Halaman

    Social Items

Ads 728x90

Muawiyah bin Abu Sufyan adalah pendiri Dinasti Umayyah dan resmi menjadi khalifah pada tahun 661 M. Ia merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW sekaligus saudara tiri Ummu Habibah Ramlah, salah satu istri Rasulullah SAW. Sebenarnya, Utsman bin Affan merupakan khalifah pertama dari Bani Umayyah, namun Muawiyah adalah khalifah yang menjadikan Umyyah sebagai dinasti di kekhalifahan.

muawiyah bin abu sufyan


Muawiyah juga dikenal sebagai khalifah pertama dari Bani Umayyah yang berasal dari garis keturunan Abu Sufyan bin Harb. Nama lengkap Muawiyah adalah Muawiyah bin Abu Sufyan bin Umyyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab. Ia memeiliki nama julukan yaitu, Abdurrahman dan al-Quraisyi al-Umawi al-Makki.

Pada masa pemerintahan Khalifah bin Abu Sufyan pusat pemerintahan atau ibu kota telah dipindahkan dari Madinah ke Damaskus. Ia juga telah melanjutkan perluasan wilayah yang telah dilakukan oleh khalifah-khalifah sebelumnya. Disamping itu, Muawiyah juga mengatur tentara dengan cara baru dengan meniru aturan yang ditetapkan oleh tentara Bizantium, membangun administrasi pemerintahan dan menetapkan aturan kiriman pos.

Muawiyah mneninggal pada 22 Rajab tahun 60 H. Menjelang wafatnya, ia mengangkat putranya yang bernama Yazid menjadi putra mahkota untuk melanjutkan kepemimpinan ayahnya. Pada tahun 681 Yazid telah resmi menjadi khalifah. Itu berarti menandakan berakhirnya masa kepemimpinan Muawiyah.

Ciri-Ciri Fisik Muawiyah bin Abu Sufyan
Muawiyah memiliki fisik berbadan tinggi dan kulit yang putih. Wajahnya tampan serta memiliki aura wibawa yang kuat. Umar bin Khattab pernah berkata bahwa Muawiyah menyukai makanan yang lezat dan bergaya seperti raja. Wajar saja jika Muawiyah seperti itu, karena ia berasal dari kabilah terpandang. Selain itu, Umar berkata demikian bukan bermaksud mengejek Muawiyah, akan tetapi hanya memberi informasi saja bahwa Muawiyah memiliki ciri seperti itu.

Memeluk Agama Islam
Pendapat yang sudah mashur dikalangan umat Islam bahwa Muawiyah masuk Islam pada masa Fatkhul Makkah (Penaklukan Mekkah). Akan tetapi Muawiyah pernah berkata bahwa ia masuk Islam sebelum Penaklukan Mekkah, tepatnya dalam peristiwa Umrah Qadha tahun 7 Hijriah.

Beliau menyembunyikan keimanannya karena pada masa itu Muawiyah dalam posisi yang sangat sulit. Mengingat ayahnya (Abu Sufyan) belum masuk Islam, bahkan Abu Sufyan adalah pemimpin Quraisy yang menentang Nabi Muhammad SAW.

Keturunan Muawiyah
Muawiyah memiliki beberapa anak baik putra maupun putri. Berikut nama-nama anak Muawiyah:

  1. Yazid bin Muawiyah
  2. Abdurrahman bin Muawiyah
  3. Abdullah bin Muawiyah
  4. Ramlah binti Muawiyah
  5. Hindun binti Muawiyah
  6. Aisyah binti Muawiyah
  7. Atikah binti Muawiyah
  8. Shafiyyah binti Muawiyah


Ketengan: "bin" berarti anak laik-laki dan "binti" berarti anak perempuan.

Semasa hidupnya, Muawiyah memiliki beberapa istri. Nama-nama istri Muawiyah adalah Maisun binti al Kalbiyah, Fakhitah binti Qarazhah, Kanud binti Qarazhah, dan Na'ilah binti Imarah.


Sekilas Biografi Muawiyyah bin Abu Sofyan;
Nama: Muawiyah bin Abdu Sufyan
Lahir: pada tahun 602 M di Mekkah, Jazirah Arab
Wafat: 22 Rajab tahun 60 H (26 April 680 M) di Damaskus, Syria
Usia: 77 Tahun
Ayah: Abu Sufyan bin Harb
Ibu Hindun binti Utbah
Berkuasa: selama 20 tahun dari 661-680 M

Pada Masa Khulafaur Rasyidin

Sebagai khalifah pertama dari Bani Umayyah, Muawiyah bin Abu Sufyan memiliki karier yang gemilang dalam kancah politik dan sebagai pemimpin. Selain menjabat sebagai gubernur, ia juga ditunjuk sebagai pemimpin pasukan untuk memperluas kekuasaan Islam.

Pada masa pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq, Muawiyah pernah ikut pertempuran dalam Perang Yamamah, yaitu peperangan melawan Musailamah al Kadzab (nabi palsu). Setelah permasalahan internal (pemberontakan) selesai, Abu Bakar mengirim pasukan ke beberapa daerah, salah satunya negeri Syam. Dalam pasukan tersebut, terdapat satu divisi pasukan yang dipimpin oleh Muawiyah.

Pada masa pemerintahan Umar bin Khatthab, ia pernah ditunjuk sebagai gubernur Syria pada tahun 639. Membentuk angkatan laut Muslim yang pertama kalinya adalah salah satu bukti bahwa ia merupakan gubernur yang cakap dan cerdas. Namun pada masa Khalifah Umar, pasukan angkatan laut belum boleh digunakan karena orang Arab pada saat itu belum begitu akrab dengan lautan. Sehingga, pada masa Utsman bin Affan angkatan laut baru dipergunakan.

Selain menjadi gubernur di masa khalifah Umar, Muawiyah juga pernah ditugaskan untuk membebaskan kota Qaisariyah (Palestina) yang memiliki benteng pertahanan dan pasukan yang kuat. Kegigihannya dalam memimpin pasukan dan berjihad membuat benteng tersebut dapat di tembus dan berhasil menguasainya. Dikisahkan pengepungan kota Qaisariyah memakan waktu hingga 1 bulan.

muawiyah bin abu sufyan
Ilustrasi Muawiyah Memimpin Pasukan

Kedua peristiwa tersebut membuat Muawiyah ditunjuk sebagai gubernur Yordania pada 17 H. Yazid bin Abu Sufyan kemudian meninggal pada tahun 18 H karena penyakit Tha'un. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Khalifah Umar menunjuknya untuk menggantikan posisi Yazid memimpin Damaskus dan Yordania (Ba'labakm dan Balqa).

Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, Muawiyah adalah seorang gubernur yang paling berpengaruh dan menguasai mayoritas negeri Syam. Meninggalnya dua gubernur Syam membuat Muawiyah menjadi gubernur Syam seluruhnya yang meliputi Palestina, Yordania, Lebanon, dan Syria.

Ia banyak melakukan perluasan wilayah ke beberapa daerah perbatasan Syam, sehingga beberapa daerah berhasil dikuasai. Pada tahun 32 H, Cyprus (Qubrush) telah menginkari perjanjian karena Bizantium. Ia pun kembali berhasil merebut Cyprus dari kekuasaan Bizantium yang semena-mena terhadap negeri jajahannya. Setelah menguasai Cyprus Muawiyah membangun kota-kota baru dan memperbaiki keadaan ekonomi masyarakatnya.

Muawiyah Pada Masa Ali bin Abi Thalib

Sebenarnya Muawiyah sangat menghormati dan mengakui Khalifah Ali bin Abi Thalib karena keutamaanya. Namun karena terdapat perbedaan pendapat tentang hukuman terhadap pelaku pembunuhan Khalifah Utsman, Muawiyah tidak mau baiat terhadap Ali.

Karena situasi dan kondisi yang sangat pelik terjadilah Perang Shiffain antara pihak Ali dan Muawiyah. Kondisi carut-marut dalam tubuh Islam memberi kesempatan kepada musuh Islam untuk membunuh Ali. Saat mendengar terbunuhnya Ali, sebenarnya Muawiyah sangat sedih karena ia menganggap dengan kematian Ali, maka banyak manusia kehilangan keutamaan, fikih, dan ilmu.

Setelah Khalifah Ali meninggal, kaum Muslimin sempat mengangkat Hasan bin Ali (cucu Nabi) sebagai pemimpin Umat Islam. Namun karena keadaan yang sangat pelik membuat Hasan menyerahkan jabatannya kepada Muawiyah di Kuffah setelah enam bulan setelah pengangkatan.

muawiyah bin abu sufyan
Ilustrasi Masa Pemerintahan Muawiyah

Masa Pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan

Khalifah pertama bani Umayyah adalah Muawiyah bin Abu Sufyan. Ia telah memindahkan pusat pemerintahan ke Damakus karena ia telah menjadi gubernur selama 22 tahun di daerah tersebut. Selain itu, ia juga memiliki pendukung yang dapat diandalkan di sana. Muawiyah untuk pertama kalinya membentuk tim pengawal pribadi dengan alasan keamanan dirinya. Muawiyah juga memperkuat pemerintahan dengan mengembangkan armada angkatan laut yang memiliki 1.700 buah kapal.

Dalam peradaban Islam Khalifah Muawiyah berkuasa dari tahun 661 sampai 680 M. Semenjak berkuasa, Muawiyah memulai langkah-langkah untuk merubah sistem pemerintahan dari demokrasi ke sistem monarki. Ia memperkuat barisan militer dan memperluas kekuasaan administratif negara.

Pertama, ia berusaha menertibkan kebijakan militer dengan tetap mempertahankan panglima-panglima Arab yang memimpin pasukan kesukuan Arab. Selanjutnya ia berusaha meningkatkan pendapatan negara dari penghasilan pribadi dan lahan pertanian yang diambil alih dari Bizantium dan Sasania serta dari investasi pembukuan tanah baru dan irigasi.

Sejalan dengan perkembangan administrasi, kehidupan istana kekhilafahan juga teroganisir. Pegawai-pegawai administrasi, pejabat sekretaris raja, para pengawal dan juru tulis mengerumini raja sebagai mana yang telah diakukan oleh kalangan tokoh Arab sebelumnya.

Pos-pos penting dalam pemerintahan masih dijabat oleh tokoh Arab, tetapi aktifitas pemerintahan tidak lagi bergantung kepada dewan-dewan tokoh Arab, melainkan bergantung pada pejabat-pejabat profesional.

Sekalipun administrasi Umayyah bernuansa islami, namun inspirasi yang sebenarnya berasal dari praktek Bizantium dan Sasania. Organisasi kemiliteran Syria mengikuti kemiliteran Bizantium. Di Iraq pola organisasi administrasi menggunakan pola Sasania, yakni menjadi 4 bidang, Bidang Keuangan, bagian surat-menyurat, kemiliteran, dan bidang kedutaan.

Muawiyah Bin Abu Sufyan: Biografi dan Masa Pemerintahan

Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib (dalam tulisan Arab = Ø¹Ù„ÙŠ بن أﺑﻲ طالب) adalah khalifah ke empat setelah Utsman bin Affan dan salah satu sahabat utama Nabi Muhammad SAW yang menyandang gelar Khulafaur Raysidin. Lahir pada 15 September 601 atau 13 Rajab tahun 21 Sebelum Hijriah. Ia merupakan sepupu Nabi serta menjadi menantunya setelah menikahi salah satu putri Nabi yang bernama Fatimah az-Zahra. Memeluk agama Islam pada masa awal dakwah Rasul Muhammad SAW, membuatnya termasuk golongan pemeluk Islam awal.

Julukan Ali bin Abi Thalib adalah Abu Hasan, Abu Husain, Abu Aimah, Abu Sibthain, Abu Raihanatain, dan Abu Turab. Di antara beberapa nama julukan tersebut, Ali paling menyukai Abu Turab sebagai julukannya, karena Nabi Muhammad SAW sendiri yang memberikan julukan tersebut. Turab artinya debu. Ketika Nabi mencari menantunya Ali, ternyata ia sedang tidur. Bagian atas pakaiannya tersingkap dan debu menempel di punggung Ali. Kemudian Nabi duduk dan membersihkan punggung Ali sambil berkata, "duduklah Abu Turab".

Nama lengkap Ali bin Abi Thalib adalah Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushai bin Kilab. Ayah Ali bernama Abu Thalib, salah satu paman Nabi yang berjasa mengasuh Muhammad SAW dari kecil hingga dewasa, ketika Muhammad sebelum diangkat menjadi Nabi. Pada masa Nabi Muhammad SAW, Ali mengikuti semua peperangan melawan kafir Quraisy, kecuali Perang Tabuk.

Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah pada tahun 656 setelah Khalifah Utsman wafat dan berakhir pada tahun 661. Ia berkuasa selama 4 tahun, 223 hari dari 20 Juni 656 hingga 29 Januari 661. Masa kekuasaan Ali merupakan salah satu periode tersulit dalam sejarah Islam, karena pada saat itu telah terjadi perang saudara yang pertama dalam tubuh umat Islam yang mengakibatkan pembunuhan khalifah ke tiga Utsman bin Affan.

Biografi Ali bin Abi Thalib

Biografi Singkat Ali bin Abi Thalib

Nama Panggilan: Ali
Nama Asli: Asad bin Abu Thalib
Nama Lengkap: Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushai bin Kilab
Julukan: Abu Hasan, Abu Husain, Abu Aimah, Abu Shibthain, Abu Rahainatain, dan Abu Turab.
Gelar: Khulafaur Rasyidin
Lahir: 15 September, 601 (13 Rajab, 21 Sebelum Hijriah) di sekitar Ka'bah, Mekkah
Wafat: 29 Januari 661 (21 Ramadhan, 40 H) di Kuffah pada usia 59 tahun
Pemakaman: Sekitar Masjid Imam Ali
Suku: Quraisy dari golongan Bani Hasyim
Berkuasa: 20 Juli 656 sampai 29 Januari 661 (4 tahun, 223 hari)
Ayah: Abu Thalib
Ibu: Fatimah binti Asad
Pasangan: Fathimah binti Muhammad, Umamah binti Sainab, Fathimah binti Hizam, Laila binti Mas'ud, Asma binti 'Umaiys, Khaulah binti Ja'far, dan as-Sahba' binti Rabi'ah
Anak: Hasan, Husain, Zainab, Ummu Kultsum, Muhsin, Muhammad, 'Abbas, Abdullah, Hilal

Baca Juga: Khulafaur Rasyidin: Sejarah Singkat Masa Kepemimpinan Setelah Nabi Muhammad SAW

Riwayat Hidup di Masa Nabi

Ali bin Abi Thalib lahir pada 15 September 601 M  (13 Rajab tahun 21 Sebelum Hijriah) di sekitar Mekkah. Ayah Ali bernama Abu Thalib, sedangkan ibunya bernama Fatimah binti Asad. Abu Thalib merupakan paman Nabi Muhammad SAW yang mengasuh beliau ketika masih kecil dan ikut melindungi Nabi ketika ditekan oleh Kafir Mekkah. Jadi Ali bin Abi Thalib adalah anak paman Nabi. Walaupun Abu Thalib tidak menyatakan Imannya ke pada Nabi, akan tetapi dalam hatinya mempercayai dan meyakini bahwa ajaran Nabi itu benar.

Masa Kecil Hingga Remaja

Ali dari lahir diberi nama Assad bin Abu Thalib. Assad artinya adalah macan, yang berarti dari pihak keluarga ingin bahwa kelak Ali menjadi sosok yang pemberani, tangguh dan disegani oleh masyarakat. Namun, Abu Thalib yang baru mengetahui bahwa anaknya diberi nama Assad, ayahnya memanggil dengan nama Ali, yang berarti luhur derajatnya.

Masa kecil Ali bin Abi Thalib telah banyak dihabiskan bersama Nabi dan Isrinya Khadijah. Karena keluarga Ali sangat sibuk, maka hal tersebut memberi kesempatan Nabi dan Khadijah untuk mengasuhnya. Ali bin Abi Thalib diasuh oleh Nabi saat berusia enam tahun.

Kehadiran Ali di tengah-tengah keluarga Nabi menjadi kebahagiaan tersendiri, bahkan ia dianggap sebagai anak oleh Nabi. Bergabungnya Ali dalam keluarga Nabi juga memberikan kesempatan untuk membalas budi kepada pamannya, karena Nabi juga pernah diasuh oleh Ayahnya Ali.

Maka akan menjadi masuk akal, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda "Aku (Nabi) adalah kotanya ilmu, sedangkan Ali adalah pintunya", karena sejak kecil hingga remaja Ali sudah bersama Nabi. Ditambah lagi ia telah menjadi menantu Nabi ketika telah menikah dengan salah satu putrinya yang bernama Fatimah binti Muhammad. Maka Ali lebih banyak memiliki kesempatan untuk selalu dekat dengan Nabi dan menerima pelajaran-pelajaran lebih dari sahabat-sahabat lainnya.

Pada usianya yang remaja, Nabi Muhammad SAW telah menerima wahyu, Ibnu Ishaq berpendapat bahwa, Ali adalah laki-laki yang pertama kali mempercayai wahyu tersebut atau bisa dikatakan bahwa Ali adalah orang kedua yang percaya setelah Khadijah, istri Nabi. Diceritakan bahwa, pada titik ini Ali berusia sekitar 10 tahun.

Masa remaja Ali bin Abi Thalib, setelah Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul, ia banyak belajar langsung dari Nabi, karena sebagai anak asuh ia berkesempatan untuk selalu dekat dengan Beliau. Didikan langsung dari Nabi dalam semua aspek, menjadikan Ali sebagai pemuda yang sangat cerdas, berani, dan bijak.

Baca Juga: Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah

Berjuang Membantu Nabi Untuk Hijrah Ke Madinah

Setelah beberapa lama masuk Islam, perintah untuk hijrah ke Madinah pun turun. Kaum Muslimin kemudian berbondong-bondong hijrah ke Madinah dan dibagi menjadi tiga ronde. Sebagian besar para sahabat Nabi akhirnya sudah hijrah dan kini tinggal Nabi Muhammad dan beberapa sahabat yang masih di Mekkah, termasuk Ali bin Abi Thalib.

Hal ini dilakukan karena jika Nabi berangkat ke Madinah bersama dengan kaum Muslimin yang lainnya, maka kaum kafir Quraisy akan menghalangi kaum Muslim lainnya. Oleh sebab itu, selain menunggu perintah dari Allah SWT, Nabi tetap tinggal di Mekkah agar kaum Muslimin tidak dihalang-halangi oleh pembesar Quraisy untuk hijrah ke Madinah.

Kini hanya Nabi, Abu Bakar ash-Shidiq, dan Ali bin Abi Thalib yang berada di Mekkah. Perintah untuk segara hijrah ke Madinah khusus bagi Nabi Muhammad akhirnya turun.

Ali saat itu masih menemani Nabi di kediamannya, sementara itu Abu Bakar berada di rumahnya sendiri. Setelah malam tiba, Nabi menuju rumah Abu Bakar secara diam-diam agar tidak diketahui oleh kaum Quraisy, karena rumahnya sedang dikepung.

Ali yang malam itu menemani Nabi tetap berada di kediaman Nabi dan tidur di dalam kamarnya. Hal ini dilakukan untuk mengecoh orang-orang yang sedang mengepung rumah Nabi Muhammad. Maka ketika para kaum Quraisy mengintip ke dalam kamar Nabi, ia masih melihat bahwa Nabi masih tidur di dalam rumahnya, padahal yang mereka lihat adalah Ali bin Abi Thalib.

Seolah-olah Nabi mengorbankan Ali demi keselamatannya sendiri, akan tetapi sebenarnya Ali yang menawarkan diri untuk melindungi Nabi dengan cara seperti itu. Ia rela mengorbankan jiwanya demi Nabi Muhammad karena cintanya yang amat luar biasa.

Menjelang pagi orang-orang Quraisy mengetahui bahwa Ali yang sedang tidur di dalam rumah Nabi. Mereka terkecoh, karena selama ini mereka mengira bahwa Nabi yang sedang tidur di dalam rumah. Padahal Nabi sudah berangkat hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar dan bersembunyi di Gua Tsur untuk sementara waktu.

Itulah mengapa Ali menjadi salah satu sahabat utama Nabi, karena ia rela mengorbankan jiwanya demi tegaknya Islam. Iman yang kuat dan saking cintanya terhadap Nabi, membuat Ai rela mengorbankan jiwa tanpa rasa takut. Sejarah tersebut merupakan salah satu peristiwa yang amat penting, karena dapat dijadikan suri tauladan yang baik bagi kaum Muslimin.

Baca Juga: Fathul Mekkah dan Faktor Kemenangan Pembebasan Kota Mekkah

Menetap di Madinah

Setelah hijrah ke Madinah Ali bin Abi Thalib berjuang bersama Nabi Muhammad SAW dan sahabat yang lainnya untuk menegakkan Agama Islam. Selanjutnya, ia menikah dengan salah satu putri Nabi yang bernama Fatimah az-Zahra. Tertulis dalam sejarah, bahwa Ali tidak menikah dengan wanita lain ketika Fatimah masih hidup. Sebagian besar peperangan melawan orang-orang yang memusuhi Nabi telah juga telah ia ikuti.

Peperangan yang telah diikuti Ali bin Abi Thalib antara lain, Perang Badar, Perang Khandak, dan Perang Khaibar.

Beberapa saat setelah menikah dengan salah satu putri Nabi terjadilah perang yang pertama dalam sejarah Islam yaitu, Perang Badar. Selain Hamzah (paman Nabi), Ali juga menjadi pahlawan, karena banyak Quraisy Mekkah yang tumbang oleh Ali. Dalam Perang Khandaq Ali juga telah menjadi sosok yang pemberani. Ia dapat menewaskan Amar bi Abdi Wud dalam satu tebasan.

Perjanjian Hudaibyah yang telah disepakati oleh Kaum Muslimin dan Kaum Yahudi telah dikhianati oleh orang-orang Yahudi, maka terjadilah Perang Khaibar. Kaum Yahudi yang bertahan di dalam Benteng Khaibar yang sangat kokoh. Para sahabat kesulitan untuk menembus benteng tersebut. Namun, Ali bin Abi Thalib dengan gagah berani mampu merangsak dan menembus benteng tersebut, serta dapat membunuh pasukan Yahudi yang dikenal pemberani dalam sekali tebas.

Sekian lama Ali berjuang bersama Nabi, tentu banyak sekali waktu yang telah ia lewatkan bersama Nabi Muhammad SAW. Apa lagi selain menjadi sepupu Nabi, ia juga menjadi menantunya. Hingga pada suatu hari Nabi Muhammad SAW wafat.

Khalifah Ali bin Abi Thalib

Menjadi Khalifah

Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah pada tanggal 20 Juni 656 sampai 29 Januari 661 kurang lebih selama 4 tahun 223 hari. Menjelang pengangkatan Ali menjadi khalifah, situasi politik sangat genting karena terbunuhnya khalifah sebelumnya, yaitu Utsman bin Affan. Dalam kekacauan tersebut, Abn Harb memegang kendali terhadap keamanan di Madinah sampai terpilihnya khalifah yang baru.

Setelah terbunuhnya Utman, maka segeralah kaum Muslimin meminta Ali untuk menggantikan khalifah sebelumnya. Mereka beranggapan, bahwa tidak ada orang yang patut untuk menjadi khalifah kecuali Ali.

Beliau sempat menolak untuk menjadi khalifah, namun akhirnya ia menerima tanggungjawab tersebut. Ali bin Abi Thalib diangkat menjadi khalifah dengan cara tidak seperti khalifah Abu Bakar dan Umar, sebab hanya orang-orang yang pro terhadap Ali saja yang melakukan bai'at. Ali diangkat menjadi khalifah pada hari Jumat, 13 Zulhijjah tahun 35 Hijriah.

Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah yang ke empat setelah Utsman bin Affan. tindakan Ali setelah resmi diangkat menjadi khalifah adalah memecat semua gubernur yang telah diangkat oleh khalifah Utsman dan mengangkat pejabat-pejabat baru. Lahan pertanian yang telah dibagikan pada masa Utsman ditarik kembali. Ia juga menerapkan pengawasan yang sangat ketat terhadap para pejabat agar tidak terjadi penyelewengan.

Akan tetapi kebijakan atas pemecatan dan pengangkatan para pejabat menimbulkan pro dan kontra di kalangan rakyat. Ada yang menolak dan ada yang menerima serta ada pula yang netral. Pada masa pemerintahan Ali juga telah berhasil melakukan perluasan wilayah setelah pemberontakan di Kabu dan Sistan ditumpas. Mendirikan benteng-benteng yang kuat di daerah utara perbatasan Paris juga telah berhasil dibangun.

Dalam pengendalian uang beliau mengikuti prinsip-prinsip yang telah dilakukan oleh Khalifah Umar. Harta yang diambil dari rakyat termasuk pajak dikembalikan ke rakyat dan untuk keperluan rakyat. Sikap jujur dan adil yang telah diterapkan oleh Ali ternyata malah menimbulkan amarah bagi sebagian orang dan kemudian membuat berpihak kepada Muawiyyah.

Pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib kebijakan-kebijakan untuk memulihkan kestabilan politik dan situasi umat Islam tidaklah mudah, mengingat Muawiyah dan Thalhah menuntut agar kasus pembunuhan terhadap Utsman untuk segera diusut dan diselesaikan.

Akan tetapi tuntutan tersebut belum sempat untuk diselesaikan karena beberapa hal. Pertama, karena situasi yang tidak menguntungkan yaitu kondisi umat Islam yang sedang kacau dan tidak stabil. Hal ini membuat Ali harus mengembalikan kondisi panasnya politik menjadi stabil kembali. Kedua, Menghukum para pembunuh Utsman tidak lah mudah, mengingat bahwa orang yang membunuhnya tidak hanya satu orang saja.

Perang Jamal pun tidak dapat dihindari karena pihak Thalhah dan sekutunya sulit untuk diajak damai, sehingga membuat Thalhah dan Zuabair terbunuh, sedangkan Aisyah (istri Nabi) dikembalikan ke Madinah.

Muawiyah yang telah dipecat dari jabatannya tidak terima akan hal itu. Akibatnya terjadilah Perang Siffin antara pihak Ali dan Muawiyah. Ali sebenarnya tidak menginginkan terjadinya perang, namun Muawiyah sulit untuk diajak damai. Akibatnya terjadilah peperangan yang menelan banyak korban.

Dalam Perang Siffin di pihak Ali menunjukan tanda-tanda kemenangan, sedangkan di pihak Muawiyah berada di ujung tanduk akan mengalami kekalahan. Tiba-tiba dari pihak Muawiyah ada seseorang yang mengangkat al-Qur'an di atas tombak, menunjukan ingin mengadakan gencatan senjata (arbitrase/tahkim)

Banyak dari pihak Ali yang tidak setuju untuk melakukan gencatan senjata, karena hampir dapat dipastikan bahwa kemenangan ada di pihak Ali. Namun gencatan senjata tetap disetujui oleh Khalifah Ali sehingga dilakukan perundingan.

Ali bin Abi Thalib mengutus Abu Musa al-Asy'ari sebagai wakil, sedangkan dari pihak Muawiyah mengutus Amr bin Ash untuk melakukan perundingan. Sungguh disayangkan perundingan politik yang telah dilakukan ternyata merugikan pihak Ali dan boleh dikatakan bahwa dalam perundingan tersebut pihak Ali yang kalah.

Peristiwa itu membuat sebagian orang keluar dari barisan Ali. Orang-orang yang keluar dari barisan Ali disebut dengan golongan Khawarij yang kemudian merencanakan pembunuhan terhadap Ali.

Akhir Hayat Ali bin Abi Thalib

Akhir Hayat

Ali bin Abi Thalib wafat pada tanggal 29 januari tahun 661 M (21 Ramadhan tahun 40 H). Pada tanggal 27 Ramadhan Ali diserang oleh seseorang dari golongan Khawarij. Ia ditikam dengan pedang yang telah dilumiri racun, sehingga dua hari kemudian Ali meninggal dunia. Pembunuhan Ali bin Abi Thalib dilakukan pada saat sujud dalam shalat subuh, hari Jumat.

Pembunuh Ali bernama Abdurrahman bin Muljam. Menjelang wafatnya Ali bin Abi Tahlib, ia berwasiat agar tidak menyerang orang Khawarij, apa bila Ali selamat dari tikaman itu, Abdrrahman akan diampuni, dan bila Ia meninggal maka Abdurrahman akan dihukum dengan tikaman yang sama.

Takdir yang tidak bisa terelakkan, pada 29 Januari tepatnya pada 21 Ramadhan Ali meninggal dunia. Hasan, putra Ali sekaligus cucu Nabi memenuhi wasiat ayahnya dengan memberikan hukuman yang sama atas wasiat tersebut.

Kesimpulan

Ali bin Abi Thalib merupakan sosok dan salah satu sahabat yang luar biasa. Ia mampu melaksanakan misi yang penuh dengan risiko tanpa rasa takut ketika Nabi berangkat ke Madinah. Ali diperintahkan untuk tidur di rumah Nabi untuk memperdaya kaum Quraisy yang ingin menghalangi Nabi untuk Hijrah.

Abi bin Abi Thalib menghabiskan masa kecilnya bersama dengan Rasulullah, karena sejak umur enam tahun ia telah diasuh oleh Nabi sehingga terbentuklah kecerdasan dan kebijaksanaan yang luhur. Tidak sampai disitu saja, ketika berada di Madinah, Ali menjadi menantu Nabi setelah menikahi Fatimah, salah satu putri Nabi.

Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah pada saat kondisi umat Islam sedang genting. Banyak pemberontakan dari kalangan Muslim untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Maka terjadilah peperangan yang disebut dengan perang Jamal dan perang Siffin. Walaupun Ali lebih memilih menghindari perang saudara, namun pertikaian tidak dapat dihindari.

Perang Siffin mengakibatkan terpecahnya umat Islam menjadi tiga golongan, yaitu orang yang setia terhadap Ali, orang yang membela Muawiyah, dan orang yang keluar dari barisan Ali.


Ali bin Abi Thalib: Biografi Singkat Dari Lahir Hingga Wafat

Biografi Utsman bin Affan
Biografi Utsman bin Affan

Utsman bin Affan adalah khalifah ketiga setelah Umar bin Khattab, berkuasa antara tahun 644 sampai 656 dan merupakan salah satu Khulafaur Rasyidin dengan masa pemerintahan terlama. Sama seperti pendahulunya, ia merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang istimewa. Julukan Dzun Nurraini (pemilik dua cahaya) telah ia dapatkan karena telah menikah dengan dua putri Nabi secara berturut-turut.

Lahir dari keluarga saudagar kaya, Utsman memiliki kepribadian yang dermawan, lembut dan murah hati. Ia pernah membeli sebuah sumur seorang yahudi dengan harga yang sangat mahal disaat kemarau panjang dan membolehkan siapa saja untuk mengambil air di sumur tersebut secara gratis. Ratusan unta, kuda, dan ribuan uang dirham telah ia shodaqohkan untuk kepentingan umat disaat Perang Tabuk berkecamuk.

Setelah Umar bin Khattab wafat, Utsman menggantikannya sebagai khalifah pada usianya yang ke 64 atau 65 tahun, sehingga menjadikanya khalifah yang tertua diantara penyandang gelar Khulafaur Rasyidin. Dibandingkan dengan pemerintahan Umar, Khalifah Utsman cenderung memberikan hak otonom yang lebih longgar kepada bawahannya, sedangkan pada masa Umar kendali kebijakan berpusat kuat pada khalifah.

Masa kepemimpinan Utsman bin Affan, perluasan wilayah dapat dilakukan secara mandiri dan dapat menjangkau wilayah yang lebih jauh hingga kawasan Asia Tengah karena sistem otonom dan politik yang lebih longgar. Masyarakat baik muslim dan non muslim menjadi lebih makmur dari segi ekonomi dan kebebasan politik.

Namun terlepas dari segudang prestasi yang telah ia raih, Ustman menuai kritik keras atas beberapa kebijakan, terutama kebijakan yang dipandang lebih condong kepada keluarganya untuk menempati kedudukan yang penting. Sistem pemerintahan yang lebih bebas membuat pihak oposisi melakukan demonstrasi besar-besaran sampai berujung pada pemberontakan dan kediamannya dikepung pada tahun 656. Tidak ingin terjadi perang saudara, Utsman menolak bantuan militer saudaranya, sehingga terjadi pembunuhan terhadap dirinya pada akhir pengepungan.

Biografi Utsman bin Affan

Biografi Utsman bin Affan

Nama lengkap Utsman bin Afffan adalah Utsman bin Affan bin Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdul Manaf bin Qushay al-Amawi al-Quraisy. Lahir pada tahun 574 M atau tahun ke 42 Sebelum Hijriah di Tha'if, (masih wilayah Jazirah Arab). Nasab beliau bertemu dengan Nabi Muhammad pada kakeknya yang ke 4 yaitu Abdul Manaf. Melihat dari nama lengkap Utsman, beliau termasuk keturunan dari golongan Bani Umayyah.

Ayah Utsman bernama Affan bin Abi Ash (seorang saudagar kaya), sedangkan ibunya bernama Arwa binti Kurayz dari keturunan golongan Abdshams. Golongan Umayyah dan Abdshams merupakan bagian dari suku Quraisy yang terpandang di Mekkah. Ditinggal wafat oleh ayahnya saat usia muda membuat beliau mendapatkan warisan yang sangat banyak. Ia pun meneruskan bisnis ayahnya dan mengalami perkembangan yang pesat sehingga membuatnya menjadi orang terkaya di antara kaum Quraisy.

Utsman bin Khattab masuk agama Islam atas jasa sahabatnya yaitu, Abu Bakar dan termasuk salah satu as-Sabiqun al-Awwalun "golongan sahabat yang pertama kali masuk Islam. Utsman bin Affan memiliki karakter yang paling jujur, dermawan dan rendah hati di antara kaum muslimin. Beliau juga termasuk salah satu sahabat istimewa Nabi yang menyandang gelar Khulafaur Rasyidin.

Baca Juga: Kisah Umar bin Khattab: Masa Kecil Hingga Menjadi Khalifah

Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Aisyah (istri Nabi) bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ubu Bakar masuk tetapi engkau biasa saja dan tidak memberikan perhatian khusus, lalu Umar masuk engkau pun tidak biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus. Akan tetapi ketika Utsman masuk engkau terus duduk dan membetulkan pakaian, mengapa? Nabi Menjawab, "Apakah aku tidak malu terhadap orang yang malaikat saja malu terhadapnya?".

Saat Utsman menjadi Khalifah ia telah mencetuskan ide yang cermerlang, yaitu membuat lembaga keamanan bagi rakyat (seperti polisi), membuat gedung pengadilan yang sebelumnya dilakukan di masjid, dan membangun perekonomian di sektor pertanian. Pada masa kepemimpinan Utsman juga mengadakan perluasan wilayah di beberapa daerah kecil yang berada di sekitar perbatasan, seperti di Syria, Persia, dan Afrika Utara. Ia pun membentuk angkatan laut yang kuat pada masanya. Dan yang paling besar prestasinya adalah mengumpulkan ayat-ayat al-Qur'an yang dibentuk menjadi satu mushaf.

Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan, ia banyak memecat gubernur wilayah yang dianggap kurang cakap dan mengganti dengan orang-orang yang lebih cakap. Akan tetapi pejabat yang telah ia pecat banyak yang sakit hati, sehingga bersengkokol untuk membunuhnya.

Biografi Utsman bin Affan

Utsman Pada Masa Nabi Muhammad SAW

Ustman bin Affan masuk islam  pada usia 64 atau 65 tahun atas jasa dari Abu Bakar ash-Shiddiq. Setelah kembali dari perjalanan berdagang ke Suriah pada tahun 611, Utsman mendengar kabar tentang misi dakwah yang telah dinyatakan Muhammad SAW. Ia pun berdiskusi dengan salah satu sahabatnya, Abu Bakar tentang dakwah dan misi Nabi. Dalam diskusi tersebut Utsman mengambil keputusan untuk masuk Islam dan menyatakan imannya kepada Nabi dengan diantar oleh Abu Bakar.

Peristiwa Penting

Ketika Utsman telah masuk agama Islam, terdapat beberapa peristiwa penting yang telah ia lalui. Perjuangan menegakkan agama Islam juga telah ia lalui bersama-sama dengan Nabi dan sahabat lainnya. Diantara peristiwa-peristiwa tersebut adalah sebagai berikut:

1. Hijrah ke Habbasyiah

Utsman hijrah ke Habbasyiah pada bulan April 615, bersama dengan istrinya, Ruqayyah dan sepuluh muslim dan tiga muslimah. Lalu mengikuti beberapa muslim lainnya. Ia yang memiliki beberapa koneksi di Habbasyiah tidak kehabisan akal untuk melanjutkan profesinya sebagai pebisnis dalam berdagang. Bisnisnya berhasil dan berkembang dengan pesat.

Baca Juga: Abu Bakar ash-Shidiq: Biografi dan Masa Kepemimpinannya

Setelah empat tahun tinggal di Habbasyiah, tersebar berita di kalangan muslim, bahwa orang-orang Quraisy Mekkah telah menerima Islam. Hal ini membuat Utsman dan istrinya beserta 39 muslim lainnya untuk kembali ke Mekkah. Namun setelah sampai di Mekkah, ternyata berita tersebut adalah hoaks. Walaupun demikian, mereka memutuskan untuk tetap tinggal di Mekkah selama satu tahun lebih.

2. Hijrah dan Menetap Madinah

Untuk menghindari tekanan dari kaum kafir Quraisy, tak lama setelah pindah ke Mekkah, seruan untuk hijrah ke Madinah tersebar di kalangan umat Islam. Utsman dan Ruqayyah bersama-sama dengan para sahabat hijrah ke Madinah pada tahun 622. Setelah semua kaum muslimin sampai di Madinah, barulah Nabi berangkat hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar dan Umar. Hal ini penting untuk dilakukan agar kafir Quraisy tidak menghalangi hijrahnya kaum muslimin.

Di Madinah, kaum Muhajirin (muslim yang hijrah dari Mekkah ke Madinah) disambut dengan senang hati oleh kaum Anshor (penduduk muslim Madinah yang menerima kedatangan muslim Mekkah). Sebagian besar penduduk muslim Madinah adalah petani dan kurang berminat untuk berdagang, sedangkan orang Yahudi melakukan perdagangan hanya di kota-kota besar. Utsman menyadari adanya peluang besar untuk mempromosikan bisnis dagangnya dan memutuskan untuk menjadi pedagang di Madinah dan telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.

3. Menjadi Saudagar Kaya dan Dermawan

Sukses di sektor perdagangan, Ustman menjadi orang terkaya di Madinah. Ia pun dipercaya menjabat sebagai wali kota di Madinah. Pada saat Perang Tabuk berkecamuk, Utsman menyedekahkan sebagian hartanya. Tidak tanggung-tanggung ia memberikan yaitu, 950 ekor unta, 70 ekor kuda, dan 1000 dirham untuk keperluan perang. Bahkan di suatu riwayat, Utsman ingin menyedekahkan seluruh hartanya untuk keperluan jihad, namun Nabi melarangnya agar keperluan sehari-hari untuk keluarga masih ada.

Baca Juga: Khulafaur Rasyidin: Masa Kepemimpinan Setelah Nabi Muhammad SAW

Utsman juga pernah membeli sebuah sumur dari seorang lelaki dari suku Ghifar seharga 35.000 dirham. Sumur tersebut lalu di waqafkan untuk kepentingan umum, siapapun boleh mengambil air yang berada di sumur itu. Pada masa Khalifah Abu Bakar, ia juga memberikan gandum yang diangkut dengan 1000 unta untuk membantu masyarakat miskin saat musim kering. Utman bin Affan adalah sosok yang baik hati dan dermawan. Walaupun ia menjadi orang terkaya di Madinah dan menjabat sebagai wali kota, Ustman tetap rendah hati dan tidak lupa daratan.

khalifah utsman bin affan

Menjadi Khalifah

Utsman bin Affan diangkat menjadi khalifah pada tahun 644 sampai 656 Masehi setelah Khalifah Umar bin Khattab Wafat. Dikisahkan bahwa, sebelum Utsman menjadi khalifah, terdapat enam orang yang terpilih sebagai calon khalifah. Enam kandidat tersebut adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdur Rahmah bin Aur, Sa'at bin Abi Waqas, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah. Akan tetapi empat diantaranya mengundurkan diri dan hanya tersisa Utsman dan Ali.

Pemilihan khalifah setelah Umar wafat menggunakan sistem demokrasi. Suara rakyatlah yang menentukan siapa khalifah selanjutnya. Ini pertama kali dalam sejarah, bahwa pemilihan kepala pemerintahan Islam berdasarkan suara rakyat. Terpilihlah Ustman sebagai Khalifah karena suara rakyat cenderung memilih beliau untuk melanjutkan kepemimpinan. Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram 24 H, bertepatan dengan 6 November 644 Masehi.

Baca Juga: Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekkah dan Madinah

Utsman bin Affan menjadi khalifah dengan cara pemilihan umum atau dengan sistem demokrasi. Berbeda dengan khalifah pendahulunya yang dipilih langsung oleh khalifah sebelumyan. Abu bakar menjadi khalifah karena isyarat Nabi Muhammad SAW. Sebelum Nabi wafat, Abu Bakar pernah diperintahkan Nabi untuk menggantikannya mengimami shalat berjama'ah di masjid. Dengan isyarat tersebut maka terpilihlah Abu Bakar sebagai khalifah. Begitu pula dengan Umar, ia menjadi khalifah karena ditunjuk langsung oleh Abu Bakar menjelang beliau wafat.

Pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan

Khalifah Utsman bin Affan diangkat menjadi Khalifah ketikan berusia 70 tahun. Ini membuat beliau termasuk ke dalam khalifah yang tertua di antara Kulafaur Rasyidin. Pada masa kepemimpinan Utsman bin Affan, banyak sekali prestasi yang telah ia raih atas kebijakan yang ia tetapkan. Berikut beberapa prestasi gemilang yang ia dapatkan.

1. Meningkatkan Ekonomi dan Sosial Masyarakat

Dengan bekal pengalaman dan kecerdasan di bidang bisnis, Utsman telah berhasil meningkatkan kesejahteraan baik penduduk Mekkah, Madinah, dan negeri taklukannya. Utsman secara jujur menyatakan bahwa ia memiliki hak untuk memanfaatkan dana publik sesuai dengan penilaian terbaiknya, dan tidak ada yang mengkritiknya. Beliau juga mengijinkan untuk menarik pinjamandari perbendaharaan publik.

Utsman juga telah melarang jual beli tanah pertanian di wilayah taklukanya, mengingat bahwa perdagangan tidak bisa berkembang. Hal ini karena mengikuti kebijakan Khalifah Umar pendahulunya dan lebih banyak penaklukan, sehingga pendapatan dari tanah meningkat secara signifikan. Reformasi ekonomi yang telah Utsman tetapkan telah mencapai peningkatan kesejahteraan rakyat selama masa pemerintahannya.

Pada masa Umar, sangat ketat dalam menggunakan uang dari perbendaharaan publik. Ia tidak mengambil tunjangan atau hadiah apapun dari uang negara termasuk pejabat lainnya juga tidak mendapatkannya. Akan tetapi pada pemerintahan Utsman, menjadi agak longgar. Ia memutuskan bahwa para pejabat boleh menerima tunjangan dari negara, namun kecil jumlahnya. Akan tetapi Utsman tidak mau menerimanya, dan hanya pejabat lain yang menerima tunjangan.

2. Perluasan Wilayah

Pada masa khalifah Utsman bin Affan, ekspansi perluasan wilayah mencapai Pakistan. Afika Utara, Azerbaijan, Armenia, Iskandariah, Sabur, Andalusia/Spanyol, Persia, Thaliqon, Fariab, Jauzjan, Turki, dan Thakhstan. Dua negeri adidaya pada masa itu juga berhasil ditaklulan yaitu Persia dan Romawi.

3. Muhshaf Utsmani

Penulisan Mushaf Utsmani dipicu adanya perselisihan ragam qira'at yang terjadi di beberapa wilayah. Kemudian Khalifah Utsman membentuk panitia untuk menulis sebuah mushaf yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit, sedangkan anggotanya adalah Abdullah bin Zubair dan Abidrrahman bin Haris. Tugas yang harus dilakukan adalah mengumpulkan lembaran-lembaran atau shuhuf yang masih terpisah lalu dibukukan. Mushaf Utsmani dibakukan pada tahun 25 H (646 M).

Pemberontakan

Peristiwa ini terjadi karena ketidak puasaan atas kebijakan Utsman. Mereka yang yang ingin menggulingkan kepemeritahan beralasan bahwa banyak nipotisme dan gaya hidup yang boros pada masa pemerintahan Utsman. Beberapa sahabat terkemuka bersama mereka yang secara tebuka menentang dan meminta Utsman untuk mundur dari jabatannya. Thalhah dan Zubair ibn al-Awam termasuk di antara mereka yang memimpin para pemberontak.

Dari Mesir, sebuah utusan sekitar 1.000 orang dikirim ke Madinah dengan instruksi menggulingkan pemerintahan dan membunuh Utsman. Utusan serupa juga datang dari Kuffah dan Bashrah ke Madinah dengan tujuan yang sama. Kontingen dari Mesir menunggu Ali bin Abi Thalib untuk menawari menjadi Khalifah sebagai pengganti Utsman, Namun ia menolaknya.

Di Madinah, Utsman mendapat dukungan aktif dari Bani Umayyah, dan beberapa orang lain yang setia padanya. Namun, pemberontakan di berbagai wilayah telah tertata dan terencana dengan rapi. Sebenarnya Utsman telah ditawari oleh beberapa pejabat setianya untuk memberi bantuan pasukan kepadanya, namun ia menolaknya dengan alasan agar tidak terjadi perang saudara.

Alasan pemberontakan atas pemerintahan Khalifah Utsman adalah Utsman tidak seperti pendahulunya. Pada masa pemerintahan Umar mempertahankan disiplin dengan tangan yang keras, sementara pada masa pemerintahan Utsman, kurang teliti terhadap kekuasaan yang ia pegang dan lebih fokus pada kemakmuran ekonomi.

Pemberontakan terhadap Khalifah Utsman berawal dari banyak pejabat publik yang diangkat dari anggota keluarganya sendiri untuk menjadi gubernur, dengan alasan bahwa dengan melakukan ini dia dapat memberikan pengaruh lebih terhadap pemerintahannya.

Pengepungan dan Berakhir Pembunuhan

Pada awalnya pengepungan kediaman Khalifah Utsman tidak parah, tetapi hari demi hari para pemberontak meningkatkan tekanan terhadap Utsman. Para pemberontak memahami bahwa setelah ibadah haji usai, umat Islam di berbagai belahan dunia yang berkumpul di Mekkah akan mengunjungi Madinah dan membebaskan Utsman. Oleh sebab itu, para pemberontak memutuskan untuk mengambil tindakan terhadap Utsman sebelum para peziarah Mekkah menuju Madinah.

Dalam masa pengepungan, Utsman ditawari oleh pendukungnya agar dapat mengirim pasukan ke Madinah untuk melindunginya dari pemberontak. Utsman menolak tawaran tersebut, karena Utsman tidak ingin terjadi perang saudara.

Pada tanggal 17 Juni 656, kediaman Khalifah Utsman dijaga ketat oleh para pendukungnya. Namun secara diam-diam beberapa pemberontak memanjat dinding pagar menyusup kedalam rumah. Mereka masuk ke dalam kamar Utsman kemudian membunuhnya. Sempat terjadi pertikaian antara pemberontak dengan istri dan beberapa budak yang berada di dalam rumah. Namun Allah SWT berkehendak lain, Utsman pada hari itu dapat dibunuh oleh para pemberontak.

Wafat

Khalifah Utsman bin Affan meninggal pada tanggal 17 Juni 656 di Jannat al-Baqi. Pemakaman dilaksanakan pada malam hari, karena untuk menghindari para pemberontak. Doa pemakaman dipimpin oleh Jabir bin Muta'am secara sir atau tanpa suara.

Biografi Singkat Utsman bin Affan: Sebelum Masuk Islam Hingga Wafat

Riezka Rahmatiana
Riezka Rahmatiana Pengusaha Pisang Ijo
Cantik dan pentang menyerah, itulah sosok Riezka Rahmatiana si Juragan Pisang Ijo. Kegagalan yang ia alami tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali. Namun, wanita kelahiran lombok ini tidak pernah pantang menyerah. Ia mencoba dan tetap mencoba untuk bangkit kembali membangun sebuah usaha. Sampai akhirnya Riezka menemukan jalan dan menuai keberhasilan.

Menjadi pengusaha yang sukses dan memiliki ciri khas memang perlu kreatifitas dan ide yang cemerlang. Seperti Victor Giovan Raihan yang menciptakan minuman cepat saji dengan brand Teh Kempot, Riezka juga memiliki produk yang unik. Dengan kreatif  Riezka Rahmatiana membuat produk pisang ijo yang bernama (brand/merek) Just Mine Pisang Ijo.

Sekilas Profil Riezka Rahmatiana

Saat memulai bisnis pisang ijo, Riezka masih kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung. Lahir di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 21 Maret 1986. Saat ini pada tahun 2018 berarti sudah berusia 36 tahun. Pada tahun 2007 Riezka memulai bisnis pisang ijo dan dapat dibilang sukses setelah menekuni pisang ijo selama tiga tahun. Artinya, ia menjadi pengusaha muda sukses antara umur 23-24 tahun.

Tidak hanya sukses di pisang ijo, Riezka juga mendapat berbagai macam penghargaan, di antaranya; Ernst &Young Winning Women (2012), Runner Up Who Want To BE Young Enterpreneur Award (2011), Best 9 Young Caring Profesional Award 2011 martha tilaar, Pemuda Berprestasi Bidang Perekonomian & Kemakmuran 2010, Satya Karya Adi Siswa Padjajaran 2010, Wirausaha Muda Mandiri 2008, dan The Young Entrepreneur Award.
Baca Juga: Profil Hafiza Elfira: Pengusaha Muda Sukses Yang Memberdayakan OYMPK

Kegagalan Yang Pernah Dialami

Sebagai pebisnis muda, Riezka Rahmatiana juga pernah mengalami kegagalan. Tidak hanya satu dua kali gagal, tetapi pernah gagal sebanyak 8 kali dan yang ke 9 baru berhasil. Ia mulai merintis bisnis yang pertama sejak usia 18 tahun dan sejak awal ia memang senang berbisnis atau berjualan. Pernah mencoba mengikuti kegiatan MLM namun gagal, karena ditipu oleh oknum Leader MLM. Jualan snack, pulsa, membuka laundry dan membuka cafe juga pernah ia lakukan, tetapi kembali gagal.
Riezka Rahmatiana
Riezka Rahmatiana dan Outlet Es Pisang Ijo
Kegagalan yang dialami tidak membuat Riezka pantang menyerah. Setelah beberapa kali gagal ia membuka bisnis dengan berjualan minuman jus, namun gagal juga. Akhirnya momentum mendapatkan ide untuk membuat dan menjual produk pisang ijo ia dapatkan. Riezka pergi ke Makasar dan membeli pisang ijo di sebuah pasar tradisional, rasanya ternyata enak. Saat itulah ia mendapatkan ide untuk mencoba bisnis pisang ijo dengan varian yang baru. Bisnis ke sembilan dari wirausaha yang pernah ia coba.

 Mulai Berbisnis Pisang Ijo dan Meraih Kesuksesan

Dibalik suami yang hebat terdapat istri yang kuat, begitu pula sebaliknya. Kesuksesan Riezka Rahmatiana juga tidak lepas dari dukungan suaminya. Bersama-sama dengan suaminya, Riezka mencoba membuat pisang ijo. Tidak hanya sekali saja ia langsung berhasil membuat pisang ijo. Tetapi untuk membuat pisang ijo yang pas dan enak, Riezka butuh resep dan membuatnya berkali-kali, hingga mendapatkan hasil yang ia inginkan.

Menjual produk es pisang ijo pun dimulai dengan modal 150 Ribu Rupiah. Riezka menjual produknya di kampus, tempat ia menimba ilmu setelah perkuliahan selesai. Bisa dibilang pagi kuliah siang jualan pisang ijo. Perjalanan bisnis pisang ijo dimulai. Waktu berjalan seperti biasanya, usaha pisang ijo tetap ia tekuni dengan sabar, hingga produk pisang ijo menjadi banyak diminati dan menjadi terkenal di Bandung. Kini bisnis yang ia tekuni membawanya ke pada kesuksesan dan telah memiliki brand JutsMine Pisang Ijo.
Baca Juga: Biografi Nissa Sabyan Vokalis Gambus Yang Suaranya Maknyus
Tidak mau sukses sendiri, Riezka Rahmatiana mulai membuka waralaba pisang ijo. Dengan membuka franchise bisnis yang ia tekuni, dapat melebarkan sayap di berbagai kota. Pada saat ini tahun 2018, bisnis pisang ijo memiliki 500 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. 23 cabang outlet yang ia miliki sendiri juga tersebar di beberapa daerah. Saat ini, Anda dapat melihat waralaba pisang ijo di berbagai kota besar seperti di Jakarta, Solo, Bandung, Sidoarjo, Makasar, dan Palembang. Jika penasaran dengan Twitter Riezka ini link yang akan menuju ke twitternya @RiezkaPisangIjo.

Kalau usaha itu harus fokus dan konsisten, karena semua usaha itu harus berproses, kalau mau besar juga harus berproses, tapi kuncinya harus fokus dan konsisten terhadap usaha yang dijalani saat ini. (Riezka Rahmatiana)

Wirausaha Riezka fokus pada olahan pisang, selain JutsMine Pisang Ijo, ternyata juga terdapat Bandung Banana, dan Lady Banana sebagai produk dan mereknya. Saat ini terdapat dua metode dalam memasarkan produknya. Untuk Bandung Banana, dan Lady Banana di jual secara ritel, yaitu online shoop, dan khusus untuk JustMine dengan waralaba. Dalam memilih mitra, Riezka tidak sembarangan, ada prosedur dan seleksi untuk menjadi mitra waralaba. Harus punya jiwa interprener, sanggup mengontrol dan melaporkan hasil usahanya kepada management, jika tidak sanggup maka tidak akan diterima.
Riezka Rahmatiana
Riezka Rahmatiana dan Logo Just Mine Pisang Ijo

Itulah kerja keras pantang menyerah dalam berwirausaha Riezka Rahmatiana dalam proses menemukan jalan kesuksesan. Walau hanya berawal dari satu outlet yang ia kelola sendiri, tetapi dengan senang hati, kerja keras, dan kerja cerdas Riezka mampu mengembangkannya.

Kegiatan Riezka Rahmatiana Selain Bisnis Pisang Ijo

Tidak hanya berwirausaha untuk dirinya sendiri, ia juga membagi ilmunya untuk orang lain. Terutama mahasiswa, karena bagi Riezka, usia mahasiswa adalah usia ideal untuk memulai dan membangun usaha. Tidak hanya membagi ilmu, ia juga kerap membagikan fasilitas oprasional yang dapat menunjang usaha. Semua diberikan gratis.
Baca Juga: 9 Profil Pengusaha Sukses Asal Indonesia
Giat berwirausaha dan berhasil memperoleh kesuksesan tidak membuatnya lupa daratan, ia juga peduli terhadap pendidikan anak yatim. Di waktu senggang selama satu minggu sekali ia juga membagikan berbagai ilmu kepada anak yatim dan anak jalanan. Tujuannya, menanamkan ilmu wirausaha  sejak dini. Ia juga membuka cakrawala anak-anak dengan memberikan pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Video Riezka

RIEZKA RAHMATIANA Pengusaha Muda Juragan Pisang Ijo

Victor Giovan Raihan - Memulai bisnis tidak harus menunggu usia mencapai tahap dewasa. Menjadi pengusaha sukses juga tidak harus menunggu usia kita menginjak 30 tahun ke atas. Sukses tidak memandang usia, karena keberhasilan dan kesuksesan adalah milik semua orang yang memiliki tekat yang kuat untuk mencapai keberhasilan. Begitu pula untuk memulai bisnis dan menjadi pengusaha sukses, tidak harus menunggu usia yang sudah matang. Kapan pun kita bisa memulai bisnis dan mencapai kesuksesan.

Victor Giovan Rairhan
Profil Pengusaha Sukses Victor Giovan Raihan

Sudah banyak pengusaha yang berhasil sukses di usianya yang masih relatif muda. Salah satunya adalah Victor Giovan Raihan. Ia memulai bisnisnya pada usia yang masih belia. Produk yang ia tawarkan banyak yang menyukainya. Sekarang ia telah menjadi pengusaha sukses dengan bisnis berbagai kuliner. Kisah menuju kesuksesan juga cukup unik dan patut untuk ditiru. Oleh sebab itu, silahkan simak kisah dan profil pengusaha muda yang satu ini.

A. Profil Victor Giovan Raihan

Victor Giovan Raihan merupakan anak sulung dari dua bersaudara, lahir pada 26 September 1994 di Kepanjen, Malang. Ayahnya bernama Bambang Hermanto, sedangkan ibunya bernama Sri Winarsih. Pendidikan terakhir Giovan hanya lulusan SMA, tepatnya SMA Negeri 1 Kepanjen. Walaupun hanya lulusan SMA,  dia mempunyai beberapa bisnis yang sudah diberi brand dan sukses. Usaha yang ia kembangkan adalah bisnis kuliner yang bernama Bakso Mercon, Iga Jamela, dan Teh Kempot.


Berikut adalah profil pengusaha muda Victor Giovan Raihan:

Nama Lengkap : Victor Giovan Raihan
Panggilan : Raihan/Giovan
Tempat Lahir : Kepanjen, Malang
Tanggal Lahir : 26 September 1994
Alamat : Jalan Panji II, Kecamatan Kepanjen, Malang
Orang Tua : Bambang Hermanto (Ayah) Sri Winarsih (Ibu)
Pendidikan Terakhir : SMA Negeri 1 Kepanjen

Sebagian besar keluarga Victor Giovan berlatar belakang angkatan bersenjata/militer. Bahkan ayahnya menganjurkan untuk masuk sekolah kepolisian, namun ia tidak berminat untuk mengikuti jejak tersebut. Modal untuk memulai dan mengembangkan bisnis yang ia lakukan berasal dari uang pribadi dan pinjaman dari orang tuanya. Ini menunjukan bahwa, Victor Giovan Raihan benar-benar memulai dan membangun usahanya dari nol.
Baca Juga: Profil Hafiza Elfira: Pengusaha Muda Sukses Yang Memberdayakan OYMPK

B. Memulai Bisnis dan Menuju Kesuksesan

Pemuda kelahiran Malang, Giovan memiliki beberapa bisnis kuliner yang bermerek Bakso Mercon, Iga Jamela, dan Teh Kempot. Saat ini bisnis yang menjadi andalannya adalah minuman cepat saji, yaitu Teh Kempot. Sebelum memulai dan membangun bisnis Teh Kempot, ia sudah mengelola bisnis bakso. Jadi bisnis bakso dulu, baru Teh Kempot. Bisnis bakso Giovan terbilang cukup sukses, karena sudah terkenal di beberapa daerah, termasuk saya sendiri pernah mendengar nama "Bakso Mercon". Jika anda di sebuah kota coba cari Bakso Mercon, kemungkinan besar ada.

1. Memulai Bisnis Dengan Ide dan Kreativitas

Beberapa bisnis telah berhasil dan yang menjadi andalan untuk saat ini adalah Teh Kempot, minuman cepat saji. Di usianya yang masih remaja yaitu 18 tahun, Giovan iseng-iseng membuat dan meracik sendiri minuman cepat saji. Bahan-bahan yang digunakan antara lain, susu fermentasi, teh, cincau, sinom/jamu, buah-buahan, hingga bahan dasar yang dapat diracik sendiri. Bahan dasarnya adalah minuman teh dan susu fermentasi. Minuman yang ia ciptakan dengan kreativitasnya ternyata banyak disukai para konsumen.

Victor mencoba membuat membuat Teh Kempot lebih bervariasi dengan idenya sendiri. Membeli daun teh setengah matang dari seorang pemasok dan dikelola sendiri, lalu dicampur dengan yoghurt (susu fermentasi). Minuman tersebut juga memiliki banyak rasa yaitu; rasa cokelat, setroberi, dan rasa lemon tea.

Victor Giovan Rairhan dan Teh Kempot
Victor Giovan Rairhan dan Teh Kempot
Ide untuk memberi brand minuman dengan nama Teh Kempot memiliki arti dan harapan bagi Giovan. Nama tersebut diambil dari cara orang-orang meminum minuman kemasan dengan sedotan. Ketika minumannya terasa nikmat dan akan habis, orang-orang akan menyedotnya hingga habis dan pipinya menjadi kempot. Paling tidak harapan Giovan adalah; minuman yang ia buat terasa enak, sehingga para konsumen suka, bahkan sampai kempot pipinya ketika menyedot dan menghabiskan minuman cepat saji tersebut.
Baca Juga: Biografi Yasa Singgih Pengusaha Sukses Di Usia Muda

2. Sukses di Usia Muda

Modal awal yang dia gunakan sebesar 3 Juta Rupiah yang didapatkan dari orang tuanya dengan cara meminjam. Per kemasan satu gelas teh yoghutr (Teh Kempot) ukuran 250 ml ia jual dengan harga 2.000-2.500 rupiah saja. Usaha bakso dan iga masih tetap ia jalani. Jumlah karyawan total dari bisnisnya tidak kurang dari 50 orang. Khusus untuk Teh Kempot, saat itu, setiap hari menghabiskan 20 kg daun teh kering dan gula 4 kilo gram per outlet.

Keuntungan yang ia dapatkan cukup fantastis, jika outlet dalam kondisi sepi, sebesar 2 Juta Rupiah per bulan. Outlet/gerobak Teh Kempot yang sedang ramai bisa lebih dari itu. Awalnya ia tidak berani untuk membuka waralaba (franchise), yaitu bekerja sama dengan mitra untuk menggunakan hak merek Teh Kempot. Alasanya, karena ia masih sangat pemula. Namun, pada tahun 2014, Victor Giovan memiliki 10 outlet sendiri dan 17 outlet lainnya yang dikelola oleh mitra.

Bermitra dengannya untuk mendapatkan hak guna ide kreatifnya cukup dengan membayar 3,5 Juta Rupiah. Ikut bergabung dengan mitra bisnis tersebut akan mendapatkan 1 paket alat dan bahan sudah jadi. Satu set gerobak, alat masak dan seratus gelas kemasan berukuran 250 ml. Kemungkinan dan bisa saja bermitra dengan dua brand sekaligus, yaitu bakso dan teh kempot. Keuntungan dari teh kemasan siap saji tersebut dapat mencapai 350%. Berbeda dengan bakso, keuntungannya mencapai 100%.

Hasil kerja keras dari usahanya kini membawa kesuksesan. Saat ini brand yang miliki tersebar di berbagai kota, seperti Malang, Jakarta, dan Palembang. Tidak hanya sampai di situ saja, seiring berjalannya waktu, usahanya yang berkembang pesat akan melebarkan sayapnya di berbagai daerah.
Baca Juga: 9 Profil Pengusaha Sukses Asal Indonesia

C. Penutup

Banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil dari profil dan kisah pengusaha muda Victor Giovan Raihan. Pertama, kesuksesan tidak pandang umur. Terbukti bahwa, Victor telah berhasil menjadi pengusaha sukses di usianya yang masih belia. Kedua, tidak ada alasan jika ingin menjadi pembisnis harus berasal dari keluarga yang berlatar belakang pembisnis juga. Victor bukan berasal dari keluarga pengusaha, namun ia tetap berhasil menjadi pengusaha.

Terakhir, hal yang paling penting dari kisah pengusaha muda tersebut adalah tidak gengsi dalam memulai bisnis. Tidak gengsi untuk mendorong gerobak, menjual bakso dan minuman. Jangan sampai meremehkan Abang Tukang Bakso dan Abang Penjual Keliling, karena dibalik perjuangan yang begitu mengharukan, ternyata mendapatkan hasil yang cukup besar. Contohnya Teh Kempot yang Victor miliki, keuntungannya mencapai 350%. Jika 350% tersebut diukur dari modalnya, maka berapa jumlah 350% dari 3,5 Juta Rupiah?
Artikel Terkait: 15 Kisah Pengusaha Muda Yang Sukses Di Indonesia
Ternyata Tukang Jualan Keliling diam-diam menghanyutkan bukan.....?

Victor Giovan Raihan: Pengusaha Sukses Yang Mengembangkan Bisnis di Usia Remaja

Profil Pengusaha Muda Hafiza Elfira
Profil Pengusaha Muda Hafiza Elfira
Kesuksesan memang sulit untuk didefinisikan, namun kami memandang bahwa keberhasilan bukan sekedar mendapatkan penghasilan yang banyak, akan tetapi dari usaha yang kita bangun selain dapat memberikan upah kepada pekerja juga dapat menolong mereka yang membutuhkannya. Hafiza Elfira adalah salah satu contoh dari sekian banyak pengusaha yang telah memberikan itu semua. Tidak tanggung-tanggung, biasanya para pengusaha memilih karyawan yang sehat jasmani dan rohani, cerdas dan dapat diandalkan.

Hal tersebut tidak dilakukan oleh Hafiza Elfira. Ia dengan kemampuannya berhasil membangun usaha dengan memberdayakan para mantan penyandang penyakit kusta. Setiap orang yang pernah mengidap penyakit kusta, fisik mereka akan berkurang dan memiliki perbedaan dengan orang yang normal walau hanya sedikit. Apa lagi ketika jari tangan yang terserang penyakit tersebut, biasanya jari tangan mereka akan terlihat berbeda dari biasanya.

Dengan sabar, ulet, dan penuh keyakinan, Hafiza Elfira memberikan keterampilan, cara menjahit manik-manik hijab agar terlihat elegan ketika dikenakan. Di bawah naungan Nalacity Foundation mereka bekerja bersama-sama membesarkan sebuah bisnis yang sekarang sudah terkenal. Produk mereka juga sudah tersebar luas di pasaran.

Penasaran dengan Mbak Elfira? Bagaimana ia memulainya? dan siapa saja yang terkait dengan bisnis tersebut? Silahkan simak profil/biografi dan kisah Hafiza Elfira yang penuh inspirasi, membangun Nalacity dan memberdayakan Ibu-Ibu mantan penyandang penyakit kusta.

A. Profil Hafiza Elfira

Hafiza Elfira adalah maha siswi yang telah lulus dari Universitas Indonesia Jurusan Keperawatan. Ia lahir pada 22 Septembner 1990 di Jakarta. Hafiza yang akrab dipanggil dengan nama Fiza dan mempunyai nama lengkap Hafiza Elfira Novitarini. Selain menjadi CEO Nalacity, ia juga pernah menjadi maha siswi berprestasi yang mampu mendirikan sebuah organisasi yang bernama Nalacity Foundation.Sebuah organisasi yang terbentuk melalui  Indonesia Leadership Development Program (ILDP) UI, bertujuan untuk proyek kewirausahaan dalam bidang sosial.

Hafiza bersama dengan empat rekannya mewujudkan sebuah ide yang cemerlang. Ia memberdayakan banyak para ibu-ibu agar memiliki kemampuan untuk menghasilkan sebuah produk sehingga mereka mendapat penghasilan. Tentu hal tersebut adalah niat yang mulia, karena ibu-ibu yang dimaksud adalah wanita yang pernah mengidap penyakit kusta dan dinyatakan sembuh oleh Rumah Sakit Dr. Sitanala.

Dengan tekun dan sabar Hafiza bersama dengan rekan-rekannya memberikan bekal keterampilan untuk menjahit dan menghias hijab dengan manik-manik agar terlihat menarik. Hal ini tidaklah mudah, karena perlu ada peninjauan terlebih dahulu pekerjaan apa yang cocok bagi ibu-ibu tersebut, memberikan dan merubah mensaid ibu-ibu agar tetap berjuang dan berusaha bersama. Hingga produk yang dihasilkan dapat memuaskan konsumen dan laris di pasar. Perjuangan tersebut tidak sia-sia, Nalacity dan lainya mengantarkan Hafiza menjadi pengusaha muda yang sukses.

Identitas Pribadi Hafiza Elfira
Nama Lengkap : Hafiza Elfira Novitarini
Panggilan : Fiza
Lahir : Di Jakarta, pada 22 September 1990
Lulusan : Keperawatan, Universitas Indonesia
Instagram : hafizaelfira
Facebook : Tidak ditemukan, kwkwk....

B. Awal Mula Membangun Bisnis Hingga Berhasil

Sebuah Training Internal Leadership (2010) yang di lakukan oleh kampus Universitas Indonesia yaitu (ILDP), telah memberikan sebuah tugas kepada semua pesertanya, termasuk Hafiza dan keempat orang temannya. Tugas yang dimaksud adalah tugas Sosial Project di sebuah komunitas dan diselesaikan secara berkelompok. Setelah training itu selesai, pada awal tahun 2011, barulah tugas sosial projek tersebut dilaksanakan.

Seorang teman satu kelompok dengan Hafiza Elfira yang berasal dari Tangerang, Banten sering melewati sebuah kawasan yang cukup memprihatinkan. Di kawasan itu terdapat banyak orang yang meminta-minta, tukang sapu jalanan, dan sebagian juga menjadi tukang becak. Setelah mengamati orang-orang tersebut lebih detail, ternyata mereka memiliki sedikit perbedaan pada fisik dengan manusia normal. Perbedaan fisik tersebut disebabkan oleh penyakit kusta. Dari peristiwa inilah Hafiza dan teman temannya mendapatkan ide untuk memberdayakan mereka.

OYPMK atau Orang Yang Pernah Mengalami Kusta adalah orang yang mengidap penyakit kusta dan telah dinyatakan sembuh dari penyakitnya oleh dokter. Walaupun mereka telah sembuh dari penyakitnya, biasanya orang yang terkena kusta akan memiliki perbedaan fisik dengan orang normal. Perlu diingat, kusta memang penyakit yang menular, namun sangat sulit untuk menular, karena butuh kontak langsung antara luka penderita kusta dan orang yang sehat. Penularan penyakit kusta tidak akan terjadi ketika orang yang mengidap penyakit kusta sudah sembuh dari penyakitnya.

Awalnya hanya lima Ibu-Ibu OYPMK yang bergabung dan mau berjuang bersama dengan Hafiza dan rekannya. Namun dengan berjalannya waktu, para OYMPK mulai tertarik, sehingga bertambahlah jumlah orang yang ikut bergabung. Ketika akan merekrut ibu-ibu OYMPK lagi untuk menambah produk Nalacity, juga terdapat kendala. Di antaranya, terdapat OYMPK yang keluar dari Nalacity karena berbagai faktor. Jadi, bukanya menambah pekerja, malah hanya menggantikan orang yang keluar dari Nalacity.

OYMPK di bawah bendera Nalacity diberi keterampilan untuk menghasilkan sebuah produk seperti jilbab yang dihias dengan manik-manik dan menjahit baju. Produk yang dihasilkan ternyata bagus dan berkualitas sehingga menarik banyak konsumen. Selain keterampilan, ibu-ibu OYMPK juga diberi pengajaran cara hidup sehat dan lain-lain untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Intinya bukan hanya mendapatkan finansial dari produk yang mereka buat, tetapi mereka juga mendapatkan keterampilan dan pengetahuan-pengetahuan baru untuk meningkatkan kualitas mereka.

Sebelumnya, untuk memperkenalkan produk yang dibuat oleh OYMPK cukup sulit diterima oleh masyarakat, karena kemasan produk itu telah diberi keterangan, bahwa yang membuat adalah OYMPK. Walaupun sudah diterangkan bahwa penyakit kusta tidak mudah menular, karena butuh kontak langsung antara luka penderita kusta dan orang yang sehat untuk dapat menular. Akan tetapi hal tersebut cukup sulit untuk merubah memikiran bahwa, jika menggunakan produk tersebut akan tertular penyakit kusta.
Baca Juga: 15 Kisah Pengusaha Muda Yang Sukses Di Indonesia
Ide untuk memberdayakan ibu-ibu OYMPK itulah, lahir gerakan yang disebut dengan Nalacity Foundation yang tadinya hanya sebuah komunitas saja.

1. Sekilas Nalacity Foundation

Nalacity, awalnya adalah sebuah komunitas yang akhirnya menjadi sebuah gerakan. Dibangun oleh lima orang, sebagai founder. Founder adalah orang yang mencetuskan sebuah ide usaha dan mewujudkannya, bisa digunakan untuk perorangan atau berkelompok.  Sedangkan CEO (pemimpin/direktur) dari Nalacity adalah Hafiza sendiri. Jadi, Nalacity Foundation didirikan oleh Hafiza bersama dengan keempat rekannya.

Instagram yang bernama nalacityfoundation menyebutkan bahwa “Nalacity tumbuh dengan tujuan memandirikan ibu-ibu dari keluarga Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYMPK) di Sitanala, Tangerang. Ibu-Ibu ini dilatih untuk membuat jilbab, bros, serta pakaian yang cantik, elegan, dan sarat akan makna persaudaraan. Karena setiap produk yang dihasilkan memiliki makna tersendiri bagi mereka, dan dari setiap produk mereka yang terjual, akan sangat berarti bagi peningkatan taraf kehidupan keluarga OYMPK”.

Kegiatannya cukup banyak, selain pelatihan untuk membekali ibu-ibu OYMPK dengan keterampilan menjahit, membuat bros, membuat jilbab, juga diadakan semacam seminar kesehatan, serta memberikan suport untuk motivasi ibu-ibu OYMPK.

Walaupun awalnya Nalacity merupakan sebuah komunitas yang dibangun karena tugas dari sebuah pelatihan Internal Leadership, Nalacity yang sekarang adalah sebuah gerakan sosial untuk membantu Ibu-Ibu OYMPK meningkatkan keterampilan, motivasi, kesehatan, dan juga mendapatkan lapangan pekerjaan bagi mereka. Oleh sebab itu, ayo kita dukung Nalacity Foundation dan organisasi semacam ini untuk menyebarkan kebaikan.

Kami juga menelusuri Instragramnya. Di sana terdapat berbagai macam produk Nalacity Foundation dan jejak digital kegiatan yang bermanfaat bagi mereka. Produk yang mereka jual ternyata bagus-bagus, cantik, dan elegan. Hafiza dan temannya memasarkan produk tersebut dengan dua metode, yaitu dengan cara online dan ofline. Cara online dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan Website. Cara ofline dengan mengadakan bazaar di tempat-tempat tertentu.
Profil Pengusaha Muda Hafiza Elfira
Instagram Nalacity Pengusaha Muda Hafiza

Profil Pengusaha Muda Hafiza Elfira
Twitter Nalacity Pengusaha Muda Hafiza

Profil Pengusaha Muda Hafiza Elfira
Produk Nalacity
Oh iya, di Instagram Nalacity terdapat sebuah alamat website, namun setelah kami buka tidak bisa diakses. Alamat website tersebut adalah www.nalacity.net

Jika Anda ingin kepoin Nalacity, samperin tuh akun-akun sosmednya, tapi jangan lupa beli yaaa, sebagai rasa peduli terhadap mereka. Kalau tidak membeli coba kasih kritik dan saran aja yang bersifat membangun atau memberikan ide untuk mengembangkan Nalacity.
Baca Juga: Biografi Nissa Sabyan Vokalis Gambus Yang Suaranya Maknyus

2. Keberhasilan dan Kesuksesan

Perjuangan yang dilakukan dengan penuh semangat, rasa peduli, ulet, tekun, dan dengan niat yang mulia ternyata membuahkan hasil yang luar biasa. Nalacity mengalami perkembangan yang cukup fantastis, walaupun pada awalnya banyak yang tidak mau membeli produknya. Lambat tetapi pasti, produk Nalacity bersama dengan yang lainnya telah banyak yang menerima, membeli, dan laku di pasaran.

Kabar dari beberapa sumber website menyebukan bahwa, omset Nalacity mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya. Dengan demikian, Hafiza Elfira telah menjadi pengusaha muda yang sukses di Indonesia.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Hafiza Elfira: Pengusaha Yang Memberdayakan Mantan Penyandang Penyakit Kusta

C. Kampung Kusta Sitanala

Kampung Kusta Sitanala adalah sebuah perkampungan yang berada di daerah Tangerang, Banten. Di sebut sebagai kampung kusta karena banyak orang yang telah dirawat di Rumah Sakit Dr. Sitanala dan berhasil sembuh dari penyakit kusta. Mereka yang sudah dinyatakan sembuh, kembali ke kampung halaman mereka masing-masing, namun di kampungnya dikucilkan karena penyakitnya, sehingga mereka kembali ke RS dan tinggal di belakang RS tersebut.
Baca Juga: Biografi Hary Tanuesoedibjo Pengusaha Sukses Bos MNC Group

Profil Hafiza Elfira: Pengusaha Muda Sukses Yang Memberdayakan OYMPK

Biografi Ki Hajar Dewantara
Biografi Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara adalah bapak pendidikan Nasional yang mempelopori pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman pejajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, yaitu suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk mendapatkan hak pendidikan seperti para kaum bangsawan dan orang Belanda. Ia juga seorang pahlawan nasional, aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, dan juga seorang politikus.

Sebagai Pahlawan Nasional yang ke-2 dan dikukuhkan oleh Presiden pertama Ir. Soekarno pada 28 November 1959 melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia N0. 305 pada tanggal 28 November 1959.

Biografi Ki Hajar Dewantara

Nama Asli : Raden Mas Soewardi Soerjaningrat
Terkenal Dengan Nama : Ki Hajar Dewantara
Lahir Di : Yogyakarta
Tanggal Lahir : Kamis, 2 Mei 1889
Meninggal Pada : 26 April 1959 di Yogyakarta
Agama : Islam
Orang Tua : Pangeran Soerjaningrat (Ayah), Raden Ayu Sandiah (ibu)
Istri : Nyi Sutartinah
Anak : Ratih Tarbiyah, Syailendra Wijaya, Bambang Sokawati Dewantara, Asti Wandansari, Subroto Aria Mataram. Sudiro Alimurtolo.

Riwayat Hidup Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara lahir pada hari Kamis, 2 Mei 1889 di Pakualaman, Yogyakarta, meninggal pada usia 69 tahun, tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta, Indonesia. Beliau lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat dan terkenal dengan panggilan Ki Hajar Dewantara, ada pula yang menulis dengan ejaan Bahasa Jawa yaitu Ki Hajar Dewantoro. 

1. Latar Belakang dan Riwayat Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Sejak kecil Ki Hajar Dewantara diberi nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Ia merupakan seorang keturunan dari keluarga kadipaten Pakualaman. Ayahnya bernama Pangeran Soerjaningrat, sedangkan kakeknya adalah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo  Pakualam III. Sedangkan ibunya bernama Raden Ayu Sandiah.

Ki Hajar Dewantara menamatkan pendidikan dasar di ELS atau Sekolah Dasar Eropa/Belanda yang hanya menerima anak-anak Eropa/Belanda dan dari keturunan bangsawan. Kemudian ia sempat melanjutkan pendidikannya di STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), namun tidak sampai tamat karena sakit. STOVIA adalah sekolah yang dibuat untuk pendidikan dokter pribumi di kota Batavia pada masa kolonial Hindia-Belanda.

Setelah beliau tidak lagi sekolah, menjadi wartawan atau penulis adalah pekerjaannya. Beliau sebagai penulis di beberapa surat kabar, antara lain di surat kabar Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Beliau tergolong penulis yang handal. Tulisannya bergaya komuniatif dan tajam dengan semangat anti kolonial.

Baca Juga:
Biografi Lengkap Pangeran Diponegoro

2. Organisasi dan Pergerakan

Selain sebagai wartawan yang tangguh, handal, pemberani, dan ulet, Ki Hajar Dewantara juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Boedi Oetomo adalah organisasi yang berdiri pada tahun 1908, ia aktif sebagai seksi propaganda yang menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Ki Hajar Dewantara juga bergabung menjadi anggota organisasi Insulinde Partij, yaitu suatu organisasi yang mayoritas kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda yang didirikan oleh Douwes Dekker (DD). Ki Hajar Dewantara masuk ke organisasi tersebut  atas pengaruh Ernest Douwes Dekker (DD).

Bukti Ki Hajar Dewantara adalah seorang wartawan yang pemberani adalah tulisan yang berjudul Als ik een Nederlander was yang artinya; "Seandainya Aku Seorang Belanda". Artikel tersebut dimuat dalam surat kabar De Expres pada 13 Juli 1913 yang berisi:

Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya.

Tulisan tersebut terasa sangat pedas di kalangan pejabat Belanda, karena pada saat itu pemerintah Hindia Belanda berniat mengumpulkan sumbangan dari warga, termasuk pribumi, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis pada tahun 1913. Otomatis timbul reaksi kritis dari kalangan nasionalis, termasuk Ki Hajar Dewantara.

3. Ditangkap dan Diasingkan Pemerintah Belanda

Sebenarnya beberapa pejabat Belanda masih meragukan bahwa tulisan tersebut asli dibuat oleh Ki Hajar Dewantara, karena bahasanya berbeda dari tulisan-tulisan lainnya yang dibuat olehnya. Jikalau memang benar bahwa tulisan tersebut adalah buatan Ki Hajar Dewantara, Dowe Deker berperan dalam mengompori-ngompori beliau untuk menulis dengan gaya yang demikian.

Akibatnya, karena tulisan tersebut atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg ia ditangkap dan diasingkan di Pulau Bangka (atas kemauannya sendiri). Akan tetapi, kedua temannya yaitu Dowes Deker dan Tjipto Mangoenkoesoemo memberikan protes keputusan tersebut. Akibatnya, mereka bertiga diasingkan ke Belanda pada tahun 1913. Selanjutnya ketiga tokoh tersebut (Ki Hajar Dewantara, Dowes Deker, dan Tjipto Mangoenkoesoemo) terkenal dengan julukan Tiga Serangkai.

Dalam pengasingan di Belanda, Ki Hajar Dewantara aktif dalam organisasi Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia) yang beranggotakan para pelajar asal Indonesia. Pada tahun yang sama pula yaitu tahun 1913, ia mendirikan Indonesisch Pers-bureau, "kantor berita Indonesia".

Di sinilah ia kemudian merintis cita-citanya untuk memajukan kaum pribumi dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh Europeesche Akta, suatu ijazah pendidikan yang bergengsi yang kelak menjadi pijakan dalam mendirikan lembaga pendidikan yang ia didirikannya.

Dalam studinya ini Soewardi terpikat pada ide-ide sejumlah tokoh pendidikan Barat, seperti  Froebel dan Montessori, serta pergerakan pendidikan India, Santiniketan, oleh keluarga Tagore. Pengaruh-pengaruh inilah yang mendasarinya dalam mengembangkan sistem pendidikannya sendiri.
Baca Juga:
Biografi Mohammad Hatta Wakil Presiden Indonesia Yang Pertama

4. Kembali Ke Tanah Air

Bulan September 1919, Ki Hajar Dewantara pulang ke Tanah Air Indonesia. Ia segera bergabung dalam sekolah yang dibina saudaranya. Pengalaman mengajar yang didapatkan dari Belanda kemudian ia gunakan untuk mengembangkan konsep mengajar di sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Jili 1922. Nama sekolahan tersebut adalah Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.

Pada saat usianya genap 40 tahun nama bangsawan yang selama ini ia sandang yaitu Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, ia ganti menjadi nama yang saat ini sangat terkenal yaitu, Ki Hajar Dewantara. Tujuannya adalah agar ia bebas berbaur dengan rakyat.

Semboyan Ki Hajar Dewantara

Semboyan yang saat ini masih dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terutama di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa. Semboyan tersebut adalah  ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. ("di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan").
Biografi Ki Hajar Dewantara
Semboyan Ki Hajar Dewantara


Foto Ki Hajar Dewantara
Foto Ki Hajar Dewantara
Foto Ki Hajar Dewantara


Menjadi Bapak Pendidikan

Usai Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pengajaran Indonesia (posnya disebut sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan) dalam kabinet pertama Republik Indonesia.

Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari universitas tertua Indonesia, Universitas Gadjah Mada. Atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan umum, Ki Hajar Dewantara dianugerahi gelar Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.

Hari kelahiran Ki Hajar Dewantara pada tanggal 2 Mei dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Ki Hajar kemudian meninggal dunia di kota Yogyakarta pada tanggal 26 April 1959. Ia dimakamkan di Taman Wijaya Brata.

Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara

Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara merupakan proses pembudayaan yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat yang tidak hanya bersifat pemeliharaan tetapi juga dengan maksud memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan dimulai sejak anak dilahirkan dan berakhir setelah meninggal dunia.

Ki Hadjar Dewantara membedakan antara sistem “Pengajaran” dan “Pendidikan”. Pendidikan dan pengajaran idealnya memerdekakan manusia secara lahiriah dan batiniah selalu relevan untuk segala jaman.Menurutnya pengajaran bersifat memerdekakan manusia dari aspek hidup lahiriah (kemiskinan dan kebodohan). Sedangkan pendidikan lebih memerdekakan manusia dari aspek hidup batin (otonomi berpikir dan mengambil keputusan, martabat, mentalitas demokratik).
Baca Juga:
Biografi Singkat Soeharto Dari Lahir Hingga Wafat
Itulah biografi Ki Hajar Dewantara yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah Informasi pengetahuan tentang sejarah Indonesia terutama Pahlawan Nasional yang bernama Ki Hajar Dewantara.

Biografi Ki Hajar Dewantara Pelopor Pendidikan Nasional Indonesia

Subscribe Our Newsletter