yang mana, semuanya tetap benar dan dapat dipertanggung jawabkan.

Pengertian dan Jenis-Jenis Tenaga Tektonik

Tenaga yang berasal dari dalam bumi disebut dengan tenaga endogen, sedangkan tenaga yang berasal dari luar bumi disebut dengan tenaga eksogen. Kedua kekuatan itulah yang telah mengubah bentuk muka bumi, sehingga terjadi bentuk-bentuk seperti pegunungan, bukit, lembah, palung laut dan lubuk laut.

Proses terbentuknya muka bumi tidak terjadi begitu saja, karena ada sebab pasti ada akibat. Tenaga endogen umumnya bersifat membangun, dan tenaga eksogen bersifat merusak apa yang telah dibangun oleh tenaga endogen. Di sini akan kami rinci secara lengkap pembagian dan jenis-jenis tenaga yang memproses pembentukan muka bumi. Mari kita simak bersama-sama. Oke....!

pembagian dan jenis jenis tenaga endogen dan eksogen
Image by: pixaby.com

Pembagian dan Jenis Tenaga Endogen dan Eksogen

Perlu diketahui bahwa, bentuk muka bumi tidaklah rata seperti yang ada pada peta. Akan tetapi terdapat tonjolan yang menjulang ke atas dan cekungan yang menjorok ke bawah, serta dataran rendah dan dataran yang tinggi. Bentuk muka bumi yang sedemikian rupa disebabkan oleh dua kekuatan yang luar biasa yaitu, tenaga endogen dan eksogen.

Tenaga Endogen

Pengertian tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang membentuk permukaannya menjadi bervariasi, seperti adanya pegunungan, perbukitan, danau, palung laut, lubuk laut, dan lain-lain. Kekuatan endogen membangun bentuk muka bumi dan kulit bumi yang meliputi bagian luar permukaan hingga ke bagian dalam bumi. Pengaruh energi dari dalam bumi berupa suatu kekuatan yang dahsyat sehingga dapat membentuk permukaan bumi yang beraneka ragam bentuknya.

Jenis-Jenis Tenaga Endogen

1. Tektonik (Diastropisme)
Tektonik atau tektonisme adalah perubahan letak atau kedudukan lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal. Dalam sumber lain menyebutkan bahwa diastropisme adalah tenaga yang bekerja dari dalam bumi yang mengakibatkan pergeseran dan perubahan posisi lapisan batuan sehingga mengubah bentuk muka bumi.

Berdasarkan kecepatan gerak dan luas daerah, tektonisme dibedakan atas epirogenesa dan orogenesa.
Epirogenesa adalah gerak pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal akibat pengankatan dan penurunan permukaan bumi yang terjadi sangat lambat  serta meliputi wilayah yang sangat luas.
Gerakan epirogenesa dibagi menjadi dua yaitu:
  • Epirogenesa positif, yaitu gerak turunnya permukaan bumi sehingga laut seolah-olah mengalami kenaikan.
  • Eporigenesa negatif, yaitu gerak naiknya permukaan bumi sehingga laut seolah-olah mengalami penurunan.
Oreogenasa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal akibat pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yang terjadi sangat cepat serta meliputi wilayah yang sempit.

Berdasarkan bentuknya, proses tektonisme dibedakan menjadi dua macam yaitu, patahan (foulding) dan lipatan (foulting).
Lipatan terjadi akibat nenaga endogen yang mendatar dan bersifat liat (elastis) sehingga permukaan bumi mengalami pengerutan. Pendapat lain menyebutkan bahwa, lipatan terjadi ketika dua lempeng kerak bumi yang saling berhadapan bertabrakan. Bagian yang terlipat ke atas disebut punggung lipatan (antiklinal), sedangkan yang melipat ke bawah disebut lembah lipatan (sinklinal).
Jenis-Jenis lipatan terdiri dari:
  • Lipatan Tegak
  • Lipatan Miring
  • Lipatan Menutup
  • Lipatan Isoklinal
  • Lipatan Rebah
  • Sesar Sungkup.
Patahan terjadi akibat tenaga endogen yang relatif cepat, baik vertikal maupun horizontal. Ada juga yang berpendapat bahwa, tekanan dalam bumi menyebabkan patahan jika bekerja pada lapisan batuan yang tidak elastis atau keras.
Jenis-jenis patahan:
  • Tanah naik (Horst)
  • Tanah Turun (Graben/Slenk)
  • Sesar
  • Blok mountain

2. Vulkanik
Vulkanik atau vulkanisme adalah peristiwa pergerakan magma di dalam kulit bumi hingga ke permukaan bumi. Vulkanisme juga berhubungan dengan peristiwa pembentukan gunung berapi. Gunung berapi adalah bagian permukaan bumi yang berbentuk kerucut atau kubah yang berdiri sendiri dan terdiri atas puncak tertinggi yang dibatasi lereng.

Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke dalam litosfer (kulit bumi). Penyusupan magma ke dalam kulit bumi dibedakan menjadi dua yaitu, Intrusi Magma dan Ekstrusi Magma.
Intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batuan tetapi tidak mencapai permukaan bumi. Intrusi magma dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.
Jenis-jenis intrusi magma:
  • Batholit
  • Lakolit
  • Gang (korok)
  • Diatermis
Ektrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga ke permukaan bumi dan membentuk gunung api. Secara umum tipe gunung berapi dapat dibedakan sebagai berikut:
Berdasarkan keaktifan
  • Gunung api aktif
  • Gunung api tidur
  • Gunung api mati
Berdasarkan Bentuknya
  • Gunung api perisai (aspit)
  • Gunung api kubah
  • Gunung api Strato
  • Gunung api lava pijar dan abu

3. Gempa Bumi atau Seisme
Gempa bumi adalah peristiwa bergesernya lapisan bumi akibat adanya pergerakan lapisan kulit bumi atau lempeng bumi, sehingga terjadi getaran keras secara tiba-tiba. Secara umum penyebab gempa bumi dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu, gempa berdasarkan penyebabnya, gempa menurut letak terjadinya, dan gempa berdasarkan skalanya.

Jenis Gempa Bumi Berdasarkan Penyebabnya

  • Gempa Tektonik adalah gempa yang ditimbulkan karena tenaga tektonik yaitu, pergeseran atau perubahan pada lapisan kulit bumi sehingga terjadi gempa. Ingat...!, jenis tenaga endogen yang pertama adalah tektonik itu sendiri, dan akibat aktivitas kekuatan tersebut terjadilah gempa tektonik.
  • Gempa Vulkanik adalah gempa yang ditimbulkan akibat aktivitas tenaga vulkanik. Magma dari dalam bumi yang mendorong lapisan kulit bumi dapat mengakibatkan gempa, apa lagi jika terjadi letusan gunung berapi. Letusan gunung berapi yang terjadi disebabkan oleh aliran magma dari dalam bumi menerobos ke atas lapisan kerak bumi. Letusan gunung berapi yang keras menyebabkan getaran kulit bumi, terutama di sekeliling gunung tersebut.
  • Gempa Runtuhan adalah gempa yang terjadi akibat runtuhnya lapisan kulit bumi. Gempa ini biasanya terjadi di daerah yang terdapat banyak rongga-rongga di bawah tanah. Karena tidak kuat menahan atap rongga makan terjadi runtuhan yang mengakibatkan gempa. Gempa jenis ini bersifat lokal dan kekuatannya paling lemah.
  • Gempa Buatan, yaitu gempa yang terjadi akibat ulah manusia. Contoh dari gempa jenis ini adalah adanya gempa akibat peledakan bom yang berkekuatan dahsyat, sehingga dapat membuat getaran yang amat kuat.


Gempa Menurut Letak Terjadinya ada dua yaitu, episentrum dan hiposentrum.
Gempa episentrum, yaitu gempa yang terjadi di tepi kerak/lempeng samudra maupun benua.
Gempa berdasarkan Episentrum
  • gempa sentral
  • gempa linier
Gempa hiposentrum, yaitu gempa yang terjadi pada kedalaman tertentu pada lempeng samudra maupun benua.
Gempa Berdasarkan Hiposentrum
  • Gempa dangkal
  • Gempa menengah
  • Gempa dalam

Gempa berdasarkan skala gempa

  • Gempa skala <2, gempa lemah dan sering manusia tidak merasakan
  • Gempa skala 3,5-4,2, dirasakan sedikit orang
  • gempa skala 4,9-5,4 dirasakan banyak orang
  • gempa skala 5,5-6,1 akan terjadi kerusakan ringan pada bangunan
  • gempa skala 6,2-6,9 terjadi kerusakan agak besar pada bengunan
  • gempa skala 7,0-7,3 terjadi kerusakan serius, rel bisa bengkok, dan jalan pecah
  • gempa skala >7,4 gempa yang kuat dan dapat berakibat fatal

Skala gempa di atas merupakan adalah klasivikasi dari seorang alhi geologi berkebangsaan Amerika Serikat, Charles F. Richter, pada tahun 1935. Sampai sekarang dijadikan patokan banyak negara untuk mengetahui seberapa besar bahaya gempa.

Tenaga Eksogen

Secara singkat pengertian tenaga eksogen adalah tenaga atau kekuatan yang berasal dari luar bumi yang mempengaruhi bentuk muka bumi. Ada pula yang menyebutkan definisi tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi, antara lain berasal dari hujan, panas matahari, angin, aliran air, dan luncuran gletser serta mahluk hidup. Jadi tenaga ini hanya bekerja pada permukaan bumi saja dan tidak di dalam bumi.

Kekuatan eksogen ini dapat mengubah bentuk permukaan bumi menjadi berlubang, berbukit, cembung, cekung, dan bentuk lainnya. Tenaga yang bersifat merusak adalah tenaga eksogen itu sendiri, karena apa yang telah dibangun oleh tenaga endogen kemudian dirubah lagi olehnya. Tenaga eksogen dapat menyebabkan terjadinya pelapukan, erosi, dan sedimentasi yang bersifat merusak bentuk permukaan bumi.

Jenis-Jenis Tenaga Eksogen

1. Pelapukan
Pengertian pelapukan adalah proses penghancuran batuan atau material yang ada di permukaan bumi baik secara fisika, kimia, dan biologi dalam jangka waktu yang panjang. Proses pelapukan membutuhkan waktu yang panjang karena proses hancurnya material berjalan secara bertahap, sedikit demi sedikit. Panjang waktu yang dibutuhkan agar batuan atau material benar-benar hancur tergantung pada strukturnya.

Ada pula yang mendefinisikan pelapukan adalah proses perubahan struktur batuan atau material yang ada di permukaan bumi dari gumpalan menjadi butiran kecil bahkan dapat larut dalam air, baik secara kimia, fisika/mekanik, dan biologis. Terjadinya pelapukan disebabkan oleh faktor batuan, iklim, topografi, dan vegtasi.

Menurut proses terjadinya, pelapukan dibedakan atas pelapukan mekanik, pelapukan kimiawi, dan pelapukan biologis.

Macam-Macam Pelapukan
  • Pelapukan mekanik/fisika
  • Pelapukan kimia
  • Pelapukan biologis

Pelapukan mekanik atau fisika terjadi karena pemuaian dan penyusutan batuan atau meterial di permukaan bumi akibat naik dan turunnya suhu yang disebabkan oleh alam seperti, tenaga panas matahari, dinginnya suhu pada malam hari, air mengalir, dan hujan. Proses pelapukan sangat dipengaruhi oleh alam suatu wilayah, semakin ekstrim perubahan suhu maka pelapukan akan cepat terjadi.

Pelapukan kimia atau disebut juga dekomposisi adalah proses penghancuran batuan dengan mengubah susunan kimiawi batuan yang terlapukan. Singkatnya, pelapukan jenis ini adalah disebabkan oleh reaksi kimia. Ada beberapa jenis pelapukan kimia yaitu, oksidasi, pelarutan dan karbonasi, serta hidrolisis.

Pelapukan biologis atau organis desebabkan oleh kegiatan organisme, yaitu tumbuhan, binatang, dan manusia. Pelapukan biologis dapat dibagi menjadi dua berdasarkan prosesnya yaitu, pelapukan biofisik dan biokimia. Contohnya tumbuhan lumut yang tumbuh di batu-batu dapat membuatnya menjadi lapuk.

2. Erosi/Pengikisan
Erosi adalah suatu proses penghancuran material tanah dan batuan dan kemudian dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, es, angin, dan gravitasi. Berdasarkan penyebabnya, erosi terbagi menjadi tiga jenis yaitu, erosi air, erosi angin, dan erosi gletser.

Jenis Erosi
  • Oleh Tenaga Air, tetesan air secara terus menerus akan membuat batuan yang ada di bawahnya menjadi berlubang atau gelombang laut yang menghantam batuan di pinggir pantai secara terus-menerus akan membuat batu tersebut menjadi hancur.
  • Oleh Tenaga Angin, yaitu hembusan angin yang membawa partikel kecil seperti pasir menghantam batuan secara terus menerus, sehingga batu menjadi terkikis. Erosi angin biasanya terjadi di gurun pasir.
  • Oleh tenaga es atau gletser, yaitu aliran es yang mencair menuruni pegunungan dapat mengakibatkan erosi pada permukaan tanah dan batuan yang dilaluinya.

Pengikisan oleh air desebut erosi, pengikisan oleh air laut disebut abrasi, pengikisan oleh udara disebut deflasi, dan pengikisan oleh gletser disebut eksarasi.

3. Sedimentasi/Pengendapan
Pengertian sedimentasi adalah proses pengendapan materi-materi hasil erosi yang dibawa oleh tenaga pengangkut seperti air, angin, gelombang laut, dan gletser. Berdasarkan penyebabnya, sedimentasi ada tiga jenis yaitu, sedimentasi oleh air, sedimentasi oleh aingi, dan sedimentasi oleh gletser.

Macam-macam sedimentasi
  • Sedimentasi air, yaitu pengendapan yang disebabkan oleh tenaga air yang mengalir.
  • Sedimentasi angin, yaitu pengendapan yang disebabkan oleh tenaga angin
  • Sedimentasi gletser, yaitu pengendapan yag disebabkan oleh tenaga gletser yang mencair.

Itulah ringkasan pembagian dan jenis-jenis tenaga endogen dan eksogen. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi link artikel yang sudah ditautkan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan.

Ringkasan Pembagian dan Jenis-Jenis Tenaga Endogen dan Eksogen

Proses terbentuknya muka bumi yang disebabkan oleh tenaga endogen dan eksogen merupakan gejala alam yang sangat luar biasa. Lapisan bumi yang berbentuk bulat mempunyai susunan yang mirip dengan telur. Kuning telur mewakili inti bumi (core), putih telur mewakili selubung bumi (mantle), dan cangkang atau kulitnya mewakili kerak bumi (crust). Ketebalan kerak bumi yang kita tempati ini hanya 30-80 km. Lapisan bumi yang berada di bawah kerak bumi mencapai kedalaman 2.900 km. Bagian inti bumi yang berupa material nikel besi bersifat cair dan sangat panas di lapisan luar.

Suhu yang sangat panas di atas di atas 3.000 derajat Celcius dan tekanan kuat membuat inti bumi selalu bergejolak. Pergolakan ini menimbulkan tenaga yang amat dahsyat, sehingga menekan batuan cair pada saat selubung terdesak keluar ke permukaan bumi, akibatnya membentuk muka bumi. Tenaga yang berasal dari dalam bumi inilah yang disebut tenaga endogen. Sementara tenaga endogen bekerja, muka bumi yang telah terbentuk akan diubah oleh tenaga eksogen.

Tenaga dari dalam bumi mengubah bentuk muka bumi sehingga muncul gunung, pegunungan, dan lain-lain. Selanjutnya apa yang telah dilakukan oleh tenaga dari dalam bumi (endogen), kemudian dirombak oleh tenaga dari luar bumi seperti, air, angin, es, dan organisme (eksogen) sehingga nampaklah keragaman muka bumi seperti yang kita lihat sekarang.

proses pembentukan muka bumi

Proses Pembentukan Muka Bumi

Keragaman bentuk muka bumi tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui proses alam yang amat panjang. Proses alam apa saja yang menyebabkan terjadinya bentuk muka bumi? Terbentuknya permukaan bumi merupakan hasil dari tenaga geologi yakni, tenaga atau kekuatan yang mengubah bentuk muka bumi. Kekuatan yang mengubah bentuk muka bumi ada dua macam, yaitu akibat tenaga endogen dan eksogen.

A. Tenaga Endogen

Tenaga endogen adalah tenaga atau kekuatan yang berasal dari bagian dalam bumi. Tenaga ini membangun bentuk muka bumi dan kulit bumi yang meliputi bagian dalam bumi hingga ke bagian luar bumi. Kulit bumi terdiri dari lapisan atau batuan yang tebalnya beberapa puluh kilo meter. Secara geologi tenaga endogen terdiri dari tiga jenis yang dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya yakni, tenaga tektonik (diatropisme), vulkanik (vulkanisme), dan gempa bumi (seisme). Ketiga tenaga inilah yang membentuk permukaan bumi sehingga permukaan bumi tampak beragam.

Jenis-jenis tenaga endogen:
  1. tektonik (diatropisme)
  2. vulkanik (vulkanisme)
  3. gempa bumi (seisme)

1. Tenaga Tektonik

Disebut juga dengan diatropisme adalah tenaga yang bekerja dari dalam bumi yang mengakibatkan pergesaran dan perubahan posisi lapisan batuan sehingga mengubah bentuk muka bumi baik secara mendatar maupun vertikal. Gerakan yang ditimbulkan oleh tenaga tektonik berdasarkan kecepatan gerak dan luas daerah dapat dibedakan menjadi gerakan orogenesis dan epirogenesis.

Epirogenesis, epirogenesa, atau epirogenetik adalah gerak pengangakatan atau penurunan jalur kerak bumi sehingga membentuk pegunungan dan lembah yang berlangsung secara perlahan dan sangat lambat, meliputi daerah yang sangat luas seperti benua. Orogenesis, orogenesa, atau orogenetik adalah pembentukan pegunungan, yaitu gerak pada kulit bumi yang relatif cepat dan meliputi daerah yang tidak luas.

Berdasarkan bentuknya, proses tektonik dibedakan menjadi dua jenis yaitu lipatan dan patahan. Lipatan terjadi akibat tenaga endogen yang mendatar dan dan bersifat liat (plastis) sehingga permukaan bumi mengalami kerutan berbentuk seperti lipatan dan bergelombang. Patahan terjadi akibat tenaga endogen yang relatif cepat, baik secara vertikal maupun horizontal.

2. Tenaga Vulkanik

Vulkanik atau vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfer yang bergerak ke lapisan yang lebih atas atau keluar ke permukaan bumi. Aktivitas tersebut menghasilkan bentukan berupa kerucut atau kubah yang berdiri sendiri dan disebut gunung berapi. Pergerakan magma sebagai aktivitas magma dibedakan menjadi dua yaitu, Intrusi Magma dan Ekstrusi Magma.

Instrusi magma adalah aktivitas magma di dalam lapisan litosfera, memotong atau menyusup litorfer dan tidak mencapai permukaan bumi (Plutonisme). Ekstrusi magma adalah kegiatan magma yang mencapai permukaan bumi. Ekstrusi magma merupakan kelanjutan dari intrusi magma. Hasil dari proses vulkanik yaitu, berupa gunung berapi dan berupa bentuk fenomena alam seperti letusan gunung.

3. Gempa Bumi atau Seisme

Gempa bumi adalah sentakan yang terjadi pada lapisan litosfera yang bersumber dari litosfera bagian dalam. Hentakan tersebut lalu dirambatkan pada litosfera dan kemudian ke permukaan bumi. Alat untuk mencatat gempa disebut seimografi. Gempa bumi berdasarkan faktor penyebabnya dibedakan menjadi tiga jenis.

Jenis gempa bumi berdasarkan faktor penyebabnya:
  • Gempa tektonik
  • Gempa vulkanik
  • dan gempa runtuhan.

Gempa tektonik terjadi akibat tumbukan lempeng-lempeng di litosfer kulit bumi oleh tenaga tektonik. Gempa ini mengiringi gerakan tektonik (retakan dan patahan) secara mendadak. Ini terjadi jika terbentuk patahan-patahan baru atau terjadi pergeseran di sepanjang patahan akibat aktivitas di dalam kerak bumi.

Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi karena adanya aktivitas gunung berapi seperti pada saat meletus. Aktivitas gunung api menimbulkan getaran di wilayah sekitarnya. Karena terjadi pada saat adanya aktivitas gunung berapi, maka gempa vulkanik tidak sesering gempa tektonik.

Gempa runtuhan atau longsoran adalah gempa yang terjadi akibat longsor atau runtuhnya tanah. Gempa ini terjadi di daerah yang terdapat banyak rongga-rongga di bawah tanah. Getaran yang dihasilkan oleh runtuhnya tanah hanya dirasakan di sekitar daerah yang runtuh.

Gempa berdasarkan letak terjadinya dapat dibedakan menjadi dua jenis:
  • Gempa episentrum, yaitu gempa yangterjadi di tepi kerak/lempeng samudra maupun lempeng benua.
  • Gempa hiposentrum, yaitu gempa yang terjadi pada kedalaman tertentu pada lempeng samudra maupun lempeng benua.

Gempa hiposentrum (kedalaman pusat gempa) ada tiga jenis:
  • Gempa dangkal (kedalaman hiposentrum kurang dari 60 km di bawah permukaan bumi.
  • Gempa menengah (kedalaman hiposentrum berada di antara 60-300 km dibawah permukaan bumi.
  • Gempa dalam (kedalaman hiposentrum lebih dari 300 km di bawah permukaan tanah).

Gempa berdasarkan bentuk episentrum (jarak pusat gempa di permukaan bumi), dibedakan menjadi dua jenis yaitu, gempa sentral dan gempa linier. Gempa sentral episentrumnya berbentuk titik, sedangkan gampa linier episentrumya berbentuk garis.

B. Tenaga Eksogen

Adalah tenaga yang berasal dari luar bumi, antara lain berasal dari hujan, panas matahari, angin, dan luncuran glester serta mahluk hidup. Tenaga eksogen biasanya merusak apa yang telah dibangun oleh tenaga endogen sehingga mendapat bentuk akhir. Tenaga ini bekerja hanya pada permukaan bumi. Tenaga eksogen yang membentuk muka bumi dikelompokkan pada pelapukan, pengangkutan, pengikisan/erosi, dan pengendapan.


Jenis tenaga eksogen:
  1. pelapukan
  2. pengikisan tau erosi
  3. pengendapan/sedimentasi
  4. pengankutan 

1. Pelapukan

Pelapukan merupakan salah satu tenaga eksogen yang membentuk muka bumi. Pelapukan merupakan peristiwa hancurnya bentuk gumpalan menjadi butiran kecil bahkan larut dalam air.  Ada juga yang berpendapat bahwa, pelapukan merupakan peristiwa penghancuran batuan, dari batuan yang berbentuk gumpalan menjadi butiran kecil bahkan larut dalam air.

Berdasarkan proses terjadinya, pelapukan ada tiga jenis:
  • pelapukan fisik/mekanis
  • pelapukan kimia
  • dan pelapukan organis/biologis


Pelapukan Fisik
Terjadi oleh adanya tenaga panas, air mengalir, gletser, angin, dan air hujan. Pelapukan ini terjadi secara alami tanpa ada campur tangan manusia sehingga kondisi alam suatu wilayah akan sangat menentukan terjadi pelapukan. Pelapukan fisik juga disebut dengan pelapukan mekanis. Contoh pelapukan mekanis adalah batu yang terkena sinar matahari akan memanas sehingga menjadi memuai atau mengembang, jika pada malam hari akan menyusut karena hawa dingin. Peristiwa itu terjadi berulang-ulang sehingga batu akan menjadi lapuk dan hancur.

Pelapukan fisik dapat disebabkan oleh beberapa hal:
  • perbedaan temperatur yang tinggi
  • pembekuan air di dalam batuan
  • berubahnya air garam menjadi kristal


Pelapukan Kimia
Disebabkan oleh reaksi kimia. Air, oksigen, dan karbon dioksida adalah unsur utama penyebab pelapukan kimiawi. Misalnya batuan kapur yang terkena air. Batutan kapur atau gamping dengan rumus kimia CaCO3 bila bercampur dengan air (H2O) yang mengandung CO2 maka akan larut menjadi Ca(HCO2)2. Di perbukitan kapur, akibat pelapukan kimiawi dapat dilihat hasilnya, yang berupa gua.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pelapukan kimiawi adalah
  1. Iklim
  2. Komposisi material dan Struktur batuan
  3. Relief
  4. Tutupan vegetasi
  5. Kegiatan manusia


Pelapukan Biologis
Disebut juga dengan pelapukan organis. Pelaukan yang disebabkan oleh mahluk hidup disebut dengan pelapukan biologis. Mahluk hidup yang berperan dalam pelapukan ini adalah manusia, hewan, maupun tumbuhan. Aktivitas manusia dalam mengelola lahan, akar tumbuhan yang dapat menembus batuan hingga terjadi retak dan lapuk. Serta semut, cacing, maupun tikus mampu merusak batuan hingga batuan menjadi lapuk.

Pelapukan biologis dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan prosesnya, yaitu
  • Pelapukan Biofisik
  • Pelapukan biokimia


2. Pengikisan/erosi

Erosi adalah pengikisan material yang disebabkan oleh air, angin dan gletser. Misalnya, batuan yang telah lapuk secara berangsur-angsur akan dikikis dan dipindahkan oleh tenaga eksogen. Tenaga eksogen yang mampu mengikis dan memindahkan batuan yang telah lapuk adalah air, angin, gelombang, dan gletser.

Penyebab erosi adalah
  • Air
  • Angin
  • Gelombang
  • dan Gletser


Tenaga Air
Pengikisan yang disebabkan oleh tenaga air disebut dengan erosi. Air yang mengalir akan mengikis material batuan dan tanah yang telah dilaluinya. Semakin cepat aliran air, semakin besar pula tenaga pengikisnya.

Tenaga Angin
Pengikisan yang disebabkan oleh tenaga angin disebut dengan deflasi. Erosi ini umumnya terjadi di daerah kering seperti di padang pasir. Angin yang kencang akan membuat pasir menjadi terbang. Butiran pasir yang terbawa angin dapat mengikis permukaan batuan.

Tenaga Gelombang
Pengikisan ini terjadi di pinggir laut dan kekuatan belombang laut merupakan tenaga penggerak dari pengikisan ini. Bentuk pengikisan yang diakibatkan gelombang laut adalah gua-gua yang ada di laut dan bebatuan yang berbentuk unik.

Tenaga Gletser
Es yang meluncur di lereng pegunungan dapat mengakibatkan terjadinya erosi pada tanah dan batuan. Es meluncur menuruni pegunungan karena es mengalami pencairan. Erosi yang disebabkan oleh luncuran es itulah disebut dengan pengikisan eksarasi.

3. Sedimentasi atau Pengendapan

Sedimentasi adalah proses pengendapan materi-materi hasil erosi yang dibawa oleh tenaga air, angin, gelombang laut dan gletser. Material yang diangkut oleh aliran air akan diendapkan didaerah yang lebih rendah. Sedimentasi merupakan kelanjutan dari proses erosi.

Berdasarkan tempat pengendapannya, proses sedimantasi ada 4 jenis:
  • Sedimentasi Fluvial, yaitu proses pengendapan materi yang diangkut oleh aliran air sungai dan diendapkan di sepanjang aliran sungai, danau, waduk, atau muara.
  • Sedimentasi oleh air laut, yaitu sedimentasi yang disebabkan oleh abrasi pantai yang kemudian diendapkan kembali di sekitar pantai.
  • Sedimentasi eolis, yaitu pasir dan debu yang dibawa oleh angin akan membentuk bukit pasir. Pengendapan oleh angin ini disebut eolis.
  • Sedimentasi gletser, yaitu gletser yang membawa material akan mengendap. Pengendapan berupa gundukan batuan yang tertinggal di ujung gletser.

4. Pengangkutan

Pengankutan material (mass wasting) terjadi karena adanya pengaruh gaya gravitasi bumi sehingga terjadi pengankutan atau pemindahan material dari satu tempat ke tempat lain oleh gaya gravitasi bumi.

Kesimpulan

Proses pembentukan muka bumi terjadi karena tenaga endogen dan eksogen. Proses pembentukan muka bumi dipengaruhi oleh tenaga dari dalam bumi yang disebut endogen. Tenaga yang berasal dari luar bumi yang dapat mengubah permukaan bumi dan sifat-nya merusak adalah eksogen. Tenaga eksogen dapat berupa air, angin, dan gletser.

Tenaga endogen pembentuk muka bumi terdiri dari 3 jenis yaitu, tektonik, vulkanik, dan gempa bumi. Tenaga eksogen pembentuk muka bumi terdiri dari 4 jenis yaitu, pelapukan, pengikisan, pengendapan, dan pengankutan.

Proses Pembentukan Muka Bumi Akibat Tenaga Endogen dan Eksogen

Subscribe Our Newsletter